Cegah Kecelakaan Kereta Api, Peneliti ITB Kembangkan Teknologi Deteksi Kelelahan Masinis Berbasis Kamera dengan Biaya Rendah
BANDUNG, dri.itb.ac.id – Direktorat Riset dan Inovasi (DRI) ITB mengunjungi laboratorium di Gedung Matthias Aroef (Teknik Industri) Lt. 4, Kamis (05/02/26), guna meninjau riset “Perancangan Teknologi Deteksi Kelelahan (TDK) Masinis Berbasis Indikator Okular dan Ekspresi Wajah Menggunakan Kamera Video”. Tim peneliti dari Fakultas Teknologi Industri (FTI) ITB yang dipimpin oleh Prof. Ir. Hardianto Iridiastadi, MSIE., Ph.D., CPE. tengah mengembangkan teknologi pendeteksi kelelahan untuk menjawab tingginya risiko kecelakaan kereta api yang salah satunya dipicu oleh faktor kelelahan masinis.
Kondisi ruang kabin lokomotif yang sering kali bising, panas, berdebu, dan memiliki kursi yang kurang ergonomis kerap memicu micro-sleep atau tertutupnya mata masinis selama lebih dari satu detik saat bertugas. Selama ini, teknologi pendeteksi kelelahan impor yang ditawarkan dengan sangat mahal hingga miliaran rupiah, menetapkan kepemilikan data pada pihak vendor, dan sering kali tidak kontekstual dengan kondisi spesifik pekerjaan masinis kereta api. Merespons hal tersebut, riset ini merancang teknologi yang jauh lebih terjangkau dan secara khusus disesuaikan dengan konteks dan kebutuhan PT KAI.
Teknologi ini bekerja dengan mengekstraksi data dari rekaman wajah masinis melalui kamera video yang dipasang di dalam lokomotif. Algoritma mandiri yang dikembangkan oleh tim ITB mampu menganalisis sekitar 60 titik di wajah untuk mengukur eye aspect ratio, durasi mata tertutup dan terbuka, serta frekuensi kedipan secara presisi. Perubahan sekecil apa pun pada raut muka akibat rasa lelah yang tidak terlihat oleh mata telanjang dapat langsung terdeteksi oleh sistem ini. Selain berbasis kamera, tim juga mengembangkan perangkat Psychomotor Vigilance Task (PVT) terpisah yang mengukur kecepatan reaksi kognitif masinis dalam hitungan milidetik guna memetakan secara akurat apakah mereka dalam kondisi bugar atau kelelahan ekstrem.
Meskipun saat ini proses hilirisasi dihadapkan pada tantangan pengembangan perangkat lunak antarmuka dari pihak ketiga serta fragmentasi pendanaan riset, tim peneliti terus melakukan iterasi sistem.
Ke depannya, inovasi ini ditargetkan berevolusi menjadi sebuah prototipe utuh yang mencakup kamera, komputer mini, dan sistem peringatan dini (warning system). Sistem ini dirancang untuk mentransmisikan data secara real-time ke pusat kontrol, memungkinkan analisis profil kelelahan masinis secara harian, mingguan, hingga tahunan, sekaligus menjadi langkah esensial dalam meningkatkan standar keselamatan perkeretaapian di Indonesia.
Kontributor: Nada Raudah Mumtazah

