Enter your keyword

Dorong Transformasi Digital Pasar Rakyat, DRI ITB Gelar Pertemuan Bahas Platform O2O dan Ekosistem Halal

Dorong Transformasi Digital Pasar Rakyat, DRI ITB Gelar Pertemuan Bahas Platform O2O dan Ekosistem Halal

Dorong Transformasi Digital Pasar Rakyat, DRI ITB Gelar Pertemuan Bahas Platform O2O dan Ekosistem Halal

BANDUNG, dri.itb.ac.id – Direktorat Riset dan Inovasi (DRI) Institut Teknologi Bandung (ITB) menginisiasi langkah awal transformasi digital pasar tradisional melalui pertemuan strategis bertajuk “Inovasi Pasar Rakyat & Transformasi Digital”. Bertempat di Gedung CRCS ITB Kampus Ganesha pada Kamis (7/5/26), diskusi ini menjadi ruang kolaborasi untuk merumuskan potensi riset yang dapat diaplikasikan guna meningkatkan transparansi, keamanan pangan, serta kesejahteraan pedagang.

Diskusi ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk menyelaraskan perspektif antara akademisi, pengelola pasar dari unsur pemerintah daerah, serta sektor industri. Dari pihak ITB, hadir Dr. Agus Suharjono Ekomadyo, M.T., Gigih Pilihanto, M.PWK., serta Agus S. Turut berpartisipasi tim pakar dari Pusat Pemodelan Matematika dan Simulasi (PPMS) ITB, yakni Dila Puspita, Ph.D., Muhammad Lutfi A., dan Fadhila Sana R.

Guna memperkaya pembahasan dari sisi praktis dan penyediaan teknologi, diskusi ini juga menghadirkan mitra strategis eksternal, yaitu Dina Sudjana dari Pusat Halal Salman, Ana Supriatna dari PT. Svara Inovasi Indonesia, serta delegasi dari Perumda Pasar Joyoboyo Kota Kediri yang terdiri dari Djauhari Luthfi, Sudarman, dan Yunanda Tri C.

Salah satu fokus bahasan utama adalah gagasan awal mengenai implementasi platform digital berkonsep Online to Offline (O2O). Konsep ini menjajaki peluang pengembangan di mana pedagang pasar tradisional tetap dapat beroperasi secara fisik namun produknya dapat dijangkau oleh konsumen secara daring. Sinergi ini diharapkan mampu menjembatani pasar rakyat dengan ekosistem ekonomi digital tanpa menghilangkan karakteristik sosial khas pasar tradisional.

Selain digitalisasi pemasaran, pertemuan ini turut mengupas potensi intervensi melalui pemodelan matematika dan keuangan untuk memitigasi praktik rentenir yang kerap menjerat pedagang. Tim PPMS ITB saat ini sedang mengkaji rancangan model matematika aktuaria serta skema bagi hasil untuk mendistribusikan risiko secara lebih adil. Skema yang masih dalam tahap perumusan ini diproyeksikan dapat menjadi referensi bagi lembaga keuangan syariah dalam menyediakan akses permodalan yang lebih aman dan terukur bagi pedagang.

Aspek keamanan pangan juga menjadi pilar penting dalam diskusi ini. Para pihak mengeksplorasi peluang sinergi dengan Pusat Halal Salman terkait sistem pelacakan bahan baku (food traceability) dari hulu hingga ke tangan konsumen. Wacana ini sejalan dengan upaya jangka panjang untuk mewujudkan Zona Kawasan Halal Aman dan Sehat (KHAS) di lingkungan pasar.

Sebagai penutup, rangkaian pertemuan ini merumuskan sejumlah poin tindak lanjut untuk pendalaman data dan validasi lapangan. Melalui komunikasi lintas sektor yang masih terus berkembang ini, diharapkan tercipta kerangka kerja yang solid guna mewujudkan manajemen pasar rakyat yang lebih transparan, modern, dan mandiri di masa depan.

 

Kontributor: Aura Salsabila Alviona