Enter your keyword

DRI ITB Matangkan Rencana Pembentukan Pusat Riset Teknokultur

DRI ITB Matangkan Rencana Pembentukan Pusat Riset Teknokultur

DRI ITB Matangkan Rencana Pembentukan Pusat Riset Teknokultur

BANDUNG, dri.itb.ac.id – Direktorat Riset dan Inovasi (DRI) Institut Teknologi Bandung (ITB) menggelar Rapat Koordinasi Pembahasan Pengusulan Pusat Aplikasi Teknokultur pada Jumat (13/2/2026). Pertemuan yang berlangsung di Gedung CRCS Lantai 6, Kampus Ganesha ini bertujuan untuk mematangkan rencana pendirian pusat riset tersebut agar sesuai dengan aturan dan standar yang berlaku di lingkungan ITB.

Diskusi ini dihadiri oleh sejumlah peneliti dan perwakilan dari berbagai bidang, di antaranya Dr. Grandprix (DRI), Dr. Prima Roza (Teknokultur), Dr. Ir. Adv. Chairil Nur Siregar (Teknokultur), Dr. Harry  Nuriman (Teknokultur), Dr. Nia Kurniasih (SPITM), Dr. Mirzam Abdurrachman (SPITM), dan Shohib Khoiri, Lc., M.Ag. (Teknokultur).

Dalam pertemuan tersebut, beberapa poin krusial yang dibahas antara lain penekanan pada aspek diferensiasi pusat agar tidak tumpang tindih dengan 36 pusat riset yang sudah ada. Selain itu, dilakukan pula penyusunan roadmap strategis lima tahun, serta skema swasembada finansial pusat agar pusat riset ini dapat berjalan secara mandiri dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Melalui koordinasi ini, diharapkan rencana pembentukan Pusat Aplikasi Teknokultur dapat segera rampung dan berjalan lancar hingga penerbitan SK Rektor. Kehadiran pusat riset ini nantinya diharapkan menjadi wadah bagi para peneliti untuk bekerja sama menghasilkan inovasi baru yang bermanfaat bagi dunia pendidikan dan masyarakat luas.

 

Kontributor: Aura Salsabila Alviona

Berita terkait: Merancang Pusat Riset Baru sebagai Simpul Kolaborasi Multidisiplin: Dari Gagasan Konseptual Menuju Arsitektur Kelembagaan yang Berkelanjutan