DRI ITB dan ID Survey Jajaki Kemitraan Riset Strategis dan Optimalisasi Layanan Laboratorium
BANDUNG, dri.itb.ac.id – Direktorat Riset dan Inovasi (DRI) Institut Teknologi Bandung (ITB) menerima kunjungan strategis dari jajaran pimpinan ID Survey bertempat di Gedung CRCS Lt. 6, ITB Kampus Ganesha, Rabu (17/6/26). Pertemuan ini bertujuan untuk mendiskusikan peluang kolaborasi strategis di bidang riset industri, pengembangan produk inovatif, serta optimalisasi penggunaan fasilitas laboratorium.
Delegasi ID Survey dipimpin oleh Annisa Ayu Soraya selaku Vice President Research & Product Development, didampingi oleh Egi Ramdhani, Muhammad Naufal, Rafli Awlad A., dan Rafly Fajar A. Kehadiran mereka disambut oleh Deputi Direktur Bidang Pengembangan Pusat/Pusat Penelitian/PUI DRI ITB, Dr. Grandprix Thomryes Marth Kadja, M.Si., bersama Kepala Subdirektorat Program, Monitoring, dan Evaluasi, Noviyanti, A.Md., S.M., serta Kepala Subdirektorat Sarana, Prasarana, dan Sistem Informasi, Housny Mubarok, S.T.
Dalam diskusi tersebut, kedua belah pihak membahas peluang business matching untuk menyelaraskan keahlian teknis dan paten yang dimiliki ITB dengan kebutuhan sektor industri. Sebagai holding BUMN yang bergerak di bidang Testing, Inspection, and Certification (TIC), ID Survey memaparkan empat area riset tematik utama yang menjadi prioritas pengembangan, meliputi karakterisasi material (termasuk Rare Earth Elements), ekosistem kendaraan listrik (EV), teknologi Carbon Capture Utilization and Storage (CCUS), serta penguatan ekonomi sirkular melalui pengelolaan sampah elektronik (e-waste).
Selain agenda riset, pertemuan ini juga membahas teknis optimalisasi layanan laboratorium. Pihak ID Survey mengusulkan adanya integrasi pemanfaatan fasilitas laboratorium riset di ITB dengan mekanisme administratif yang lebih efisien. Salah satu wacana yang berkembang adalah penerapan sistem penagihan kolektif (collective invoicing) guna mempermudah operasional kerja sama dalam jangka panjang.
Pertemuan ini diakhiri dengan kesepakatan untuk menindaklanjuti penyusunan Nota Kesepahaman (MoU) baru di tingkat universitas. Kerja sama ini nantinya akan dikoordinasikan secara terpusat melalui kantor Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi ITB guna memastikan proses hilirisasi riset kampus dapat berjalan lebih cepat dan relevan dengan kebutuhan industri nasional.
Kontributor: Aura Salsabila Alviona
