Enter your keyword

FTI ITB Kembangkan Mikrohidro Pintar dengan Sistem Kontrol Aliran Otomatis

FTI ITB Kembangkan Mikrohidro Pintar dengan Sistem Kontrol Aliran Otomatis

FTI ITB Kembangkan Mikrohidro Pintar dengan Sistem Kontrol Aliran Otomatis

BANDUNG, dri.itb.ac.id – Direktorat Riset dan Inovasi (DRI) Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali melaksanakan rangkaian kunjungan (site visit) kepada para penerima dana Program Inovasi Unggul Berdampak Tahun 2025. Pada Jumat (6/2/2026), tim DRI menyambangi Laboratorium Inovasi Cyber Physical System, Program Studi Teknik Fisika, Fakultas Teknologi Industri (FTI) ITB. 

Kunjungan ini bertujuan meninjau kemajuan riset yang dipimpin oleh Dr. Ir. Eko Mursito Budi, M.T. dengan topik riset beliau yang berjudul “Pengembangan Mikrohidro dengan Sistem Kontrol Aliran Otomatis”. Riset ini merupakan respons terhadap kebutuhan mitra industri, PT Citra Abadi Utama (Hexa Hydro), untuk memodernisasi sistem pembangkit listrik tenaga mikrohidro yang sudah ada agar lebih efisien.

Perusahaan ini telah memproduksi mikrohidro sejak tahun 1990-an dan memasarkannya hingga ke mancanegara, termasuk Jepang dan Afrika. Namun, teknologi yang ada saat ini masih menggunakan pengatur pintu air (guide vane) untuk mengontrol debit air yang masuk ke mesin secara manual menggunakan roda setir. Masalah timbul ketika pemakaian listrik sedang rendah. Karena pintu air tidak bisa mengecil secara otomatis, mesin tetap menghasilkan listrik berlebih yang akhirnya terpaksa dibuang sia-sia ke alat pembuang panas (ballast).

“Jadi mikrohidro yang selama ini dikembangkan hanya mampu mengubah aliran air menjadi listrik apa adanya. Kalau bebannya besar, bisa dipenuhi. Tetapi kalau bebannya kecil, dayanya tidak terpakai dan dibuang ke ballast. Hal ini sangat disayangkan,” jelas Ir. Estiyanti Ekawati, anggota tim peneliti yang turut hadir dalam diskusi tersebut.

Kolaborasi Dosen, Mahasiswa, dan Teknisi

Untuk menjawab tantangan tersebut, tim peneliti mengembangkan Guide Vane Control System. Ini merupakan sistem otomasi yang menggantikan pengoperasian manual menjadi digital. Pengembangan ini tidak hanya dilakukan oleh dosen, tetapi juga melibatkan kolaborasi aktif mahasiswa dan teknisi program studi.

Dua mahasiswa Teknik Fisika, Muhammad Rafish (TF’24) dan Anindito Art Firdaus (TF’22), berperan penting dalam tahap perancangan dan simulasi. Proses diawali dengan simulasi komputer (Computational Fluid Dynamics) untuk mencari sudut kemiringan pintu air yang paling optimal agar putaran turbin maksimal.

“Kami mencari variasi guide vane yang optimal. Disimulasikan terlebih dahulu agar bisa diperhitungkan torsi maksimalnya sebelum alat dibuat,” ungkap Rafish.

Di sisi perangkat keras, dukungan teknis diberikan oleh Favian Widyardhana (TF’22) dan Soleh Solahuddin, teknisi Teknik Fisika ITB. Favian menjelaskan bahwa panel kontrol yang dibuat sangat kompleks karena tidak hanya mengatur mikrohidro, tetapi juga dirancang sebagai sistem energi hibrida (Hybrid Energy System).

“Panel ini memiliki beberapa masukan sumber energi, mulai dari mikrohidro, energi bayu (angin), hingga PLTS (surya). Di dalamnya juga sudah dilengkapi Smart Controller berbasis IoT untuk pemantauan jarak jauh,” jelas Favian.

Mekanisme Kerja dan Manfaat

Secara sederhana, kerja alat ini fokus pada kestabilan putaran generator. Sistem akan membaca kecepatan putaran generator melalui Variable Speed Drive (VSD) dan membandingkannya dengan set point yang ditentukan. Jika terjadi peningkatan pemakaian listrik (beban naik) dan putara mesin melambat, sistem secara otomatis memerintahkan motor penggerak untuk memutar dan membuka guide vane lebih lebar, sehingga debit air yang masuk ke turbin bertambah.

Sebaliknya, jika pemakaian listrik turun, guide vane akan menutup secara otomatis untuk mengurangi debit air. Dengan mekanisme ini, daya listrik yang dihasilkan selalu sesuai dengan kebutuhan, sehingga tidak ada energi yang terbuang percuma.

Harapan untuk Kemandirian Bangsa

Manfaat dari pengembangan produk ini sangat signifikan bagi efisiensi energi dan daya saing industri nasional. Dengan adanya sistem kontrol otomatis, produk mikrohidro buatan anak bangsa ini tidak hanya mengandalkan keunggulan mekanik, tetapi juga memiliki kecerdasan buatan (AI) dan konektivitas IoT. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan nilai jual dan daya saing produk Hexa Hydro di pasar internasional.

Dr. Ir. Eko Mursito Budi, M.T. menyampaikan harapannya agar integrasi teknologi modern ini dapat membawa produk lokal semakin berjaya di kancah global. “Kami ingin membantu mitra agar produknya memiliki daya saing lebih, baik di nasional maupun internasional, serta membawa nama bangsa,” ujarnya. 

Ke depannya, Laboratorium Inovasi dan Laboratorium Fabrikasi yang baru didirikan ini diharapkan menjadi pusat pengembangan teknologi yang mendukung implementasi Industri 4.0 di Indonesia.

 

Kontributor: Aura Salsabila Alviona