DRI ITB Matangkan Rencana Pembentukan Pusat Rekayasa Metalurgi dan Material Energi Baru: Fokus pada Transparansi Kebijakan dan Kolaborasi Lintas Fakultas
BANDUNG, dri.itb.ac.id – Direktorat Riset dan Inovasi (DRI) ITB bersama perwakilan Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) pengusulan pembentukan pusat penelitian baru, yakni Pusat Rekayasa Metalurgi dan Material Energi Baru. Pertemuan ini membahas arah kebijakan strategis, kepatuhan terhadap regulasi senat, serta target transparansi pengelolaan dana riset.
Rapat yang berlangsung pada Senin (19/1/2026) dihadiri oleh perwakilan DRI ITB (Grandprix dan Efson Thrismono) serta jajaran FTTM ITB (Taufiq Hidayat, Edy Sanwani, Andri Dian N, Nurulhuda Halim, Syafrizal, dan Zaki Mubarok). Dalam diskusi tersebut, digarisbawahi bahwa pendirian pusat baru wajib memenuhi ketentuan keanggotaan lintas fakultas (minimal dua fakultas) sesuai Ketentuan Akademik (KA). Hal ini untuk memastikan pusat tersebut tidak hanya menjadi representasi satu fakultas, melainkan kolaborasi interdisipliner, misalnya dengan melibatkan dukungan dari FMIPA atau FTMD.
Untuk menghindari duplikasi dengan Pusat Penelitian Energi Baru dan Terbarukan (PPEBT), pusat baru ini akan memfokuskan diri pada rekayasa material dan metalurgi, mulai dari penyediaan bahan baku (raw material), ekstraksi, hingga material maju untuk energi. Hal ini ditegaskan untuk memperkuat posisi Metalurgi di tengah arus hilirisasi mineral nasional.
Pusat ini didorong untuk tidak hanya bergantung pada dana internal, namun aktif menggalang pendanaan eksternal, termasuk dukungan dari BUMN seperti MIND ID. Rapat juga membahas aspirasi kebijakan masa depan di mana Kepala Pusat diharapkan memiliki kewenangan menandatangani kontrak kerja sama secara langsung dengan batas nilai tertentu, misal di bawah 1 miliar, untuk memangkas birokrasi, sebuah langkah progresif dibandingkan aturan saat ini yang memusatkan tanda tangan kontrak pada level Direktorat/Wakil Rektor.
Selain itu, pusat ini diproyeksikan memiliki peran vital sebagai “jembatan” institusi dalam mengelola kerja sama dengan laboratorium GEM. Tujuannya adalah memastikan kontrol ITB terhadap fasilitas riset canggih di GEM serta melakukan transfer knowledge agar posisi analis dan operator alat strategis ke depannya dapat diisi penuh oleh SDM ITB.
Sebagai visi jangka panjang, pusat ini ditargetkan mampu mengakomodasi mahasiswa S3 dan peneliti Post-Doctoral yang didanai secara mandiri, guna menjamin keberlanjutan produktivitas riset.
Sebagai tindak lanjut, tim pengusul akan segera melengkapi proposal dengan surat dukungan resmi dari para Dekan fakultas mitra sebelum diajukan ke Rektor untuk penerbitan Surat Keputusan (SK).
Kontributor: Nada Raudah Mumtazah
