Enter your keyword

DRI ITB Jajaki Kemitraan Strategis dengan SPIL untuk Riset Terapan dan Penguatan Ekosistem Logistik

DRI ITB Jajaki Kemitraan Strategis dengan SPIL untuk Riset Terapan dan Penguatan Ekosistem Logistik

DRI ITB Jajaki Kemitraan Strategis dengan SPIL untuk Riset Terapan dan Penguatan Ekosistem Logistik

Direktorat Riset dan Inovasi (DRI) Institut Teknologi Bandung (ITB) menerima kunjungan tamu dari PT Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL) pada Selasa, 23 Desember 2025, pukul 14.00–15.00 WIB di Gedung CRCS Lantai 6, Ruang Rapat A. Pertemuan ini membahas rencana kerja sama antara SPIL sebagai mitra industri dengan DRI ITB, dengan fokus pada pemetaan kebutuhan mitra, peluang kolaborasi riset, serta mekanisme koordinasi lintas unit di lingkungan ITB.

Agenda rapat mencakup pemaparan profil SPIL dan ekosistem layanan logistik, pengenalan SPIL Research Center (SRC) dan peluang kolaborasi dengan universitas, serta rencana kerja sama bersama DRI ITB yang melibatkan fakultas dan pusat/kelompok penelitian (P/PP). Dalam forum ini, SPIL memaparkan profil organisasi, kebutuhan strategis yang ingin diselesaikan, serta bentuk dukungan yang diharapkan dari ITB. Diskusi menekankan pentingnya keterlibatan unit akademik dan P/PP agar kolaborasi dapat dijalankan secara efektif, terarah, dan berdampak.

Dari pihak SPIL, rapat dihadiri oleh Tri Dewi Rasnani (Deputy GM Human Capital SPIL) dan Ganjar Kurniawan Ramdani (Talent Management and Development SPIL). Sementara dari ITB, hadir Eka Santi Fitri, S.E. (Kepala Seksi Kemitraan Industri, Direktorat Kemitraan ITB), Nur Ahmadi, S.T., M.Eng., Ph.D. (Deputi Direktur Bidang Riset dan Diseminasi DRI ITB), Indah Rusdianti, S.E. (Kepala Sekretariat DRI ITB), Inda Meidian (Perwakilan Pusat/Pusat Penelitian/PUI DRI ITB), serta Karisma Azhara Hidayah dan Yattaqi Qinthara Yusuf (Perwakilan Subdirektorat Program, Monitoring, dan Evaluasi DRI ITB).

Dalam paparannya, Tri Dewi Rasnani menjelaskan bahwa SPIL merupakan perusahaan pelayaran dan logistik nasional yang berawal dari bisnis freight forwarding sejak 1970 dan berkembang menjadi grup pelayaran-logistik dengan sejumlah entitas pendukung di berbagai lini, mulai dari layanan pengangkutan kontainer, pengelolaan terminal, forwarding, hingga trucking. SPIL juga menyampaikan kekuatan jejaring operasional dengan kantor pusat di Surabaya dan cakupan layanan di berbagai wilayah Indonesia melalui jaringan kantor yang luas. Selain itu, SPIL memperkenalkan inovasi dan penguatan ekosistem layanan, termasuk kanal digital dan integrasi sistem layanan melalui API, serta perhatian pada aspek kepatuhan dan keberlanjutan seperti sertifikasi lingkungan dan program ESG.

SPIL menyampaikan minat menjajaki kemitraan strategis dengan ITB karena membutuhkan dukungan keahlian, riset, ide baru, dan jejaring akademik untuk menjawab tantangan industri logistik—mulai dari efisiensi proses, peningkatan kualitas layanan, penerapan teknologi, hingga penguatan praktik berkelanjutan. Dalam konteks ini, SPIL juga mengenalkan SPIL Research Center (SRC) sebagai ruang pengembangan kolaborasi riset yang dapat melibatkan akademisi, peneliti, dan mahasiswa melalui berbagai skema, seperti penelitian bersama, pengembangan teknologi terapan, serta program penguatan kapasitas SDM.

Menanggapi pemaparan tersebut, DRI ITB menekankan perlunya pemetaan kebutuhan mitra agar dapat diselaraskan dengan kompetensi riset dan keahlian yang tersedia di ITB. Diskusi mengarah pada identifikasi fakultas yang relevan, pemetaan kapasitas laboratorium dan fasilitas pendukung, serta pilihan skema kolaborasi yang memungkinkan—mulai dari penelitian bersama, proyek terapan, konsultansi/pendampingan, hingga pelatihan. DRI juga menyoroti pentingnya tata kelola kerja sama agar koordinasi lintas unit berjalan lancar dan output kolaborasi terukur.

Sebagai hasil rapat, para pihak menyepakati langkah tindak lanjut sementara, yaitu: (1) melakukan pemetaan kebutuhan SPIL dan menentukan unit ITB (fakultas atau P/PP) yang paling relevan, (2) menetapkan satu pintu koordinasi (PIC) dari ITB untuk menindaklanjuti komunikasi dengan mitra, (3) menyusun TOR/kerangka kerja awal yang memuat tujuan, ruang lingkup, luaran (deliverables), pembagian peran, dan timeline, serta (4) penandatanganan dokumen sesuai prosedur ITB seperti NDA/MoU/MoA sudah diproses.

Pertemuan ini menjadi langkah awal bagi DRI ITB dan SPIL untuk membangun kemitraan universitas–industri yang lebih terstruktur, berorientasi pada solusi nyata, serta mendorong riset terapan dan inovasi yang berdampak bagi penguatan ekosistem logistik nasional.