ITB Gelar Workshop “Pengelolaan Persampahan Kampus Menuju Zero Waste”
Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat dan Layanan Kepakaran (DPMK) bekerja sama dengan Direktorat Pengembangan menyelenggarakan Workshop “Pengelolaan Persampahan Kampus ITB Menuju Zero Waste” pada 5 November 2025, di Gedung CRCS Lantai 3, Kampus ITB Ganesha, pukul 08.30–12.00 WIB. Kegiatan yang dihadiri dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa, serta para tamu undangan ini menjadi wujud komitmen ITB membangun ekosistem kampus berkelanjutan.
Workshop ini merupakan bagian tindak lanjut dari Diskusi Awal tentang Riset dan Inovasi Penanganan Sampah yang dilaksanakan pada 2 Oktober 2025 di Ruang Rapat A, Lantai 6, Direktorat Riset dan Inovasi, Gedung CRCS, Jalan Ganesha No. 10, Bandung. Pertemuan lintas unit tersebut menghasilkan arahan pengembangan sistem pengelolaan sampah terintegrasi berbasis riset dan kolaborasi multidisiplin.
Acara Workshop
Workshop dipandu Prof. Ir. Edwan Kardena, Ph.D., yang membuka diskusi mengenai arah dan strategi pengelolaan sampah terintegrasi demi mewujudkan kampus bebas sampah (zero waste).
Pakar Lintas Bidang Hadir sebagai Narasumber
Sejumlah pakar ITB menyampaikan materi, yaitu:
- Prof. Ir. Emenda Sembiring, S.T., M.T., M.Eng.Sc., Ph.D. — Masterplan Pengelolaan Sampah di Kampus ITB
- Dr.Eng. Ir. Pandji Prawisudha — Kinerja Insinerator: Kajian Termal dan Pengendalian Emisi
- Dr. Ir. Haryo Satriyo Tomo, S.T., M.T.
- Prof. Ir. Ramadhani Eka Putra, S.Si., M.Si., Ph.D. — Pengolahan Berbasis Biologis di IPST Sabuga: Prospek dan Tantangan
- Ir. Joko Nugroho, S.T., M.T., Ph.D. — Sarana dan Prasarana Pengelolaan Sampah di ITB
- R. Raditya Ardianto Taepoer, S.Ds., M.Ds., Ph.D. — Merancang Partisipasi Kolektif Menuju Zero Waste Campus
Dihadiri Pimpinan ITB
Turut hadir pimpinan ITB:
- Prof. Ir. Lavi Rizki Zuhal, Ph.D. — Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi
- Prof. Dr. apt. Elfahmi, S.Si., M.Si. — Direktur Riset dan Inovasi
- Prof. Dr.-Ing. Zulfiadi, S.T., M.T. — Direktur Pengabdian kepada Masyarakat dan Layanan Kepakaran
- Ir. R. Sugeng Joko Sarwono, M.T., Ph.D. — Direktur Kawasan Sains dan Teknologi
- Dr.rer.nat. David P. Sahara, S.T., M.T. — Deputi Direktur Pengabdian Masyarakat

Sorotan Materi: Masterplan “Zero Waste Campus”
Salah satu materi workshop ini disampaikan oleh Prof. Ir. Emenda Sembiring, S.T., M.T., M.Eng.Sc., Ph.D., beliau adalah Professor in Waste Circularity and Waste Management and Technology di ITB. Beliau telah lama bekerja pada isu limbah padat, limbah B3, dan plastik; menjadi principal investigator berbagai proyek bertema plastik yang didanai lembaga riset internasional; serta terlibat kolaborasi internasional dengan Jepang, Inggris, Thailand, Vietnam, dan Belanda.
Beliau juga peraih Kriton Kuri Award untuk Best Paper on Waste Management in Developing Countries sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi riset dan inovasi pengelolaan limbah berkelanjutan di negara berkembang pada acara SARDINIA 2025 – 20th International Symposium on Waste Management, Resource Recovery, and Sustainable Landfilling, 13–17 Oktober 2025, di Forte Village, S. Margherita di Pula, Italia.
Pada pemaparan materi workshop ini beliau menegaskan peta jalan Masterplan Pengelolaan Sampah ITB untuk Kampus Ganesha dan Jatinangor dengan target ITB Zero Waste Campus sekaligus penurunan emisi gas rumah kaca (GRK). Masterplan memuat:
- Kondisi eksisting timbulan dan komposisi sampah;
- Desain teknis: pewadahan, pengumpulan, pengangkutan, dan pengolahan;
- Skema kelembagaan, partisipasi sivitas, dan pembiayaan berkelanjutan.
Pewadahan menerapkan tiga kategori mudah diterapkan: hijau (organik: sisa makanan & taman), kuning (daur ulang), abu-abu (residu). Di Ganesha, luar ruang menggunakan tong 240 L bertutup/beroda dan pail 50 L bertutup untuk sisa makanan kantin; di Jatinangor, pewadahan dalam ruang umumnya masih campur, luar ruang kombinasi 1–3 jenis wadah.
Pengumpulan: Ganesha memiliki 25 TPSS (±7 wadah terpilah/TPSS) dan Jatinangor 22 shelter yang akan ditingkatkan.
Pengangkutan di Ganesha dilakukan tiga sesi (pagi siang sore) dengan 2 dump truck dan 2 pick-up L300; Jatinangor dua ritasi (pagi & siang) menuju IPST untuk pemilahan.
Pengolahan: di Ganesha sisa makanan & daun dikomposkan (agen M4, ekskavator; lindi ke septic tank) dan kompos dimanfaatkan Prodi Rekayasa Kehutanan. Di Jatinangor, sisa makanan dicacah–disimpan–diberikan ke larva BSF, sampah taman di-chipping lalu open windrow, material bernilai ekonomi ke Bank Sampah, fraksi lain ditangani BUMDes Maju Sauyunan (pencacah, pengayak, insinerator).
Kebijakan & kelembagaan diselaraskan dengan Surat Edaran internal (9 Oktober 2023; 22 Oktober 2024; pedoman Jatinangor 22 November 2023), Rencana Strategis ITB 2021–2025, dan arah pengembangan kampus SMART (Sehat, Maju, Aman, Ramah, Tertib). Area IPST diposisikan sebagai living lab dan sandboxing technology untuk uji coba inovasi teknologi, manajemen, serta partisipasi.
Menuju Kampus Bebas Sampah
Melalui workshop dan implementasi masterplan, ITB memperkuat langkah menuju Zero Waste Campus—bukan hanya pada aspek teknis pengelolaan sampah, tetapi juga pembangunan budaya kolektif yang sadar lingkungan, inovatif, dan berkelanjutan—serta mendukung agenda pembangunan keberlanjutan nasional.

