DRI ITB Integrasikan Kecerdasan Buatan pada ITB Scholar untuk Optimalisasi Pencarian Pakar
BANDUNG, dri.itb.ac.id — Direktorat Riset dan Inovasi (DRI) Institut Teknologi Bandung (ITB) menggelar rapat koordinasi bersama jajaran Pusat/Pusat Penelitian/PUI untuk membahas potensi optimalisasi dan pengembangan platform ITB Scholar. Pertemuan ini berlangsung pada Jumat (11/09/26) di Gedung CRCS Lt. 6, Kampus ITB Kampus Ganesha, dan berfokus pada evaluasi tata kelola data peneliti serta penjajakan awal integrasi teknologi kecerdasan buatan (AI).
Rapat ini dihadiri oleh Deputi Direktur Bidang Pengembangan Pusat/Pusat Penelitian/PUI, Dr. Grandprix Thomryes Marth Kadja, M.Si., beserta para kepala subdirektorat dan seksi yang membawahi bidang sistem informasi, program, sarana prasarana, hingga keuangan DRI ITB, mereka adalah:
- Noviyanti, A.Md., S.M. — Kepala Subdirektorat Program, Monitoring, dan Evaluasi
- Efson Thrismono, M.Pd. — Kepala Seksi Pusat/Pusat Penelitian/PUI
- Raditya Panji Birama, A.Md., S.E. — Kepala Subdirektorat Keuangan dan Anggaran
- Housny Mubarok, S.T. — Kepala Subdirektorat Sarana, Prasarana, dan Sistem Informasi
- Suyanto, A.Md. — Kepala Seksi Data dan Sistem Informasi
- Nadia Falasiva — Staf Seksi Pusat/Pusat Penelitian/PUI
- Muhammad Raka Fadhillah — Staf Seksi Pusat/Pusat Penelitian/PUI
Dalam pertemuan tersebut, tim mendiskusikan peran krusial ITB Scholar sebagai sentral pangkalan data yang merangkum profil, rekam jejak publikasi, dan jejaring kolaborasi para peneliti ITB. Platform ini dinilai memiliki potensi sebagai rujukan utama bagi pihak eksternal maupun jurnalis yang membutuhkan ahli spesifik dari ITB secara cepat, sebagaimana yang kerap terjadi ketika merespons isu-isu kebencanaan terkini di media massa.
Salah satu pembahasan utama dari rapat ini yaitu rencana pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) yang diintegrasikan dengan basis data ITB Scholar. Melalui fitur baru ini, masyarakat diharapkan dapat melakukan pencarian pakar menggunakan instruksi atau bahasa yang lebih natural tanpa harus mengetahui istilah teknis riset yang kaku. Tim juga membahas potensi sistem AI ini untuk secara cepat menyusun draf awal bahan presentasi riset kepakaran ITB, yang nantinya tetap akan divalidasi oleh ahli terkait.
Selain itu, pertemuan ini juga meninjau strategi penyempurnaan profil peneliti demi mendukung program internasionalisasi ITB. Beberapa langkah yang dipertimbangkan meliputi penyesuaian padanan bahasa Inggris untuk jabatan akademik, penyelarasan bahasa pada indikator Sustainable Development Goals (SDGs) dan topik riset, serta penyesuaian sistem agar data Kekayaan Intelektual (IP) internal yang belum dilengkapi abstrak tetap dapat dimasukkan. Terdapat pula diskusi terkait kelengkapan data luaran proyek dan kerja sama riset periode tahun 2023 hingga 2025.
Untuk memperkenalkan potensi sistem ini kepada khalayak, DRI ITB berencana merilis konten edukasi berseri di media sosial guna memperkenalkan berbagai fitur ITB Scholar. Melalui langkah-langkah akselerasi ini, DRI ITB berharap dapat mewujudkan sistem pendataan kepakaran kampus yang responsif, adaptif, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Kontributor: Aura Salsabila Alviona
