Enter your keyword

DRI ITB Inisiasi Platform “Wawasan”, Wujudkan Revitalisasi Tata Kelola Jurnal yang Aman dan Mandiri

DRI ITB Inisiasi Platform “Wawasan”, Wujudkan Revitalisasi Tata Kelola Jurnal yang Aman dan Mandiri

DRI ITB Inisiasi Platform “Wawasan”, Wujudkan Revitalisasi Tata Kelola Jurnal yang Aman dan Mandiri

BANDUNG, dri.itb.ac.id – Direktorat Riset dan Inovasi (DRI) Institut Teknologi Bandung (ITB) menyelenggarakan rapat koordinasi revitalisasi tata kelola jurnal di lingkungan ITB melalui inisiasi platform publisher baru yang diberi nama “Wawasan”. Rapat strategis ini berlangsung pada Rabu (22/04/26) di Gedung CRCS ITB, dan membahas langkah-langkah peningkatan keamanan siber, modernisasi sistem, serta proyeksi kemandirian finansial ekosistem publikasi ITB.

Rapat ini dipimpin langsung oleh Direktur Riset dan Inovasi ITB, Prof. Dr. apt. Elfahmi, S.Si., M.Si. Turut hadir jajaran pimpinan DRI ITB, di antaranya Kepala Subdirektorat Sarana, Prasarana, dan Sistem Informasi, Housny Mubarok, S.T., serta Kepala Seksi Pengelolaan Jurnal dan Non Jurnal, Yuliah Qotimah, M.T. Pertemuan ini juga dihadiri oleh tim pengembang utama platform Wawasan, yakni Dr. rer. nat. Rino Rakhmata Mukti, S.Si., M.Sc., Faizal Immaddudin Wira Rohmat, S.T., M.T., Ph.D., dan Ir. Eko Charnius Ilman, S.T., M.T., Ph.D., IPM.

Inisiatif pengembangan Wawasan dilatarbelakangi oleh kebutuhan mendesak untuk memperkuat benteng keamanan jurnal ITB pasca-insiden peretasan sistem Open Journal Systems (OJS) yang sempat mencemari metadata artikel. Kepala Subdirektorat Sarana, Prasarana, dan Sistem Informasi DRI ITB, Housny Mubarok, memaparkan bahwa Wawasan membawa pembaruan arsitektur dengan memisahkan etalase situs (front-end) dan dapur pemrosesan naskah (back-end). Hal ini memutus akses langsung pembaca ke database di bagian belakang, sehingga menutup celah bagi peretas untuk menyisipkan konten ilegal, sekaligus membuat akses jurnal jauh lebih cepat.

Lebih lanjut, Wawasan juga dirancang untuk mengintegrasikan teknologi Artificial Intelligence (AI). Housny menuturkan bahwa sistem AI ini nantinya dapat membantu tim editor dalam mempercepat proses penyaringan awal (desk review), mengecek kesesuaian ruang lingkup (scope), hingga memberikan rekomendasi reviewer yang spesifik dan pas sesuai topik naskah.

Dalam arahannya, Direktur Riset dan Inovasi ITB, Prof. Elfahmi, menekankan pentingnya memiliki visi yang besar dalam tata kelola jurnal. DRI ITB menargetkan Wawasan tidak hanya berfungsi sebagai platform hosting, tetapi berevolusi menjadi sebuah entitas publisher profesional dan mandiri yang mampu bersaing dengan penerbit global, serta membuka peluang pengembangan menjadi spin-off company di masa mendatang.

Melalui inisiatif ini, DRI ITB berharap dapat memfasilitasi jurnal-jurnal unggulan ITB untuk terus meningkatkan kualitas portofolionya. Di saat yang sama, platform ini juga akan memberikan pembinaan berkelanjutan (capacity building) bagi jurnal-jurnal rintisan (emerging) agar secara bertahap mampu mencapai standar indeksasi global seperti Scopus.

 

Kontribusi: Nada Raudah Mumtazah