ITB dan Pelindo Gelar FGD bertajuk “Strategic Collaboration Pelindo–University: Developing Implementative Research & Innovation for Global Competitiveness”
Institut Teknologi Bandung (ITB) dan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Strategic Collaboration Pelindo–University: Developing Implementative Research & Innovation for Global Competitiveness” sebagai langkah strategis memperkuat kolaborasi riset dan inovasi untuk meningkatkan daya saing pelabuhan Indonesia di tingkat global. Kegiatan berlangsung di Gedung CRCS Conference Hall B, Lantai 2, Kampus ITB Ganesha, Bandung pada hari Selasa 4 November 2025, pukul 08.30–12.15 WIB.
FGD ini dipimpin oleh Febriandika Putra Anggia, S.T., M.Sc., Department Head of Riset dan Inovasi Pelindo, yang menegaskan pentingnya kerja sama riset berbasis kebutuhan nyata industri, khususnya untuk mendukung transformasi Pelindo menuju ekosistem pelabuhan yang modern, efisien, dan berkelanjutan (smart–green–blue port).

Dari pihak ITB, sambutan disampaikan oleh Nur Ahmadi, S.T., M.Eng., Ph.D., Deputi Direktur Bidang Riset dan Diseminasi DRI ITB, yang hadir mewakili Prof. Dr. apt. Elfahmi, S.Si., M.Si., Direktur Direktorat Riset dan Inovasi ITB yang berhalangan hadir. Dalam penyampaiannya, selain memperkenalkan secara khusus DRI ITB pada awal sambutan, Nur Ahmadi menekankan bahwa kolaborasi industri–kampus merupakan fondasi penting dalam menciptakan riset yang aplikatif, inovatif, serta memberikan kontribusi langsung bagi pembangunan sektor logistik nasional.
Bahas Transformasi Pelabuhan: Digitalisasi, Keberlanjutan, dan SDM
FGD dirancang untuk mengidentifikasi topik riset strategis yang dapat dikembangkan bersama antara Pelindo dan ITB. Isu yang menjadi fokus diskusi meliputi: Digitalisasi layanan pelabuhan (smart port, IoT, AI, data analytics), efisiensi operasional terminal dan rantai pasok nasional, pengembangan green port dan blue port, termasuk mitigasi emisi dan circular economy, teknologi dan inovasi sektor maritim (pandu, tunda, navigasi, keselamatan), hilirisasi riset dan ekosistem inovasi, pengembangan SDM, vokasi, dan reskilling–upskilling pegawai Pelindo, dan model kolaborasi riset berkelanjutan antara BUMN dan perguruan tinggi
FGD ini merupakan langkah awal penyusunan roadmap bersama dan identifikasi quick wins yang akan ditindaklanjuti pada tahap kerja sama formal seperti MoU dan PKS.

Peserta ITB
Selain Melia Famiola (SBM) sebagai pembicara utama dari ITB, Peserta ITB yang turut aktif dalam diskusi ini antara lain: Eddy Rachman Gandanegara, S.T., M.T. (FTSL), Prof. Ir. Endra Joelianto, Ph.D. (FTI), Augie Widyotriatmo, S.T., M.T., Ph.D. (FTI), Athaa A. Nurhermandhiya (SBM), Prof. Dr.-Ing. Yul Yunazwin Nazaruddin, IPM. (FTI), Muhammad Akbar, S.T., M.T., Ph.D. (FTI), Ir. Ahmad Mukhlis Firdaus, S.T, M.T., DPhil (FTSL), Meditya Wasesa, S.T., M.Sc., Ph.D. (SBM), Dr. Veterina Nosadila Riaventin, S.T., M.Sc. (FTI), Ir. Ima Fatima M.Eng.
Kolaborasi Strategis untuk Hilirisasi Inovasi
Melalui FGD ini, Pelindo dan ITB menegaskan komitmen bersama untuk merumuskan tema riset prioritas yang langsung menjawab tantangan operasional Pelabuhan, mengembangkan solusi teknologi implementatif melalui kolaborasi lintas fakultas, memperkuat ekosistem inovasi untuk mendukung efisiensi logistik nasional, dan mempersiapkan SDM unggul untuk masa depan industri pelabuhan Indonesia
Kegiatan ditutup dengan penyusunan rekomendasi awal dan rencana tindak lanjut menuju kemitraan jangka panjang yang lebih terstruktur.
