DRI ITB Dorong Kolaborasi Riset Strategis melalui Monev Riset Tematik 2026
BANDUNG, dri.itb.ac.id — Direktorat Riset dan Inovasi (DRI) Institut Teknologi Bandung menyelenggarakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Laporan Akhir Kegiatan Riset Tematik pada Rabu, 12 Agustus 2026, pukul 09.00-11.45 WIB, di Ruang Rapat A, Gedung CRCS Lantai 6, Kampus ITB Bandung, Jalan Ganesa No. 10 Bandung. Kegiatan ini menjadi ruang bagi para peneliti untuk memaparkan perkembangan dan hasil akhir penelitian pada sejumlah bidang strategis, mulai dari pengembangan vaksin mRNA, teknologi Lipid Nanoparticle (LNP), diagnosis Tuberkulosis, hingga pemanfaatan Artificial Intelligence untuk deteksi kecemasan.
Dari DRI ITB, kegiatan ini melibatkan Direktur Riset dan Inovasi ITB, Ir. R. Sugeng Joko Sarwono, M.T., Ph.D.; Deputi Direktur Bidang Inovasi Sains dan Teknologi, Dr.Eng. Isty Adhitya Purwasena, S.Si., M.Si.; Kepala Subdirektorat Program, Monitoring, dan Evaluasi, Noviyanti, A.Md., S.M.; serta Kepala Seksi Monev Program Riset dan Inovasi, Nia Nuraeni, S.Pd.
Menghubungkan Riset dalam Tema Strategis
Dalam sambutannya, Dr.Eng. Isty Adhitya Purwasena menjelaskan bahwa Riset Tematik dirancang sebagai salah satu upaya DRI ITB untuk memberikan dukungan terhadap penelitian-penelitian strategis yang membutuhkan skema pendanaan lebih fleksibel.
Menurutnya, sejumlah penelitian yang berkembang di ITB selama ini memiliki keterkaitan tema, meskipun dilakukan secara terpisah di fakultas atau sekolah yang berbeda. Melalui pendekatan Riset Tematik, penelitian-penelitian tersebut diupayakan dapat terhubung dalam suatu tema yang lebih besar sehingga hasilnya berpotensi memberikan dampak yang lebih luas.
Pendekatan tersebut sekaligus mendorong terbentuknya kolaborasi antardisiplin. Penelitian tidak hanya dilihat sebagai kegiatan yang berdiri sendiri, tetapi sebagai bagian dari upaya bersama untuk menjawab persoalan strategis melalui kekuatan keilmuan yang tersedia di berbagai unit akademik ITB.
Lima Riset Paparkan Hasil Akhir
Pada kegiatan monev tersebut, lima tim peneliti menyampaikan laporan akhir penelitian dengan topik yang beragam.
Presentasi pertama disampaikan oleh Ernawati Arifin Giri-Rachman, M.Si., Ph.D. dari Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) dengan penelitian berjudul “Uji In Vivo Kandidat Vaksin mRNA Multiepitope HBcAg–HBxAg dengan Cakupan Genotipe Luas Menggunakan Formulasi Lipid Nanoparticle (LNP) untuk Terapi Hepatitis B Kronis.”
Penelitian tersebut berfokus pada pengembangan kandidat vaksin berbasis mRNA dengan pendekatan multiepitope untuk terapi Hepatitis B kronis serta pemanfaatan LNP sebagai sistem penghantarnya.
Presentasi berikutnya disampaikan oleh Dr. rer. nat. Didin Mujahidin, M.Si. dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Penelitiannya berjudul “Sintesis Komponen Ionizable Lipid dan PEG-Lipid untuk Vaksin mRNA Berbasis LNP (Lipid Nanoparticles).”
Topik tersebut memiliki keterkaitan dengan pengembangan teknologi vaksin mRNA, khususnya pada penyediaan komponen lipid yang diperlukan dalam formulasi LNP.
Sementara itu, Azzania Fibriani, S.Si., M.Si., Ph.D. dari SITH mempresentasikan penelitian “Inovasi Instrumen dan Reagen PCR Lokal untuk Diagnosis Cepat Resistensi Tuberkulosis (TB).” Penelitian ini diarahkan pada pengembangan teknologi diagnostik berbasis PCR untuk mendukung deteksi resistensi Tuberkulosis secara lebih cepat.
Dari Teknologi AI hingga Vaksin Dengue
Pemanfaatan kecerdasan artifisial turut menjadi salah satu tema yang dibahas dalam monev. Dr. Eng. Ayu Purwarianti, S.T., M.T. dari Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) yang diwakili oleh Dr. Ira Adriati, S.Sn., M.Sn. (FSRD) dan Allya Paramita Koesoema, S.T., M.T, Ph.D. (STEI)
menyampaikan penelitian berjudul “Pembangunan Sistem Perekaman Data Multimodal Artificial Intelligence untuk Deteksi Kecemasan.”
Penelitian tersebut menunjukkan pemanfaatan AI dalam bidang kesehatan mental melalui pengembangan sistem perekaman data multimodal yang diarahkan untuk mendukung proses deteksi kecemasan.
Rangkaian presentasi ditutup oleh Dr. rer. nat. apt. Catur Riani, S.Si., M.Si. dari Sekolah Farmasi (SF) dengan penelitian “Uji In Vivo Kandidat Vaksin mRNA Dengue Multiantigen Spesifik Indonesia Menggunakan Lipid Nanoparticle.”
Penelitian ini mengembangkan kandidat vaksin mRNA Dengue dengan pendekatan multiantigen yang spesifik untuk Indonesia serta memanfaatkan teknologi LNP dalam sistem penghantarannya.
Memperkuat Dampak Riset ITB
Kelima penelitian tersebut memperlihatkan spektrum keilmuan yang melibatkan berbagai unit di ITB, mulai dari SITH, FMIPA, STEI, hingga Sekolah Farmasi. Sebagian penelitian juga memiliki irisan tema yang kuat, terutama pada pengembangan teknologi mRNA dan Lipid Nanoparticle.
Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi laporan akhir ini, DRI ITB tidak hanya memantau capaian kegiatan penelitian, tetapi juga memperkuat keterhubungan antarpenelitian yang memiliki tema strategis serupa.
Upaya tersebut diharapkan dapat mendorong hasil penelitian agar tidak berhenti pada capaian masing-masing tim, tetapi berkembang menjadi kolaborasi yang lebih terintegrasi dan memberikan manfaat serta dampak yang lebih luas.
