Enter your keyword

ITB dan LPS Gelar Scientific Workshop untuk Dorong Riset Menuju Indonesia Emas 2045

ITB dan LPS Gelar Scientific Workshop untuk Dorong Riset Menuju Indonesia Emas 2045

ITB dan LPS Gelar Scientific Workshop untuk Dorong Riset Menuju Indonesia Emas 2045

Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sukses menyelenggarakan Scientific Workshop dengan tema utama “Program Pendanaan Kolaborasi Penelitian Menuju Indonesia Emas 2045”. Acara yang diadakan di Auditorium Campus Center Timur ITB ini menjadi wadah strategis bagi para peneliti untuk memaparkan hasil riset unggulan yang didukung oleh pendanaan kolaborasi.

Workshop ini berlangsung pada hari Selasa 25 November 2025, dari pukul 08.00 hingga 16.00, dan dibuka secara resmi oleh Direktur Riset dan Inovasi ITB, Prof. Dr. apt. Elfahmi, S.Si., M.Si. dan Herman Saheruddin, MSM, Ph.D., perwakilan dari LPS.

Dalam sambutannya, Direktur Riset dan Inovasi ITB, Profesor Dr. Elfahmi, melaporkan bahwa kolaborasi ini telah mendukung sekitar 15 grup riset ITB dari berbagai bidang untuk bekerja sama dengan peneliti di Amerika Serikat, termasuk Massachusetts Institute of Technology (MIT). Prof. Elfahmi menegaskan bahwa tujuan utamanya adalah menghasilkan luaran riset yang memiliki dampak besar bagi institusi, dan secara khusus bagi Indonesia, selaras dengan jargon Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikti Ristek) yaitu riset yang “berdampak”.

Senada dengan itu, Kepala Kantor Perwakilan LPS, Herman Saheruddin, menekankan peran lembaganya dalam memberdayakan masyarakat melalui inovasi dan penelitian yang dapat diaplikasikan pada industri dan pembuatan kebijakan publik. Ia berharap riset yang dihasilkan akademisi dapat terhilirisasi dan tersampaikan kepada industri serta pengambil kebijakan.

Sesi Utama dan Keynote Speech

Sesi pagi diwarnai oleh dua Keynote Speaker inspiratif:

  • Keynote Speaker 1: Dibawakan oleh Prof. Dr. Andrivo Rusydi, Ph.D. (NUS), dengan topik “Conducting Impactful Research and Publishing in Journals”.
  • Keynote Speaker 2: Dibawakan oleh Prof. Dr. Ir. Suwarno, M.T. (ITB), yang membahas “How to Secure Competitive Research Grant”.

Kedua sesi keynote dimoderatori oleh Faizal Immaddudin Wira Rohmat, S.T., M.T., Ph.D. dari FTSL ITB. Di sela-sela sesi utama, diadakan pula kegiatan Registrasi dan Morning Coffee, serta sesi Foto dan Poster yang mengundang perwakilan ITB dan LPS ke panggung.

Prof. Andrivo memaparkan pentingnya mempublikasikan temuan riset yang unik di jurnal-jurnal papan atas dunia seperti Nature dan Science. Ia berpendapat bahwa rekam jejak publikasi di jurnal top merupakan prasyarat mutlak bagi peneliti Indonesia untuk bersaing secara global dan membuka pintu interaksi dengan industri internasional.

Prof. Andrivo juga menyoroti kebutuhan mendasar bagi mahasiswa dan peneliti di Indonesia, termasuk akses penuh ke jurnal-jurnal top, karena menurut pengalamannya, riset yang sesungguhnya berada di luar lingkup buku teks (textbook) dan memerlukan analisis data yang mendalam. Ia mendesak agar segera disediakan akses ke jurnal Nature dan Science untuk mendukung ambisi Indonesia mencapai target menjadi 45 negara teratas dalam riset pada tahun 2045.

Salah satu contoh risetnya adalah pengembangan teknik baru dalam fisika kuantum untuk mendeteksi perubahan protein dalam virus dengue, yang juga memiliki potensi aplikasi dalam industri makanan laut budidaya.

Usai pemaparan acara dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata diserahkan kepada Prof. Andrivo oleh Deputi Direktur Bidang Riset dan Diseminasi, Nur Ahmadi, S.T., M.Eng., Ph.D.

Sementara itu, dalam sesi Keynote Speech kedua, Prof. Dr. Ir. Suwarno, M.T., Guru Besar STEI ITB, membagikan wawasan mengenai “How to Secure Competitive Research Grant”. Ia menekankan bahwa kunci keberhasilan riset adalah proposal yang memiliki clear problem statement, metodologi yang realistis, dan tim yang solid. Prof. Suwarno mencontohkan keberhasilannya dalam menjalin kolaborasi jangka panjang dengan PLN selama 15 tahun, yang membuktikan bahwa inovasi memerlukan kesabaran dan konsistensi.

Presentasi Riset Unggulan Berdampak

Inti dari workshop ini adalah pemaparan hasil kolaborasi dan riset para dosen dan peneliti ITB, yang dibagi dalam Sesi Pagi dan Sesi Sore.

Sesi Pagi (Dimoderatori oleh Adilan Widyawan Mahdiyasa, S.Si., M.Si., Ph.D.)

Sesi ini mencakup presentasi kolaborasi dengan LPS dan riset terapan lainnya:

  • Presentasi dan diskusi oleh LPS sebagai co-author bersama Prof. Udjianna Sekteria Pasaribu Ph.D. mengenai Enhancing Actuarial Models for Geographical-Based Risk Management in Indonesia.
  • Presentasi kolaborasi LPS bersama Prof. Dr. Delik Hudalah S.T., M.T., M.Sc. tentang Pragmatism and Megaproject Planning: Analyzing Indonesia’s National Strategic Projects Policy and Its Contributions to Global South Planning Theories.
  • Riset tentang Valorization of High Pressure Acid Leaching Plant’s Residue of Nickel Laterite Ore for Iron-Based Functional Materials oleh Prof. Dr. Ir. Mohammad Zaki Mubarok, S.T, M.T. (FTTM).
  • Riset Optical Biosensors and Biodevices for Rapid Tuberculosis Detection oleh Dr. Eng. Muhammad Iqbal S.T., M.T. (FTI).

Chief Economist dari Grup Riset LPS, Muhammad Rifqi mengisi acara sebagai pembicara ketiga usai presentasi dari Prof. Delik, selain pengenalan dan peran LPS dalam dua topik riset di aspek Pembangunan ekonomi dan pengembangan industri asuransi, Rifqi juga menyampaikan bahwa setiap kontribusi dan partisipasi aktif itu penting, tidak peduli seberapa kecilnya. Usai sesi tanya jawab, acara dilanjutkan dengan serah terima cinderamata kepada pembicara dari LPS oleh Prof. Elfahmi.

Di sesi tersebut Prof. Udjianna Sekteria Pasaribu Ph.D. diwakili oleh Prof. Sapto W. Indratno dan Prof. Dr. Ir. Mohammad Zaki Mubarok, S.T, M.T. diwakili oleh Taufiq Hidayat, S.T, M.Phil., Ph.D. untuk mempresentasikan materinya.

Sesi Sore (Dimoderatori oleh Ainul Maghfirah S.Si., M.Si., Ph.D. Eng. dari FMIPA ITB)

Sesi sore menampilkan serangkaian presentasi di bidang material, energi, hingga kecerdasan buatan, termasuk:

  • Development of nanosheet-based membranes for the effective desalination oleh Prof. Ir. I Gede Wenten, M.Sc., Ph.D. (FTI). Diwakili oleh Dr. Khoiruddin, S.T., M.T.
  • Designing Nano-Porous Materials andExsolvedd Nano-Catalysts for H₂ Production via H₂O Splitting and CO₂ Reuse oleh Prof. Dr. Yogi Wibisono Budhi, S.T, M.T. (FTI) diwakili oleh penerima penghargaan Habibie Prize 2025, Dr. rer. nat. Rino Rakhmata Mukti, S.Si., M.Sc. 
  • Exploring Mechanical Characteristics of Next Generation Solid-State Battery oleh Dr. Bentang Arief Budiman S.T., M.Eng. (FTMD)
  • Light-matter interaction on the air-water interface to increase evaporation oleh Poetro Lebdo Sambegoro, M.Sc., Ph.D. (FTMD)
  • Graph theory and computational approach in designing added-value transformations of natural nanoporous materials oleh Prof. Edy Tri Baskoro, M.Sc., Ph.D. (FMIPA). Dalam pemaparan tentang zeolit Prof. Edy dibantu oleh Dian Hutami Wahyudi, Mahasiswi S3 Kimia di bawah bimbingan Dr. rer. nat. Rino Rakhmata Mukti, S.Si., M.Sc.
  • A Comprehensive Investigation of Tectonic Activity in Indonesia oleh Dr. Ir. Endra Gunawan, S.T., M.Sc. (FTTM)
  • Riset tentang Development of AI-Microscope for Fighting Tuberculosis and Other Diseases in Indonesia oleh Prof. Andriyan Bayu Suksmono, M.T., Ph.D. (STEI).
  • Embodied Artificial Intelligence for Robotics and Autonomous Vehicles oleh Prof. Dr. Ir. Bambang Riyanto Trilaksono (STEI).
  • Study on PM2.5 & Black Carbon (BC) Concentrations, Emission and potential sources in an Urban Area in Indonesia oleh Prof. Ir. Puji Lestari Ph.D. (FTSL) yang diwakilkan kepada Windy Iriana, Ph.D. karena berhalangan hadir.
  • Riset tentang Emerging Sensing Technologies and Data Analytics for Multi-Hazard Risk Modelling: A Case Study for Greater Metropolitan Bandung oleh Prof. Ir. Reini Djuhraeni Wirahadikusumah, MSCE, Ph.D. (FTSL) yang diwakili oleh ProfIrMuhamad Abduh, M.T., Ph.D.
  • Presentasi mengenai Chip Generative AI berbasis Model Transformer oleh Prof. Trio Adiono, S.T., M.T., Ph.D. (STEI) yang diwakili oleh Muhammad Fauzan, mahasiswa S1 Teknik Elektro ITB.

Acara yang juga mencakup sesi Poster Session & Break pada pukul 12.10–13.00 ini ditutup dengan Sambutan Penutup dari Direktur Riset dan Inovasi ITB, Profesor Dr. Elfahmi.

Sinergi antara ITB dan LPS melalui program pendanaan kolaborasi penelitian ini diharapkan dapat menjadi landasan ilmiah yang kokoh dan mendorong lahirnya inovasi yang berdampak bagi kemajuan ilmu pengetahuan, industri, dan pembangunan nasional, khususnya dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045.

Berita Terkait: Workshop Sains ITB-LPS, Tampilkan 15 Kolaborasi Riset Internasional Peneliti ITB dan MIT