Enter your keyword

ITB dan L’Oréal Indonesia Dorong Perempuan Peneliti melalui For Women in Science 2026

ITB dan L’Oréal Indonesia Dorong Perempuan Peneliti melalui For Women in Science 2026

ITB dan L’Oréal Indonesia Dorong Perempuan Peneliti melalui For Women in Science 2026

Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali menjadi tuan rumah kegiatan Roadshow dan Sosialisasi L’Oréal-UNESCO For Women in Science (FWIS) National Fellowship 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk mendorong semakin banyak perempuan Indonesia berkiprah dan menghasilkan kontribusi nyata melalui penelitian ilmiah. Acara diselenggrakan di Ruang Auditorium Lt. 8 Gedung CRiMSE (d.h. PAU), ITB Bandung, pada hari Selasa, 26 Mei 2025, pukul 13:30-16:00 WIB.

Acara menghadirkan berbagai pemangku kepentingan yang selama ini terlibat dalam program FWIS, mulai dari para dewan juri, yaitu: Prof. Fenny Martha Dwivany, S.Si., M.Si., Ph.D., Dr. rer. nat. Neni Sitawardani, dan Dr. Eko Yulianto, perwakilan L’Oréal Indonesia, Magdalena Rospita hingga para penerima fellowship tahun-tahun sebelumnya yang berbagi pengalaman kepada calon peserta, di antaranya: Dr. Maria Apriliani Gani, S.Farm., M.Farm. dan Rindia Maharani Putri, S.Si., M.Si., M.Sc., Ph.D.

Dalam sambutannya, Deputi Direktur Bidang Inovasi Sains dan Teknologi Direktorat Riset dan Inovasi ITB, Dr.Eng. Isty Adhitya Purwasena, S.Si., M.Si., menyampaikan apresiasi atas kemitraan yang telah terjalin antara ITB dan L’Oréal Indonesia dalam mendukung pengembangan riset perempuan di Indonesia. Menurutnya, program ini telah menjadi salah satu wadah penting yang memberikan kesempatan bagi peneliti perempuan untuk mengembangkan gagasan dan penelitian yang berdampak bagi masyarakat.

Ia menyoroti bahwa perempuan peneliti sering kali menghadapi berbagai tantangan yang tidak ringan. Selain menjalankan peran sebagai akademisi dan peneliti, banyak di antaranya juga memikul tanggung jawab sebagai ibu dan anggota keluarga. Oleh karena itu, dukungan melalui program seperti For Women in Science menjadi sangat penting untuk memperkuat keberlanjutan karier riset perempuan Indonesia.

Dr. Isty juga mengungkapkan kebanggaannya terhadap capaian ITB dalam program ini. Selama lebih dari dua dekade penyelenggaraan FWIS di Indonesia, ITB tercatat sebagai institusi dengan jumlah penerima fellowship terbanyak. Capaian tersebut menunjukkan kuatnya ekosistem penelitian dan kontribusi perempuan peneliti di lingkungan kampus.

Lebih dari Dua Dekade Mendukung Perempuan Peneliti

Perwakilan L’Oréal Indonesia, Corporate Affairs & Impact Director, L’Oréal Indonesia, Magdalena Rospita, menjelaskan bahwa program For Women in Science merupakan salah satu program sosial unggulan yang dijalankan L’Oréal secara global bersama UNESCO.

Program ini lahir dari keyakinan bahwa kemajuan ilmu pengetahuan membutuhkan keberagaman perspektif, termasuk kontribusi perempuan. Melalui FWIS, perempuan peneliti tidak hanya memperoleh dukungan pendanaan penelitian, tetapi juga kesempatan pengembangan kapasitas, jejaring internasional, serta pengakuan atas karya ilmiah mereka.

Secara global, program For Women in Science telah mendukung ribuan perempuan ilmuwan di berbagai negara. Sementara di Indonesia, program ini telah berjalan selama 22 tahun dan telah memberikan fellowship kepada 79 perempuan peneliti. Bahkan, sejumlah penerima fellowship dari Indonesia berhasil menorehkan prestasi di tingkat internasional melalui program Rising Talents.

Empat Fellowship untuk Tahun 2026

Pada tahun 2026, L’Oréal-UNESCO For Women in Science kembali membuka kesempatan bagi perempuan peneliti Indonesia melalui dua kategori utama, yaitu Life Sciences dan Non-Life Sciences.

Sebanyak empat peneliti terpilih akan menerima fellowship berupa dana penelitian senilai Rp100 juta untuk mendukung pelaksanaan riset yang mereka usulkan. Program ini terbuka bagi peneliti perempuan yang memiliki gagasan penelitian inovatif dan berpotensi memberikan dampak bagi pengembangan ilmu pengetahuan maupun penyelesaian berbagai tantangan masyarakat.

Selain pendanaan, para penerima fellowship juga akan memperoleh pelatihan pengembangan diri, kesempatan berjejaring dengan komunitas ilmuwan perempuan global, serta berbagai peluang kolaborasi ilmiah yang dapat memperluas dampak penelitian mereka.

Inspirasi dari Para Alumni

Salah satu sesi yang paling menarik dalam kegiatan sosialisasi ini adalah berbagi pengalaman dari para penerima fellowship tahun-tahun sebelumnya. Kehadiran para alumni memberikan gambaran nyata mengenai proses seleksi, pengalaman menyusun proposal penelitian, hingga manfaat yang diperoleh setelah menjadi bagian dari komunitas For Women in Science.

Beragam penelitian yang pernah didukung melalui program ini menunjukkan luasnya kontribusi perempuan Indonesia dalam dunia sains. Mulai dari pengembangan biomaterial untuk implan ortopedi, pemanfaatan biomassa untuk bioplastik, penelitian protein keratin untuk bidang kesehatan, pengembangan biomarker kanker, hingga inovasi di sektor ketahanan pangan dan akuakultur. Seluruh penelitian tersebut berkontribusi dalam menjawab tantangan nyata yang dihadapi masyarakat.

Mendorong Generasi Ilmuwan Perempuan Masa Depan

Melalui penyelenggaraan sosialisasi ini, ITB dan L’Oréal Indonesia berharap semakin banyak perempuan peneliti yang berani mengembangkan gagasan, mengajukan proposal penelitian, dan berpartisipasi dalam program For Women in Science 2026.

Lebih dari sekadar program pendanaan, FWIS menjadi ruang untuk menghadirkan ilmuwan perempuan yang tidak hanya unggul dalam penelitian, tetapi juga mampu menginspirasi generasi berikutnya. Sebab, seperti pesan yang terus diusung program ini selama lebih dari dua dekade, dunia membutuhkan sains, dan sains membutuhkan perempuan.

Tahapan dan Tips Persiapannya Mendapatkan Fellowship FWIS 2026

Program L’Oréal-UNESCO For Women in Science (FWIS) National Fellowship 2026 kembali membuka kesempatan bagi perempuan peneliti Indonesia untuk mendapatkan dukungan pendanaan penelitian. Melalui program ini, empat peneliti terpilih akan memperoleh fellowship senilai Rp100 juta untuk mengembangkan riset yang mereka usulkan.

Dalam kegiatan Roadshow dan Sosialisasi FWIS 2026 di Institut Teknologi Bandung (ITB), para peserta mendapatkan penjelasan mengenai proses seleksi, persiapan proposal, hingga pengalaman langsung dari para penerima fellowship tahun-tahun sebelumnya.

Memahami Kategori Penelitian

Sebelum mendaftar, calon peserta perlu memastikan bahwa topik penelitiannya sesuai dengan kategori yang dibuka oleh program FWIS. Pada tahun 2026, penghargaan diberikan kepada empat peneliti dari dua kelompok bidang keilmuan, yaitu:

  • Life Sciences
  • Non-Life Sciences, seperti teknik, matematika, fisika, dan bidang terkait lainnya.

Dua pemenang akan dipilih dari masing-masing kategori.

Menyiapkan Proposal Penelitian yang Kuat

Dalam sesi sosialisasi, para narasumber menekankan pentingnya proposal penelitian sebagai komponen utama dalam proses seleksi. Proposal harus mampu menjelaskan:

  • Permasalahan yang ingin diselesaikan.
  • Kebaruan atau inovasi penelitian.
  • Metodologi yang akan digunakan.
  • Potensi dampak penelitian bagi masyarakat maupun pengembangan ilmu pengetahuan.
  • Rencana penggunaan dana fellowship secara jelas dan realistis.

Peserta juga dianjurkan memanfaatkan kesempatan berdiskusi dengan para alumni penerima fellowship untuk memperoleh gambaran mengenai penyusunan proposal yang kompetitif.

Belajar dari Alumni Penerima Fellowship

Salah satu keuntungan mengikuti roadshow adalah kesempatan bertemu langsung dengan penerima fellowship tahun-tahun sebelumnya. Para alumni membagikan pengalaman mereka mulai dari proses penyusunan proposal, tahapan seleksi, hingga pelaksanaan penelitian setelah memperoleh pendanaan.

Pengalaman tersebut dapat menjadi referensi berharga bagi calon peserta dalam menyusun strategi pengajuan proposal.

Menyiapkan Diri untuk Tahapan Seleksi

Selain kualitas penelitian, peserta juga perlu mempersiapkan kemampuan komunikasi ilmiah. FWIS tidak hanya memberikan pendanaan penelitian, tetapi juga membuka akses terhadap pelatihan pengembangan diri, jaringan ilmiah internasional, dan berbagai kesempatan kolaborasi. Oleh karena itu, kemampuan menjelaskan penelitian secara jelas dan meyakinkan menjadi nilai tambah dalam proses seleksi.

Jangan Lewatkan Kesempatan Bertanya

Dalam sambutannya, pihak Direktorat Riset dan Inovasi ITB mendorong para peserta untuk memanfaatkan sesi sosialisasi sebaik mungkin. Calon pendaftar dianjurkan menggali informasi sebanyak-banyaknya mengenai persyaratan, mekanisme seleksi, maupun karakteristik proposal yang dinilai unggul oleh dewan juri.

Melalui persiapan yang matang dan proposal yang berkualitas, program FWIS diharapkan dapat melahirkan lebih banyak perempuan peneliti Indonesia yang mampu menghasilkan inovasi dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Cara Mendaftar L’Oréal-UNESCO For Women in Science (FWIS) 2026: Panduan Lengkap bagi Perempuan Peneliti

Kabar baik bagi para perempuan peneliti Indonesia. Program L’Oréal-UNESCO For Women in Science (FWIS) National Fellowship 2026 kembali dibuka dan siap memberikan dukungan pendanaan penelitian bagi empat peneliti terpilih.

Dalam kegiatan Roadshow dan Sosialisasi FWIS 2026 di Institut Teknologi Bandung (ITB), tim L’Oréal Indonesia menjelaskan secara rinci tahapan pendaftaran, dokumen yang harus disiapkan, hingga tips agar proses pengajuan proposal berjalan lancar.

Langkah Pertama: Buat Akun di Portal FWIS

Proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui portal resmi FWIS.

Calon peserta dapat mengunjungi situs:

www.forwomeninscience.com

Bagi pendaftar yang baru pertama kali mengikuti program ini, langkah awal yang harus dilakukan adalah membuat akun terlebih dahulu. Pendaftar diminta memasukkan alamat email dan membuat kata sandi. Setelah proses registrasi selesai, sistem akan mengirimkan email verifikasi yang berisi tautan untuk melengkapi profil peserta.

Lengkapi Profil Peneliti

Setelah akun aktif, peserta perlu mengisi informasi pribadi secara lengkap, antara lain:

  • Nama lengkap
  • Kewarganegaraan
  • Tempat tinggal
  • Alamat email
  • Curriculum Vitae (CV)

Informasi ini menjadi bagian dari profil peneliti yang akan digunakan dalam proses seleksi administrasi.

Pilih Program Nasional Indonesia

Setelah profil selesai diisi, peserta diarahkan ke menu National and Regional Programs.

Pada tahap ini, peserta tidak memilih kategori International Awards, melainkan memilih program nasional Indonesia melalui peta negara yang tersedia di sistem. Setelah memilih Indonesia, peserta dapat membuka halaman program dan menekan tombol Apply Now untuk memulai pengajuan proposal.

Perlu diketahui bahwa tombol pendaftaran baru akan aktif mulai 1 Juni 2026. Sebelum tanggal tersebut, halaman hanya menampilkan hitung mundur pembukaan pendaftaran.

Tentukan Kategori Penelitian

Saat mengisi formulir aplikasi, peserta harus menentukan kategori penelitian yang sesuai, yaitu:

  • Life Sciences
  • Non-Life Sciences

Pemilihan kategori ini penting karena akan menentukan kelompok penilaian proposal selama proses seleksi.

Peserta juga diminta mengisi bidang ilmu (discipline) dan subbidang ilmu (sub-discipline). Apabila bidang penelitian yang dimiliki belum tersedia dalam daftar pilihan, peserta dapat menuliskannya secara manual pada kolom Area of Specialization.

Siapkan Proposal dan Dokumen Pendukung

Tahap berikutnya adalah mengunggah dokumen yang menjadi inti penilaian, yaitu:

  1. Proposal penelitian (Research Proposal)
  2. Dokumen pendukung (Supporting Documents)

Seluruh dokumen harus diunggah dalam format PDF. Selain itu, sistem menetapkan batas ukuran berkas maksimal 2 MB untuk setiap unggahan. Karena keterbatasan ukuran tersebut, peserta perlu memastikan proposal dan CV disusun secara ringkas namun tetap informatif. CV yang diunggah juga dibatasi hanya satu halaman.

Jangan Menunggu Hingga Hari Terakhir

Panitia menetapkan 6 September 2026 sebagai batas akhir pengajuan aplikasi. Namun peserta disarankan untuk tidak menunggu hingga mendekati tenggat waktu.

Mengunggah dokumen lebih awal memberikan kesempatan untuk melakukan pengecekan ulang terhadap data, memperbaiki kekeliruan administrasi, serta menghindari kendala teknis yang mungkin terjadi menjelang penutupan sistem.

Manfaatkan Kanal Informasi Resmi

Untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai jadwal, pengumuman, maupun sesi tanya jawab, calon peserta dapat mengikuti akun media sosial L’Oréal Indonesia yang secara rutin memberikan pembaruan mengenai program FWIS. Selain itu, panitia juga menyediakan layanan bantuan melalui alamat email resmi program bagi peserta yang memerlukan penjelasan lebih lanjut terkait proses pendaftaran maupun persyaratan proposal.

Kesempatan untuk Mengembangkan Riset Berdampak

FWIS bukan sekadar program pendanaan penelitian. Program ini juga menjadi wadah pengakuan terhadap kontribusi perempuan dalam dunia sains serta membuka akses ke jaringan ilmiah yang lebih luas.

Melalui persiapan proposal yang matang, pemilihan kategori yang tepat, serta kelengkapan dokumen administrasi, para peneliti perempuan Indonesia memiliki kesempatan untuk menjadi bagian dari komunitas ilmuwan yang selama lebih dari dua dekade telah melahirkan berbagai penelitian berdampak bagi masyarakat dan perkembangan ilmu pengetahuan.

Catatan penting:

  • Pembukaan sistem pendaftaran: 1 Juni 2026
  • Batas akhir pengajuan proposal: 6 September 2026
  • Kategori: Life Sciences dan Non-Life Sciences
  • Dana fellowship: Rp100 juta untuk masing-masing penerima
  • Format unggahan: PDF
  • Ukuran maksimal berkas: 2 MB

 

Youtube: Sosialisasi L’Oréal–UNESCO For Women in Science – Indonesia Program 2026