DRI ITB Fasilitasi Sharing Session JVAD Bersama Prof. Gaetano Cascini untuk Peningkatan Kualitas Jurnal Internasional
BANDUNG, dri.itb.ac.id – Direktorat Riset dan Inovasi (DRI) Institut Teknologi Bandung (ITB) memfasilitasi kegiatan sharing session antara tim editorial Journal of Visual Art and Design (JVAD) dengan Prof. Gaetano Cascini dari Politecnico di Milano (POLIMI), Italia. Pertemuan ini diselenggarakan pada Selasa (14/7/26), bertempat di Ruang Rapat DPMK DRI ITB, Gedung CRCS ITB Lantai 7.
Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) yang juga tergabung dalam tim editorial JVAD, yaitu Hafiz Aziz Ahmad, S.Sn., M.Des., Ph.D. Ruly Darmawan, dan Dr. Dwinita Larasati, S.Sn., M.A., serta dari FSRD, Etika Vidyarini, dan Glenn Reinard. Turut hadir pula mendampingi perwakilan dari DRI ITB, antara lain Deputi Direktur Bidang Riset dan Diseminasi, Nur Ahmadi, S.T., M.Eng., Ph.D. dan Kepala Seksi Pengelolaan Jurnal dan Non Jurnal, Yuliah Qotimah, M.T.
Diskusi dalam pertemuan tersebut berfokus pada pengembangan jurnal, perbaikan alur kerja editorial, manajemen reviewer, serta strategi untuk meningkatkan visibilitas dan reputasi internasional JVAD. Salah satu agenda krusial yang dibahas adalah rencana perluasan cakupan JVAD untuk mengakomodasi practice-based research dan makalah visual yang mungkin tidak mengikuti format artikel akademik konvensional. Dalam hal ini, Prof. Gaetano menekankan pentingnya merumuskan kriteria minimum yang jelas dan kerangka penilaian yang logis agar keputusan penerimaan naskah tidak hanya bergantung pada penilaian subjektif anggota dewan redaksi.
Lebih lanjut, Prof. Gaetano memberikan wawasan terkait pengelolaan alur kerja editorial, khususnya mengenai proses penolakan awal (desk rejection). Ia menyarankan agar naskah yang tidak relevan dengan ruang lingkup atau memiliki kekurangan mendasar ditolak lebih awal agar menghemat waktu editor dan reviewer. Menghadapi potensi peningkatan jumlah pengajuan naskah seiring dengan naiknya peringkat jurnal, Prof. Gaetano memberikan penekanan khusus pada pengendalian mutu di atas kuantitas.
“Jurnal sebaiknya menerbitkan lebih sedikit jumlahnya namun dengan kualitas yang lebih tinggi, daripada sekadar meningkatkan volume publikasi tanpa kendali mutu yang memadai,” tegas Prof. Gaetano.
Penggunaan AI juga turut disoroti dalam sesi ini. AI dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk mencari reviewer, namun tidak boleh menggantikan penilaian editorial manusia maupun mengorbankan kerahasiaan naskah.
Prof. Gaetano juga menyarankan pentingnya membangun basis data reviewer yang besar dan memberikan visible recognition guna menjaga motivasi mereka. Ia menegaskan prinsip fundamental bahwa meskipun JVAD diterbitkan oleh ITB, jurnal ini harus secara aktif melayani komunitas akademik internasional dengan melibatkan lebih banyak penulis, reviewer, dan editor dari berbagai institusi global.
Melalui sharing session ini, DRI ITB berharap dapat terus mendukung optimalisasi tata kelola jurnal di lingkungan ITB dan secara konsisten mendongkrak visibilitas serta mutu publikasi ilmiah ITB di kancah internasional.
Kontributor: Nada Raudah Mumtaza
