ITB dan NTU Singapore Perkuat Kolaborasi Riset melalui Faculty Collaboration Workshop
BANDUNG, dri.itb.ac.id – Institut Teknologi Bandung (ITB) menyelenggarakan acara “Faculty Collaboration Workshop Between ITB Indonesia & NTU Singapore” di Auditorium IPTEKS, CC Timur, ITB, Bandung, pada Kamis (02/07/26). Acara ini bertujuan untuk membangun keunggulan riset melalui program dan kolaborasi institusi yang berdampak.
Mewakili Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi (WRRI) Prof. Ir. Lavi Rizki Zuhal, Ph.D., Dr. Grandprix Thomryes Marth Kadja, M.Si. sebagai Plt. Direktur Riset dan Inovasi (DRI) ITB hadir untuk membuka acara dan menyampaikan sambutan dari pihak ITB, berdampingan dengan Dr. Mohamad Maliki Bin Osman dari NTU. Dalam sambutannya, Dr. Grandprix menegaskan komitmen ITB untuk membangun kolaborasi yang setara dengan perguruan tinggi di luar negeri. Kemitraan ini diarahkan untuk saling menguatkan melalui pertukaran pengetahuan, pengembangan riset bersama, dan penciptaan luaran yang bermanfaat bagi semua pihak.
Dr. Grandprix juga menekankan pentingnya pembenahan ekosistem riset di lingkungan kampus. Beliau menyoroti bahwa mahasiswa program doktor dan peneliti pascadoktor harus ditempatkan sebagai penggerak utama dalam kelompok-kelompok riset unggulan. Melalui penguatan ekosistem ini, ITB menargetkan peningkatan kualitas riset, regenerasi peneliti yang berkelanjutan, serta inovasi yang berkontribusi langsung pada masyarakat dan pembangunan nasional.
Setelah sesi pembuka, agenda dilanjutkan dengan sesi informasi dari NTU yang dihadiri oleh mahasiswa, dosen, peneliti, dan staf fakultas. Acara kemudian masuk pada sesi dialog antar disiplin yang menghadirkan Dr. Grandprix, Dr. Mohamad Maliki Bin Osman, dan Prof. Lydia Wong (NTU) sebagai panelis, dengan dipandu oleh Allya Paramita K selaku moderator.
Sebagai langkah konkret dalam membangun kolaborasi riset, acara ini menghadirkan sharing sessions yang mempertemukan akademisi dari berbagai fakultas di ITB dan NTU. Sesi pertama berfokus pada bidang Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD/MAE) serta Ilmu dan Teknik Material (MSE), dengan paparan dari Prof. Domenico Campolo (NTU), Pramudita S. Palar (ITB), dan Asst. Prof. Prashant Kumar (NTU) mengenai profil keahlian, fokus riset, dan peluang kolaborasi di bidang masing-masing.
Sesi kedua membahas bidang Kimia, Teknik Kimia dan Bioteknologi (CCEB), Teknik Elektro dan Elektronika (EEE/STEI), Teknik Sipil dan Lingkungan (CEE/FTSL), serta Asian School of the Environment (ASE). Materi disampaikan oleh Assoc. Prof. Mahaiela Stuparu, Assoc. Prof. Tang Yi, Asst. Prof. Fu Yuguang, dan Asst. Prof. Feng Lujia dari NTU, serta Dr.Eng. Ir. Arwindra Rizqiawan, S.T., M.T. dan Dr. Anindrya Nastiti, S.T., M.T. dari ITB, yang memperkenalkan kekuatan riset masing-masing fakultas sekaligus membuka peluang kolaborasi lintas disiplin.
Acara ditutup dengan kesimpulan dan arahan penutup dari perwakilan ITB bersama Prof. Lydia Wong dari NTU. Pertemuan ini diharapkan menjadi dasar yang kuat untuk implementasi program kolaborasi riset dan akademik antara ITB dan NTU ke depannya.
Kontributor: Nada Raudah Mumtazah
