Enter your keyword

DRI ITB Gelar Rapat Koordinasi RKI Madya Equity: Tegaskan Transparansi Anggaran dan Target Luaran Riset

DRI ITB Gelar Rapat Koordinasi RKI Madya Equity: Tegaskan Transparansi Anggaran dan Target Luaran Riset

DRI ITB Gelar Rapat Koordinasi RKI Madya Equity: Tegaskan Transparansi Anggaran dan Target Luaran Riset

BANDUNG, dri.itb.ac.id – Direktorat Riset dan Inovasi (DRI) Institut Teknologi Bandung (ITB) menyelenggarakan Rapat Koordinasi Internal Progres Riset Kolaborasi Indonesia (RKI) Madya Skema Equity. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (9/4/2026) dan bertempat di Ruang Rapat A, Gedung DRI ITB. Rapat ini menjadi forum transparansi proses monitoring dan evaluasi (monev) akhir, sekaligus menegaskan arah kebijakan DRI menjelang penutupan program.

Dalam sambutannya, Direktur Riset dan Inovasi ITB, Prof. Dr. Elfahmi, S.Si., M.Si menyampaikan bahwa penyaluran dana termin pertama telah terealisasi 100 persen melalui instrumen Virtual Account Uang Muka Kerja (UMK). Ia menekankan bahwa pihak ITB telah memberikan dana talangan sebesar 20 persen pada tahap awal pencairan guna memastikan kegiatan penelitian dapat berjalan lancar tanpa kendala administratif sejak Juli 2025.

Agenda dilanjutkan dengan pemaparan teknis oleh Deputi Direktur Bidang Pengembangan Pusat/Pusat Penelitian/PUI, Dr. Grandprix Thomryes Marth Kadja, M.Si., yang menyoroti sejumlah penyesuaian administratif dan target utama bagi para peneliti. Penyesuaian tersebut mencakup format proposal yang harus diubah merujuk pada standar RKI Madya, penguatan kolaborasi penelitian dengan institusi mitra wajib dari luar tujuh Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) Tier-1, serta pelaporan kemajuan (progress report) riset secara berkala melalui sistem MyPPM.

Terkait capaian program, Pak Grandprix menegaskan bahwa target luaran wajib bagi setiap peneliti adalah minimal satu artikel ilmiah pada jurnal terindeks Scopus kuartil dua (Q2) dengan status under review selambat-lambatnya pada 31 Juli 2026. Sementara itu, penyerahan laporan pertanggungjawaban keuangan dijadwalkan agar diselesaikan paling lambat empat minggu sebelum program berakhir, yakni akhir Juni 2026.

Guna memacu kualitas publikasi tingkat dunia, DRI ITB juga membuka peluang insentif tambahan senilai hingga Rp50 juta per artikel. Insentif ini ditujukan bagi peneliti yang berhasil menerbitkan karyanya di jurnal Top Tier (Q1 dengan persentil 90% ke atas) serta mencantumkan atribusi pendanaan (acknowledgement) program Equity. Kuota insentif tersebut dikelola secara fleksibel dan siap ditambah sesuai dengan animo serta capaian publikasi para peneliti ITB.

Menutup jalannya rapat, DRI ITB berkomitmen untuk tidak membebani peneliti dengan proses birokrasi yang rumit, namun standar tata kelola dan klausul yang diwajibkan oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) harus tetap dipatuhi dengan tertib. Hal ini krusial untuk menjaga integritas dan rekam jejak institusi dalam mengakses pendanaan riset berskala besar di masa mendatang.

 

Kontributor: Nada Raudah Mumtazah