Dari Biji Nyamplung, Menuju Inovasi Kosmetik Berbasis Sains
BANDUNG, dri.itb.ac.id – Kolaborasi antara dunia akademik dan industri kembali menghasilkan inovasi nyata melalui pemanfaatan biodiversitas lokal. Dalam kuliah umum bertajuk ”From Lab to Market: Natural Cosmetic Innovation & Business Strategy for Sustainable Beauty” yang digelar di ITB pada 18 Juni 2026, dipaparkan bagaimana riset mengenai biji nyamplung kini telah berhasil menembus pasar industri kosmetik global.
Sinergi Riset dan Industri
Direktur Riset dan Inovasi (DRI) ITB, Prof. Dr. apt. Elfahmi, S.Si., M.Si., bersama tim peneliti dari Sekolah Farmasi ITB dan EBM Scitech, melakukan riset mendalam terhadap tanaman Nyamplung atau Tamanu (Calophyllum inophyllum). Tanaman yang banyak tumbuh di pesisir Indonesia ini dikembangkan menjadi bahan baku aktif kosmetik melalui pendekatan ilmiah yang terukur.
Dalam pelaksanaannya, riset ini melibatkan kolaborasi strategis dengan PT Inovasi Alam Nusantara melalui merek perawatan kulit From This Island. Maudy Ayunda, selaku Co-Founder brand tersebut, hadir dalam diskusi ini untuk berbagi pengalaman mengenai proses membawa hasil riset laboratorium menuju strategi bisnis yang berkelanjutan.
Rangkaian riset yang dipimpin oleh Prof. Elfahmi mencakup berbagai tahapan teknis, mulai dari standardisasi bahan baku, metode ekstraksi, hingga pemurnian polifenol tamanu. Inovasi ini juga mencakup penggunaan calophyllolide sebagai bahan aktif utama dalam formulasi produk kecantikan.
Kerja sama ini telah menghasilkan paten resmi pada tahun 2026 terkait metode produksi polifenol dari biji nyamplung. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa hasil penelitian di lingkungan kampus dapat memiliki nilai ekonomi dan manfaat langsung bagi industri jika dikelola melalui tahapan pengembangan yang tepat.
Misi Hilirisasi DRI ITB
Sebagai Direktur Riset dan Inovasi ITB, Prof. Elfahmi menjelaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari misi DRI ITB untuk mendorong budaya hilirisasi. Menurutnya, biodiversitas Indonesia perlu dikembangkan melalui sains agar dapat menjadi solusi bagi masyarakat dan produk yang kompetitif di level dunia.
Maudy Ayunda menambahkan bahwa sinergi dengan peneliti sangat penting bagi pelaku industri untuk memastikan kualitas, keamanan, dan efektivitas produk. Melalui perpaduan sains dan inovasi, potensi bahan lokal diharapkan dapat lebih dikenal di pasar internasional.
Langkah Lab to Market
Proses panjang transformasi bahan alam ini melibatkan tahapan mulai dari identifikasi potensi, pengujian keamanan, hingga formulasi produk dan komersialisasi. Model kerja sama ini diharapkan menjadi acuan bagi pengembangan inovasi berbasis ilmu pengetahuan lainnya di masa depan.
Kontributor: Aura Salsabila Alviona
