DRI ITB Targetkan Penyerapan Dana Riset Equity hingga 80% di Triwulan Pertama 2026
BANDUNG, dri.itb.ac.id – Direktorat Riset dan Inovasi (DRI) Institut Teknologi Bandung (ITB) menggelar Rapat Koordinasi Pembahasan Progress Equity Tahun 2026 (21/01/2026). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan DRI serta para Ketua Peneliti dari 80 judul proposal yang berhasil lolos seleksi pendanaan Equity tahun ini. Dalam pertemuan ini, DRI ITB menetapkan target strategis percepatan penyerapan anggaran riset serta pembaruan tata kelola administrasi guna mendukung target ITB menembus peringkat 150 dunia pada tahun 2030.
Direktur Riset dan Inovasi ITB, Prof. Dr. apt. Elfahmi, menyampaikan apresiasinya atas antusiasme peneliti ITB yang luar biasa. Tercatat, jumlah proposal riset yang masuk mengalami kenaikan hampir 200% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan total mencapai lebih dari 700 proposal. Sebanyak 80 proposal telah disetujui untuk didanai melalui skema Equity tahun ini, yang mencakup Riset Kolaborasi Indonesia (RKI) A dan B.
Fokus utama dalam rapat koordinasi ini adalah kebijakan percepatan serapan anggaran. Mengingat dana Equity bersumber dari LPDP melalui Kemendikti Saintek, ITB diwajibkan memenuhi target pelaporan penyerapan dana secara institusi sebesar 80% pada bulan Maret 2026.
Untuk mencapai target tersebut, peneliti sangat disarankan menggunakan metode Pembayaran Langsung (LS) agar dana segera tercatat sebagai penyerapan saat dicairkan, berbeda dengan Uang Muka Kerja (UMK) yang membutuhkan waktu pelaporan SPJ. Meskipun batas akhir kontrak jatuh pada 20 Juli 2026, eksekusi belanja barang dan jasa didorong untuk dilakukan seawal mungkin guna memenuhi tenggat pelaporan termin pertama.
Guna mempermudah koordinasi tersebut, DRI ITB kini menerapkan sistem Account Representative (AR) yang lebih terpusat. Kini, setiap peneliti akan didampingi oleh satu orang AR yang menangani seluruh aspek administrasi keuangan, baik untuk belanja personil maupun non-personil, menggantikan sistem terfragmentasi tahun sebelumnya. Langkah ini diambil untuk memastikan layanan administrasi berjalan lebih responsif dan meminimalisir kebingungan di kalangan peneliti.
Kontributor: Aura Salsabila Alviona
