Cegah Pemalsuan Identitas, Peneliti ITB Kembangkan Sistem Pengenalan Wajah Akurat untuk Manajemen Bangunan Cerdas
BANDUNG, dri.itb.ac.id – Direktorat Riset dan Inovasi (DRI) ITB melakukan kunjungan ke ITB Innovation Park (IIP) Bandung Teknopolis, Lantai 9 pada Rabu (18/02/26), untuk meninjau langsung implementasi awal inovasi manajemen gedung cerdas. Menjawab tantangan keamanan dan efisiensi di era modern, tim peneliti Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) Institut Teknologi Bandung (ITB) yang dipimpin oleh Dr. Fadhil Hidayat, S.Kom., M.T., saat ini sedang mengembangkan inovasi berbasis Vision Intelligence. Melalui riset bertajuk “Pengembangan Sistem Pengenalan Wajah untuk Manajemen Bangunan Cerdas di Lingkungan Perkantoran”, sistem ini dirancang untuk mengubah kamera pengawas (CCTV) dan kontrol akses biasa menjadi teknologi cerdas yang mampu menganalisis data visual secara presisi dan terintegrasi.
Berbeda dengan sistem kecerdasan buatan komersial yang sering keliru saat pengguna memakai kerudung, masker, atau memiliki kemiripan wajah dengan orang lain, inovasi ini membedakan identitas secara ketat layaknya sidik jari. Sistem ini dilengkapi fitur pendeteksi kecurangan (fake detection) dan akan menolak akses orang tak dikenal atau kemiripan wajah secara tegas. Selain itu, kontrol akses langsung terintegrasi dengan data presensi absensi tanpa perlu tap kartu. Lebih jauh lagi, analitik video ini mampu mendeteksi ekspresi wajah untuk memantau tingkat kebahagiaan pengguna, hingga mengevaluasi kepatuhan penggunaan alat pelindung diri (APD).
Inovasi ini telah memberikan dampak nyata yang meluas di berbagai sektor industri dan instansi. Cikal bakal teknologi ini sebelumnya telah sukses diimplementasikan dalam ekosistem PT KAI untuk boarding penumpang stasiun. Selain itu, sistem pengenalan wajah ini juga diadaptasi oleh Universitas Terbuka (UT) guna mencegah praktik perjokian pada sistem ujian online, serta dimanfaatkan oleh Pertamina untuk mendeteksi kelengkapan APD pekerja secara real-time. Ke depannya, kemampuan sistem membaca raut wajah ini dinilai strategis untuk membantu pemantauan kesehatan mental (mental health) mahasiswa maupun karyawan.
Pengembangan riset ini tidak lepas dari peran ITB yang ditunjuk sebagai konsultan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada tahun 2024. Dr. Fadhil dan tim diminta untuk membantu menetapkan standar Bangunan Gedung Cerdas di Indonesia, yang memiliki 16 elemen utama, salah satunya adalah kamera pengawas dan akses kontrol yang human-centric (berpusat pada keamanan dan kenyamanan manusia).
Kontributor: Nada Raudah Mumtazah
