DRI ITB Akselerasi Riset Terintegrasi untuk Tangani Sampah Kampus, Targetkan Ekosistem “Zero Waste Zero Cost”
BANDUNG, dri.itb.ac.id – Direktorat Riset dan Inovasi (DRI) Institut Teknologi Bandung (ITB) menggelar pertemuan strategis untuk akselerasi program riset dan inovasi penanganan sampah dengan Tim Pelaksana Penanganan Sampah lintas fakultas, pada hari Rabu (13/05/26). Dialog ini berfokus pada penguatan ekosistem riset yang terintegrasi dari hulu ke hilir, optimalisasi tata kelola persampahan, serta akselerasi inovasi teknologi pengolahan limbah di lingkungan kampus.
Delegasi tim yang hadir terdiri dari koordinator dan pakar dari berbagai fakultas/sekolah, antara lain FTSL, SITH, FSRD, FTMD, FTI, dan SBM. Rombongan diskusi ini dipimpin langsung oleh pimpinan rapat dari DRI ITB, Prof. Dr. apt. Elfahmi, S.Si., M.Si., bersama para peneliti terkemuka ITB yang berfokus pada lingkungan seperti Pak Khairul, Bu Emenda, Bu Melia, dan perwakilan peneliti lainnya.
Dalam diskusi tersebut, Prof. Elfahmi menekankan komitmen DRI ITB untuk menyatukan dan mengintegrasikan luaran-luaran riset parsial menjadi sebuah ekosistem pengolahan sampah yang utuh. Visi ini sangat sejalan dengan urgensi penyelesaian masalah sampah secara mandiri di ITB, di mana DRI menyediakan dukungan pendanaan awal (seed funding) yang difokuskan pada aspek riset. Riset ini ditujukan untuk mengevaluasi, menyokong, dan menyempurnakan implementasi program persampahan yang selama ini dikawal oleh Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran (DPMK) ITB.
Salah satu sorotan utama dalam pertemuan ini adalah pembahasan skema “Zero Waste Zero Cost” khusus untuk Kampus Ganesa. Didukung oleh kolaborasi pakar ITB, inisiatif end-to-end ini dirancang untuk tidak hanya mengurangi volume buangan limbah ke TPA, tetapi juga menekan biaya operasional hingga titik terendah agar pengelolaan dapat mandiri secara ekonomi. Strategi ini mencakup pengaturan jadwal penjemputan sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) hingga sentralisasi pengolahan lanjutan di TPST ITB Sabuga.
Untuk memastikan kolaborasi riset dan implementasi ini berjalan efektif, DRI ITB sepakat akan pentingnya percepatan eksekusi dengan segera menerbitkan surat tugas resmi bagi para peneliti yang terlibat.
Upaya kolaborasi riset awal ini akan memprioritaskan bidang-bidang krusial untuk menuntaskan masalah sampah internal kampus, di antaranya teknologi pengolahan terpilah yang mencakup inovasi composting dan maggot (BSF) untuk limbah organik (compostable), pengembangan produk bernilai dari limbah daur ulang (recycle), serta teknologi termal atau gasifikasi untuk pemusnahan limbah residu. Selain itu, fokus lainnya mencakup tata kelola dan manajemen persampahan melalui penyusunan master plan, penjadwalan pembuangan, serta pemberian insentif untuk petugas kebersihan yang melakukan pemilahan dengan baik. Aspek social engineering juga menjadi prioritas dalam bentuk riset perilaku untuk meningkatkan literasi, sosialisasi, dan kepedulian mahasiswa agar tertib memilah limbah dari sumbernya.
Diskusi ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk segera memulai eksekusi riset lapangan agar ITB dapat menjadi role model dalam pengelolaan sampah komprehensif yang sukses. Ke depannya, inovasi ini diharapkan dapat diadopsi oleh pemerintah dan memberi dampak luas bagi masyarakat di sekitar kampus.
Berita Terkait:
1. DRI ITB Kaji Strategi Penanganan Sampah Berbasis Sosial Humaniora di Sekitar Kampus
2. DRI ITB Gelar Diskusi Penajaman Riset Aksi Tata Kelola Sampah, Dorong Inovasi Sosial dan Ekonomi Sirkular
Kontributor: Nada Raudah Mumtazah
