Clarivate Analytics dan iGroup Bahas Strategi Peningkatan Reputasi Riset ITB
Bandung, 30 September 2025 — Direktorat Riset dan Inovasi (DRI) Institut Teknologi Bandung menerima kunjungan kerja dari Clarivate Analytics dan iGroup (Asia Pacific) untuk berdiskusi tentang pemanfaatan Web of Science, InCites Benchmarking, dan Journal Citation Reports (JCR) dalam penguatan kinerja riset dan publikasi ilmiah ITB. Pertemuan berlangsung pada hari Jumat, 26 September 2025, di Ruang Rapat A, Lantai 6, Gedung CRCS ITB, pukul 14.00–15.30 WIB.
Rombongan tamu dipimpin oleh Inn Beng Lee (Director, Government Strategy and Engagement, SEA, Clarivate), Anamika Chourasia (Senior Director South APAC, Government & Academic, Clarivate), Soumik Das (Providing Life Science & Healthcare Solutions, Clarivate), serta dari iGroup Helwis Tjhai dan Wandy Purnama (Academic Sales Manager).
Pihak ITB dipimpin oleh Prof. Dr. apt. Elfahmi, S.Si., M.Si. (Direktur Riset dan Inovasi), didampingi Nur Ahmadi, S.T., M.Eng., Ph.D. (Deputi Direktur Bidang Riset dan Diseminasi DRI ITB), Suyanto, A.Md. (Kepala Seksi Data dan Sistem Informasi DRI ITB), perwakilan Sekretariat DRI ITB Maharlika, serta perwakilan Perpustakaan ITB Yoka Adam N.
Materi utama yang dibahas
1) Web of Science
Web of Science (WoS) adalah pangkalan data sitasi multidisiplin yang menjadi rujukan global untuk menelusuri literatur bereputasi dan memetakan jejaring sitasi. Bagi perguruan tinggi seperti ITB, WoS berperan untuk:
- Discovery & visibilitas: memastikan publikasi dosen masuk dan mudah ditemukan komunitas ilmiah global.
- Analisis portofolio riset: memetakan kolaborasi, tren topik, dan dampak sitasi untuk dasar pengambilan keputusan R&D.
- Kepatuhan mutu: membantu peneliti menargetkan jurnal bereputasi serta menghindari outlet predator.
2) InCites Benchmarking & Analytics
InCites memanfaatkan data WoS untuk analitik komparatif. Bagi ITB, platform ini berguna untuk:
- Benchmarking terhadap universitas nasional dan internasional (output, impact, field-weighted citation impact/ FWCI, kolaborasi).
- Perencanaan strategis: mengidentifikasi bidang unggul, mitra kolaborasi paling produktif, dan negara/instansi dengan dampak tertinggi.
- Monitoring kinerja: memantau capaian program fakultas/pusat riset hingga level individu peneliti secara evidence-based.
3) Journal Citation Reports (JCR)
JCR menyediakan metrik jurnal (antara lain Journal Impact Factor, quartile Q1–Q4, dan indikator etika/peer-review). Kegunaannya bagi ITB:
- Seleksi target publikasi di jurnal yang relevan dan bereputasi tinggi (Q1–Q2).
- Kebijakan insentif publikasi yang selaras dengan kualitas dan dampak.
- Penguatan sitasi sehingga mendukung ambisi ITB menembus peringkat 150 dunia pada 2030, karena banyak skema pemeringkatan mengacu pada kualitas outlet publikasi dan dampak sitasi.
Arah kolaborasi dan dukungan
Dalam diskusi, DRI ITB menyoroti potensi riset tinggi di lingkungan kampus dan komitmen institusi menuju World Class University. Tim Clarivate dan iGroup memaparkan praktik baik universitas papan atas dunia—termasuk tata kelola data riset, pemetaan fokus keilmuan, strategi publikasi di jurnal top, dan pengelolaan kolaborasi internasional—serta bagaimana paket solusi mereka dapat:
- meningkatkan visibilitas global publikasi ITB,
- memperkuat evidence-based policy untuk pendanaan riset dan pengembangan SDM,
- dan menumbuhkan jejaring kolaborasi internasional yang berkontribusi pada dampak sitasi.
Pertemuan ditutup dengan kesepahaman awal untuk menjajaki kemitraan lebih lanjut, termasuk pelatihan pemanfaatan WoS–InCites–JCR bagi peneliti dan pustakawan, penyelarasan indikator kinerja riset dengan analitik Clarivate, serta dukungan penguatan repositori dan praktik open science guna mempercepat kenaikan kualitas dan kuantitas publikasi bereputasi internasional di ITB.