Enter your keyword

Akselerasi Technological Outlook, DRI ITB Tetapkan 15 Sektor Unggulan dan Kebijakan Integrasi AI

Akselerasi Technological Outlook, DRI ITB Tetapkan 15 Sektor Unggulan dan Kebijakan Integrasi AI

Akselerasi Technological Outlook, DRI ITB Tetapkan 15 Sektor Unggulan dan Kebijakan Integrasi AI

BANDUNG, dri.itb.ac.id  – Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui Direktorat Riset dan Inovasi (DRI) pada Jumat (30/01/26) resmi menetapkan arah kebijakan baru dalam penyusunan Technological Outlook sebagai instrumen strategis nasional. Dalam rapat koordinasi terbaru, DRI ITB dan IDEALOG memfokuskan pemetaan teknologi pada 15 sektor strategis. Keputusan penting dalam rapat ini meliputi pemisahan Biomaterial sebagai sektor mandiri dan penggabungan isu lingkungan ke dalam sektor Lingkungan dan Iklim guna merespons dinamika tantangan global secara lebih komprehensif.

Dalam hal struktur kebijakan konten, Islaminur Pempasa dari IDEALOG berbicara terkait aturan ketat mengenai penempatan teknologi kecerdasan buatan. Kebijakan Integrasi AI mengharuskan pembahasan Artificial Intelligence dipisah menjadi dua level, Core AI yang membahas algoritma di bab khusus, serta Applied AI yang wajib dilebur ke dalam masing-masing sektor aplikasi seperti kesehatan dan pertahanan. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa setiap sektor memiliki kedalaman analisis teknis yang spesifik dan menghindari redundansi informasi dalam dokumen final.

Terkait target operasional, manajemen riset menetapkan jadwal ketat untuk menyelesaikan sisa 7 hingga 8 sektor yang belum tuntas, termasuk sektor Maritim, Material Maju, dan Antariksa. Sektor Antariksa menjadi sorotan utama kebijakan karena tercatat memiliki indeks keunggulan tertinggi berdasarkan data internal riset ITB. Seluruh proses pengumpulan data dan wawancara pakar ditargetkan selesai secara menyeluruh pada April 2026, agar dokumen ini dapat segera dipublikasikan sebagai panduan arah kebijakan teknologi bagi pemangku kepentingan luas.

ITB menetapkan target 2 hingga 3 minggu ke depan untuk menuntaskan penetapan reviewer riset, sehingga seluruh tim dapat beralih fokus secara penuh pada finalisasi Outlook. Dengan penggunaan metode klasifikasi baru seperti GT-EU (Generation, Transportation, dan Energy Utilization) di sektor energi, ITB optimistis dokumen ini akan menjadi standar baru dalam pemetaan teknologi yang memiliki nilai daya saing dan kedaulatan tinggi.

Menutup rapat, Dr.Eng. Isty Adhitya Purwasena, S.Si., M.Si. menetapkan tiga poin action plan utama untuk akselerasi Technological Outlook ini. Kebijakan operasional yang ditetapkan mencakup penugasan 2 orang PIC per sektor untuk fokus pada area masing-masing, serta instruksi untuk segera mendistribusikan struktur mapping final agar seluruh tim dapat melakukan sinkronisasi data secara presisi. Kebijakan ini diambil untuk memastikan bahwa Technological Outlook ITB tidak sekadar menjadi daftar teknologi, melainkan sebuah dokumen strategis yang menunjukkan arah dukungan riset ITB secara nyata bagi kedaulatan bangsa.

 

Kontributor: Nada Raudah Mumtazah