Enter your keyword

DRI ITB Terima Kunjungan Studi Banding Universitas Airlangga: Berbagi Praktik Tata Kelola Riset dan Transformasi Layanan Administrasi

DRI ITB Terima Kunjungan Studi Banding Universitas Airlangga: Berbagi Praktik Tata Kelola Riset dan Transformasi Layanan Administrasi

DRI ITB Terima Kunjungan Studi Banding Universitas Airlangga: Berbagi Praktik Tata Kelola Riset dan Transformasi Layanan Administrasi

BANDUNG, dri.itb.ac.id – Direktorat Riset dan Inovasi (DRI) Institut Teknologi Bandung (ITB) menyambut hangat kunjungan delegasi dari Universitas Airlangga (UNAIR) pada Selasa (02/06/26). Kunjungan ini ditujukan untuk mendiskusikan strategi tata kelola ekosistem riset, manajemen pusat penelitian, serta inovasi layanan administratif yang diterapkan di lingkungan ITB.

Delegasi dari UNAIR dipimpin langsung oleh jajaran pimpinan DRI UNAIR, di antaranya Prof. Dr. Purwo Sri Rejeki, dr., M.Kes. selaku Direktur DRI UNAIR; Dr. Kurnia Dwi Artanti, dr., M.Sc. selaku Kepala Subdirektorat Riset Internasional dan Penguatan Pusat Penelitian; serta Hadi Surahman Indra Ferianto, S.Hum. selaku Kepala Sie Pengembangan Riset Global dan Pusat Riset.

Dalam diskusi tersebut, perwakilan DRI ITB memaparkan arsitektur penelitian institut yang bertumpu pada Kelompok Keahlian (KK) sebagai ujung tombak roadmap keilmuan dan pengembangan karier dosen. Saat ini, ITB mengelola 36 pusat dan pusat penelitian, di mana 12 di antaranya telah meraih status Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi (PUI-PT) dari kementerian. Inisiatif pembentukan pusat kajian baru dapat dilakukan secara bottom-up dengan syarat administratif yang ketat dan persetujuan dari Senat Akademik untuk memastikan urgensi serta diferensiasi fokus keilmuan.

Terkait pendanaan, ITB memperkenalkan skema pembiayaan seed funding yang dirancang secara kompetitif khusus untuk pusat penelitian. Skema ini mencakup pendanaan program Post-Doctoral senilai 200 juta Rupiah dan program Talenta Unggul senilai 60 juta Rupiah per tahun. Investasi sumber daya manusia ini ditargetkan untuk memacu luaran publikasi jurnal top tier (Q1/Q2) dalam waktu satu tahun.

Salah satu kebijakan proaktif ITB yang mendapat sorotan positif dari Prof. Purwo Sri Rejeki adalah sistem dana talangan institut. Untuk menjaga kelancaran operasional riset, ITB mencairkan dana talangan 100% di awal kontrak, sehingga peneliti tidak perlu menunggu termin pencairan dari pihak pemberi dana.

Poin krusial lain yang menarik perhatian delegasi UNAIR adalah pendekatan “pelayanan penuh” dari DRI ITB terhadap proses administrasi riset. DRI ITB menugaskan tim Admin Riset (Account Representative) untuk mengawal manajemen keuangan secara end-to-end, mulai dari penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB), alokasi perbendaharaan, hingga pelaporan SPTB dan audit kelengkapan bukti transaksi. Transformasi ini sangat didukung oleh MyPPM (My Penelitian dan Pengabdian Masyarakat), sebuah sistem informasi terintegrasi yang dikembangkan oleh ITB. Platform ini bertindak sebagai basis data tunggal (source of truth) untuk rekam jejak portofolio proyek dosen ITB. Sistem ini terhubung langsung dengan sistem kepegawaian (HRIS) untuk pelaporan Beban Kerja Dosen (BKD), penarikan data sitasi otomatis, hingga evaluasi kapasitas pakar untuk penugasan proyek strategis di masa mendatang.

Terkait pelaporan dana riset, Kepala Subdirektorat Keuangan Dan Anggaran, Raditya Panji Birama, A.Md., S.E. menjelaskan, “Kalau peneliti kan begitu pertanggungjawaban di sini, mereka cuma ngasih bukti. Jadi tidak membuat apa-apa. Kita yang ngecek buktinya, kita yang rekapnya, kemudian kita yang membuat budgeting-nya semuanya. Akhirnya jadi laporan itu kita yang buat.” Prinsip pelayanan yang sama juga diusung dalam pengelolaan sistem digital MyPPM. “Menghindari dosen entry sendiri (memasukkan data secara manual). Sistemnya dibikin narik data langsung dari Scopus,” tambah Kepala Subdirektorat Sarana, Prasarana, dan Sistem Informasi, Housny Mubarok, S.T. selaku pengembang sistem MyPPM ITB. 

DRI ITB juga secara aktif membangun kultur penelitian melalui program capacity building. Fasilitas coaching clinic secara yang bertujuan mendampingi sivitas akademika hingga tahap submit jurnal hingga Q1, serta sharing session rutin ke berbagai fakultas terus digalakkan untuk mendorong partisipasi riset dari dosen.

Kunjungan ditutup dengan komitmen dari kedua belah pihak untuk terus menjalin komunikasi strategis. Delegasi UNAIR mengapresiasi keterbukaan ITB dalam membagikan praktik terbaiknya, yang diharapkan dapat menjadi referensi berharga bagi penyempurnaan sistem manajerial riset dan akselerasi inovasi di Universitas Airlangga.

 

Kontributor: Nada Raudah Mumtazah