DRI ITB Terima Kunjungan PLN Pusharlis, Jajaki Kolaborasi Inovasi Kompor Listrik Plasma
BANDUNG, dri.itb.ac.id – Direktorat Riset dan Inovasi (DRI) Institut Teknologi Bandung (ITB) menerima kunjungan resmi dari delegasi PT PLN (Persero) Pusat Pemeliharaan Ketenagalistrikan (Pusharlis) pada Senin (22/6/2026). Bertempat di Ruang Rapat DRI ITB, Gedung CRCS Lantai 6, Kampus ITB Ganesa, pertemuan ini difokuskan pada penjajakan kerja sama pengembangan inovasi kompor listrik plasma.
Agenda utama dari pertemuan ini adalah untuk mendukung penguatan ekosistem riset, inovasi, serta pengembangan teknologi ketenagalistrikan nasional melalui sinergi antara akademisi dan industri.
Delegasi PLN Pusharlis, yaitu Manajer Engineering, Saeful Rachmat dan Romel Hidayat, Ph.D., disambut langsung oleh pihak ITB, yakni Prof. Dr. apt. Elfahmi, S.Si., M.Si., beserta Deputi Direktur Bidang Inovasi Sains dan Teknologi DRI ITB, Dr.Eng. Isty Adhitya Purwasena, S.Si., M.Si.
Dalam agenda diskusi tersebut, kedua institusi membahas potensi pemanfaatan teknologi kompor listrik plasma karya peneliti ITB sebagai salah satu alternatif teknologi guna mendukung transisi energi masyarakat. Pembahasan difokuskan pada kerangka besar kolaborasi, di mana ITB melalui Konsorsium Riset multi-disiplinnya siap menyediakan dukungan kepakaran, mulai dari teknologi kelistrikan, rekayasa material, hingga desain produk.
Sementara itu, pihak PLN Pusharlis menegaskan komitmennya dalam mencari terobosan dan inovasi yang dapat mendorong keberhasilan program konversi energi. Fokus PLN adalah memastikan kesiapan teknologi pendukung dan mendorong keterlibatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), sehingga ekosistem inovasi dapat tumbuh tanpa harus bergantung pada produk impor.
Pertemuan strategis ini diharapkan menjadi pijakan awal bagi kolaborasi yang lebih konkret. Ke depannya, hasil penjajakan akan dilaporkan kepada manajemen pusat PLN Pusharlis untuk selanjutnya diselaraskan dengan payung kerja sama (MoU) yang sudah ada, guna mewujudkan kemandirian teknologi energi di Indonesia secara efisien dan tepat sasaran.
Kontributor: Nada Raudah Mumtazah
