DRI ITB Targetkan Penyerapan Dana Riset Equity hingga 80% di Triwulan Pertama 2026
Kejar Top 150 Dunia, ITB Tingkatkan Dana Operasional Riset 3P 2026 dan Luncurkan Skema Post-Doctoral Fellowship
BANDUNG, dri.itb.ac.id –Sebagai langkah strategis untuk mencapai target peringkat 150 dunia pada tahun 2030, Direktorat Riset dan Inovasi (DRI) Institut Teknologi Bandung (ITB) resmi menyelenggarakan sosialisasi Call for Proposal Program Pusat Penelitian dan Pusat Unggulan Iptek (3P) Tahun 2026, Rabu (14/01/2026). Sosialisasi ini membawa sejumlah pembaruan kebijakan yang berfokus pada akselerasi publikasi Top Tier dan penguatan jejaring riset internasional.
Dalam sosialisasi tersebut, Direktur DRI ITB, Prof. Elfahmi, menegaskan posisi krusial pusat penelitian sebagai motor penggerak utama reputasi ITB. Guna mendukung hal tersebut, ITB menetapkan kenaikan dana operasional pusat penelitian menjadi Rp3,5 juta per bulan. Kebijakan ini diambil untuk memfasilitasi pusat penelitian agar lebih leluasa dan fokus menghasilkan riset kelas dunia.
Terobosan Skema Pendanaan Baru
Deputi Direktur Pengembangan Pusat/Pusat Penelitian/PUI, Dr. Grandprix Thomryes Marth Kadja, memperkenalkan empat skema pendanaan riset yang ditawarkan tahun ini. Sorotan utama tertuju pada peluncuran skema baru, yakni Post-Doctoral Fellowship.
“Skema ini didesain dengan paket pendanaan total mencapai Rp200 juta, yang mencakup honorarium kompetitif sebesar Rp10 juta per bulan dan dana riset awal (seed funding). Skema ini adalah solusi agar pusat penelitian memiliki peneliti yang bekerja penuh waktu (full-time), tidak hanya mengandalkan dosen yang memiliki beban mengajar padat,” ujar Dr. Grandprix.
Selain itu, DRI juga membuka tiga skema pendanaan lainnya:
- Riset Top Tier: Pendanaan hingga Rp200 juta dengan target publikasi di jurnal terbaik dunia (Top 10% Scopus/WoS).
- Riset Pengembangan Unggulan 3P: Pendanaan hingga Rp150 juta untuk mematangkan riset menuju publikasi berkualitas (Q1).
- Talenta Unggul: Insentif Rp6 juta per bulan bagi peneliti (minimal S2) yang berdedikasi penuh membantu riset di pusat penelitian.
Fleksibilitas Administrasi dan Solusi SDM Riset
Dalam sesi diskusi, DRI menjawab kegelisahan peneliti mengenai proses penerbitan jurnal internasional yang sering memakan waktu lama (lebih dari satu tahun). Menjawab hal ini, DRI menerapkan kebijakan yang lebih fleksibel.
Untuk laporan akhir tahun anggaran, status dokumen Submitted sudah dinilai mencukupi, dengan target Accepted yang dapat dipenuhi di tahun berikutnya.. Kebijakan ini memberikan ruang napas bagi peneliti agar tetap berani membidik jurnal bereputasi tinggi tanpa terkendala siklus administrasi tahunan.
Terkait tantangan dalam membangun tim riset yang solid dalam waktu singkat, skema Talenta Unggul dan Post-Doctoral Fellowship dihadirkan sebagai jawaban konkret. Melalui skema ini, pusat penelitian didorong untuk tidak hanya bergantung pada dosen yang memiliki beban kerja tridarma tinggi, melainkan mulai membangun basis peneliti purna waktu yang fokus pada eksekusi riset dan publikasi.
Penerimaan proposal untuk seluruh program ini dibuka mulai 12 hingga 29 Januari 2026. Dengan dukungan fasilitas riset yang terus direvitalisasi serta skema insentif yang meningkat, ITB optimis dapat memperkuat ekosistem riset yang berdaya saing global.

Targetkan Penyerapan Dana Riset Equity hingga 80% di Triwulan Pertama 2026
Setelah acara sosialisasi Call for Proposal Program Pusat Penelitian dan Pusat Unggulan Iptek (3P) Tahun 2026 pada Rabu, (14/01/2026), DRI ITB segera menindaklanjuti pemenuhan target dengan menyelanggarakan Rapat Koordinasi Pembahasan Progress Equity Tahun 2026 (21/01/2026). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan DRI serta para Ketua Peneliti dari 80 judul proposal yang berhasil lolos seleksi pendanaan Equity tahun ini. Dalam pertemuan ini, DRI ITB menetapkan target strategis percepatan penyerapan anggaran riset serta pembaruan tata kelola administrasi guna mendukung target ITB menembus peringkat 150 dunia pada tahun 2030.
Direktur Riset dan Inovasi ITB, Prof. Dr. apt. Elfahmi, menyampaikan apresiasinya atas antusiasme peneliti ITB yang luar biasa. Tercatat, jumlah proposal riset yang masuk mengalami kenaikan hampir 200% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan total mencapai lebih dari 700 proposal. Sebanyak 80 proposal telah disetujui untuk didanai melalui skema Equity tahun ini, yang mencakup Riset Kolaborasi Indonesia (RKI) A dan B.
Fokus utama dalam rapat koordinasi ini adalah kebijakan percepatan serapan anggaran. Mengingat dana Equity bersumber dari LPDP melalui Kemendikti Saintek, ITB diwajibkan memenuhi target pelaporan penyerapan dana secara institusi sebesar 80% pada bulan Maret 2026.
Untuk mencapai target tersebut, peneliti sangat disarankan menggunakan metode Pembayaran Langsung (LS) agar dana segera tercatat sebagai penyerapan saat dicairkan, berbeda dengan Uang Muka Kerja (UMK) yang membutuhkan waktu pelaporan SPJ. Meskipun batas akhir kontrak jatuh pada 20 Juli 2026, eksekusi belanja barang dan jasa didorong untuk dilakukan seawal mungkin guna memenuhi tenggat pelaporan termin pertama.
Guna mempermudah koordinasi tersebut, DRI ITB kini menerapkan sistem Account Representative (AR) yang lebih terpusat. Kini, setiap peneliti akan didampingi oleh satu orang AR yang menangani seluruh aspek administrasi keuangan, baik untuk belanja personil maupun non-personil, menggantikan sistem terfragmentasi tahun sebelumnya. Langkah ini diambil untuk memastikan layanan administrasi berjalan lebih responsif dan meminimalisir kebingungan di kalangan peneliti.
Kontributor: Aura Salsabila Alviona
