ITB dan SCOPE-HE Bahas Klarifikasi dan Due Diligence Proposal Green Transition
BANDUNG, dri.itb.ac.id – Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui Direktorat Riset dan Inovasi (DRI) menerima kunjungan tim SCOPE-HE dalam agenda Clarification and Due Diligence Meeting. Pertemuan ini menjadi bagian dari proses lanjutan setelah ITB terpilih sebagai preferred candidate untuk proposal pada area green transition dalam program SCOPE-HE. Acara berlangsung di Ruang Rapat A, Lantai 6, Gedung CRCS Kampus ITB, Jalan Ganesa Nomor 10, Bandung, Kamis 18 Juni 2026 dan Jumat 19 Juni 2026, Pukul 10.30-17.00 WIB. Rapat dibuka oleh Direktur Riset dan Inovasi ITB, Prof. Dr. apt. Elfahmi, S.Si., M.Si.
SCOPE-HE atau Sustainable Connectivity Package for Higher Education merupakan program yang didanai oleh Uni Eropa dan menjadi bagian dari inisiatif Global Gateway. Program ini memiliki sejumlah fokus kegiatan, antara lain academic mobility, university cluster, serta penguatan keterhubungan antara institusi pendidikan tinggi, TVET, sektor swasta, dan pemangku kepentingan lain melalui pendekatan Triple/Quadruple Helix.
Dalam pertemuan tersebut, tim SCOPE-HE menjelaskan bahwa agenda klarifikasi dan due diligence dilakukan untuk memastikan kesiapan institusi, kesesuaian sistem administrasi, tata kelola keuangan, mekanisme pengadaan, serta kelengkapan proposal sebelum masuk ke tahap grant agreement. Beberapa aspek yang menjadi perhatian antara lain penyempurnaan workplan, penajaman urutan kegiatan, detail anggaran, serta dokumen pendukung yang dibutuhkan untuk proses administrasi hibah.
Dari pihak SCOPE-HE, pertemuan dihadiri oleh Christian Lanang Laut, Taufan, Ni Sadharwati, Rosyidah Handayani, dan Puspa Verena. Christian Lanang Laut hadir dalam kapasitas monitoring and evaluation, Taufan sebagai finance manager, Ni Sadharwati sebagai grant management consultant, Puspa Verena sebagai TVET program officer, serta Rosyidah Handayani sebagai senior program manager SCOPE-HE.
Dari pihak ITB, hadir sejumlah dosen dan perwakilan fakultas, yaitu Sahat Hutajulu dari Sekolah Bisnis dan Manajemen, Thomas Budiarto dari Fakultas Teknologi Industri, Grandprix T. M. Kadja dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Alvina Kusumadewi Kuncoro dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Rinovia Simanjuntak dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Kevin Marojahan Banjar Nahor dari Sekolah Teknik Elektro dan Informatika, serta Henndy Ginting dari Sekolah Bisnis dan Manajemen. Sementara itu, dari DRI ITB hadir Noviyanti, Raditya, Antonius, dan Housny.
Dalam diskusi, ITB memaparkan mekanisme internal terkait pengelolaan hibah dan kegiatan riset, termasuk proses perencanaan anggaran, pengelolaan dana, penggunaan sistem Oracle Fusion, serta alur pengadaan barang dan jasa. Penjelasan ini menjadi bagian penting dalam proses due diligence untuk melihat kesesuaian antara ketentuan SCOPE-HE dengan tata kelola yang berlaku di ITB.
Pembahasan juga menyoroti mekanisme pengadaan di ITB, khususnya untuk kebutuhan riset yang mencakup barang, peralatan, komponen laboratorium, publikasi, serta perjalanan dinas. ITB menjelaskan bahwa proses pengadaan mengikuti aturan internal yang telah ditetapkan, termasuk batas nilai pengadaan, kebutuhan pembanding atau penawaran, serta mekanisme verifikasi melalui unit terkait.
Selain aspek administratif dan keuangan, pertemuan ini juga membahas perlunya penguatan proposal agar lebih siap pada tahap implementasi. Tim SCOPE-HE menyampaikan bahwa dokumen proposal yang telah diperbarui diharapkan dapat memuat workplan dan anggaran yang lebih jelas, sehingga dapat menjadi dasar dalam penyusunan grant agreement.
Melalui pertemuan ini, ITB dan SCOPE-HE berupaya menyelaraskan kebutuhan program, ketentuan pendanaan, serta sistem kelembagaan yang berlaku. DRI ITB menyatakan dukungannya terhadap proses ini sebagai bagian dari upaya memperkuat kerja sama riset, pengembangan kapasitas, dan kontribusi ITB dalam agenda green transition.
Pertemuan tersebut menjadi langkah penting bagi ITB dalam mempersiapkan pelaksanaan program secara lebih matang, transparan, dan akuntabel. Dengan dukungan tim lintas fakultas dan koordinasi bersama DRI ITB, proposal ini diharapkan dapat berlanjut ke tahap berikutnya dan memberikan dampak nyata bagi penguatan ekosistem pendidikan tinggi, riset, serta kolaborasi lintas sektor.
HARI PERTAMA, Kamis 18 Juni 2026

HARI KEDUA, Jumat 19 Juni 2026
