Enter your keyword

DRI ITB Sosialisasikan dan Serahkan Dana Riset-Inovasi 2026: Publikasi Q1 dan Hilirisasi Jadi Prioritas

DRI ITB Sosialisasikan dan Serahkan Dana Riset-Inovasi 2026: Publikasi Q1 dan Hilirisasi Jadi Prioritas

DRI ITB Sosialisasikan dan Serahkan Dana Riset-Inovasi 2026: Publikasi Q1 dan Hilirisasi Jadi Prioritas

BANDUNG, dri.itb.ac .id – Direktorat Riset dan Inovasi (DRI) Institut Teknologi Bandung (ITB) menyelenggarakan acara Sosialisasi, Penjelasan Administrasi Keuangan, serta Seremoni Penerima Dana Program DRI Tahun 2026 pada Rabu, 4 Maret 2026, pukul 10.00 WIB di Ruang Multipurpose Hall, Gedung CRCS Lantai 3, Jl. Ganesa No. 10, Bandung.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah pimpinan utama DRI ITB, yaitu Direktur Riset dan Inovasi Prof. Dr. apt. Elfahmi, S.Si., M.Si.; Deputi Direktur Bidang Riset dan Diseminasi Nur Ahmadi, S.T., M.Eng., Ph.D.; Deputi Direktur Bidang Inovasi Sains dan Teknologi Dr.Eng. Isty Adhitya Purwasena, S.Si., M.Si.; serta Deputi Direktur Bidang Pengembangan Pusat/Pusat Penelitian/PUI Dr. Grandprix Thomryes Marth Kadja, M.Si.

Dalam acara tersebut, DRI ITB mengundang penerima dana dari tiga program utama: Program Riset ITB, Program Inovasi ITB, dan Program 3P DRI ITB. Para penerima telah ditetapkan sejak pengumuman pada 23 Februari 2026, dengan total sebanyak 238 orang (170 dari Program Riset ITB, 23 dari Program Inovasi ITB, dan 45 dari Program 3P DRI ITB).

Dalam sambutannya, Prof. Elfahmi menyampaikan bahwa minat riset di ITB terus menguat, ditunjukkan dengan lonjakan jumlah proposal yang mencapai lebih dari 700, naik hampir 200% dibandingkan tahun sebelumnya, disertai peningkatan dana pendanaan internal. Ia menekankan pentingnya membangun ekosistem riset unggul dan berdampak untuk mendukung target ITB menjadi perguruan tinggi top 150 dunia pada 2030. Saat ini, ITB berada di peringkat 255 dunia (QS World University Rankings 2026), sehingga diperlukan peningkatan signifikan, termasuk fokus pada publikasi Q1 yang berkontribusi hingga 75% terhadap sitasi. Prof. Elfahmi juga melaporkan peningkatan proposal riset BIMA hampir 100%, sekaligus mengingatkan agar penerima dana segera menyelesaikan luaran tertunda (“utang” luaran) dari tahun-tahun sebelumnya, masih ratusan yang belum rampung sejak 2023.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Prof. Ir. Lavi Rizki Zuhal, Ph.D., Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi (WRRI) ITB. Beliau menyampaikan apresiasi kepada tim DRI, Board of Reviewer, dan Komite Riset dan Inovasi ITB atas kerja keras dalam proses seleksi. Program ini dinilai strategis untuk mencapai target ITB masuk ranking 150 dunia pada 2030, yang berarti transformasi menjadi research university sejati.

Prof. Lavi juga menyoroti tren riset ITB yang meningkat signifikan hingga 2016–2017 lalu mengalami saturasi karena jumlah peneliti sudah maksimal. ITB unggul di citation per faculty se-Indonesia, namun masih tertinggal dari universitas top 150 dunia atau IIT Bombay (skor citation sekitar 80).

Selanjutnya, Nur Ahmadi, Ph.D. menjelaskan Program Riset ITB yang terdiri dari empat skema, yaitu Unggulan, Internasional, Dosen Muda, Peningkatan Kapasitas. Beliau menekankan luaran wajib minimal 1 publikasi Q1 untuk skema Unggulan dan Internasional (sesuai komitmen proposal), kewajiban mencantumkan anggota tim serta mitra kolaborasi dalam publikasi, serta jadwal pelaporan kemajuan (18 Agustus 2026) dan akhir (11 November 2026) dengan acknowledgement standar.

Dr.Eng. Isty Adhitya Purwasena memaparkan Program Inovasi ITB dengan dua skema, yaitu Inovasi Unggul Berdampak dan Akselerasi Inovasi Multidisiplin. Fokus utamanya adalah meningkatkan TKT hingga level 6–7 melalui prototipe, HKI, dan validasi bersama mitra industri; publikasi jurnal bersifat tambahan, sementara monev mencakup laporan kemajuan, laporan akhir, serta site visit untuk diseminasi hasil inovasi ke masyarakat.

Dr. Grandprix Thomryes Marth Kadja menjelaskan Program 3P DRI ITB yang menghadirkan empat skema baru: Riset Top Tier (wajib publikasi top 10% Scopus dengan melibatkan mahasiswa S3), Riset Pengembangan Unggulan (berorientasi inovasi), Talenta Unggul (untuk SDM dedicated), serta Post-doctoral Fellowship (pendanaan hingga Rp200 juta dengan target luaran tinggi: 1 top tier + 1 Q2 atau 2 Q1). Ia juga menekankan penggunaan kode unik di acknowledgement guna memastikan akurasi pelacakan luaran.

Melengkapi pemaparan program, Kepala Subdirektorat Keuangan dan Anggaran, Raditya Panji Birama, A.Md., S.E., mengingatkan para peneliti untuk segera menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan mematuhi tata tertib pencairan dana, termasuk batas Uang Muka Kerja (UMK) serta kewajiban pajak. Beliau juga memperkenalkan tim Admin Riset Keuangan yang secara khusus disiapkan untuk mendampingi para penerima dana agar proses administrasi dan pertanggungjawaban berjalan lancar.

Acara ditutup dengan seremoni penandatanganan komitmen serta harapan agar seluruh penerima dana melaksanakan riset secara optimal, menyelesaikan luaran tepat waktu, dan turut berkontribusi pada target strategis ITB menjadi research university kelas dunia yang unggul, berdampak, serta bertransformasi melalui hilirisasi hasil riset dan inovasi.

 

Kontributor: Nada Raudah Mumtazah