ITB Revitalisasi Jurnal Ilmiah dengan Platform ‘Wawasan’ Berbasis AI, Target Percepatan Proses Review dan Publikasi Global
Direktorat Riset dan Inovasi (DRI) Institut Teknologi Bandung (ITB) menggelar Rapat Koordinasi Reviewer Jurnal ITB pada Jumat, 28 November 2025. Bertempat di Ruang Amphitheatre, Gedung Center for Research In Multidisciplinary Science and Engineering (CRiMSE) Lt. 1, Jalan Ganesa 10 Bandung, acara ini berfokus pada upaya strategis untuk meningkatkan kualitas pengelolaan jurnal ilmiah di lingkungan ITB.
Pembentukan Tim Revitalisasi dan Komitmen Peningkatan Kualitas
Acara dibuka dengan sambutan dari Dr.Eng. Isty Adhitya Purwasena, S.Si., M.Si., Deputi Direktur Bidang Inovasi Sains dan Teknologi DRI ITB, yang mewakili Direktur Riset dan Inovasi ITB, Prof. Dr. apt. Elfahmi, S.Si., M.Si.. Dr. Isty menyampaikan bahwa DRI telah membentuk tim revitalisasi jurnal yang dipimpin oleh Dr. rer. nat. Rino Rakhmata Mukti, S.Si., M.Sc..
DRI di bawah kepemimpinan Prof. Elfahmi berharap dapat memiliki sebuah platform atau publisher mandiri untuk jurnal-jurnal berkualitas. Peningkatan kualitas ini sangat bergantung pada peran krusial para reviewer, dan DRI berencana memberikan apresiasi, seperti sertifikat atau bentuk penghargaan lainnya, kepada para reviewer.
Dua narasumber dalam acara rapat kali ini adalah Dr. rer. nat. Rino Rakhmata Mukti, S.Si., M.Sc. dan Housny Mubarok, S.T., serta dimoderatori oleh Ir. Eko Charnius Ilman, S.T., M.T., Ph.D., IPM.

Platform ‘Wawasan’ dan Peran AI untuk Akselerasi Sains
Dr. Rino Rakhmata Mukti, Ketua Tim Revitalisasi Jurnal, memaparkan bahwa setelah melakukan studi banding dengan berbagai universitas lain , timnya mengembangkan platform baru bernama Wawasan untuk meningkatkan pengelolaan jurnal di ITB. Platform ini dikembangkan setelah sistem OJS (Open Journal Systems) yang digunakan sebelumnya sempat terserang Web Hacking.
Platform Wawasan menawarkan fitur canggih, antara lain:
- Interaksi Reviewer: Reviewer dapat langsung mengomentari naskah dalam platform, dan penulis dapat membalas komentar tersebut.
- Pemanfaatan AI: Platform akan banyak menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk mempercepat proses (speed matters), meskipun AI tidak bertindak sebagai pembuat keputusan (decision maker). AI berfungsi untuk input metadata secara otomatis, pengecekan riwayat penulis (misalnya H-index atau riwayat retraction), serta menyelesaikan initial decision (desk review) dalam hitungan menit.
- Inovasi Viral: AI dapat merekomendasikan naskah yang berpotensi ‘viral’ (seperti review article) untuk menyeimbangkan artikel orisinal, mengingat penilaian kuartil jurnal sangat dipengaruhi oleh sitasi.
Narasumber Housny Mubarok, S.T., menekankan urgensi perubahan pengelolaan jurnal, yang didorong oleh semakin cepatnya tren perkembangan sains global, mencontohkan Project Genesis di Amerika yang memanfaatkan AI. Ia menegaskan bahwa percepatan proses (speed matters) sangat penting. Hasil studi banding menunjukkan siklus pengelolaan jurnal di UI berkisar 70 hari, lebih cepat dari siklus di ITB. ITB menargetkan produksi 240 artikel per tahun dari lima jurnal yang baru dikelola DRI. Untuk mencapai target ini, DRI berencana mengadakan ‘reviewer jaga’ yang terjamin waktu penyelesaian review-nya.
Penghargaan dan Diskusi Aktif
Acara dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada 17 reviewer paling produktif. Penghargaan tersebut diwakili oleh Dr. apt. Cindra Tri Yuniar, S.Farm., M.Si. dari Sekolah Farmasi (SF) dan Dr. Ir. Iris Mahani, M.T. dari Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL).
Daftar reviewer paling produktif (berdasarkan frekuensi review tertinggi) meliputi:
- FSRD – JVAD: Harifa Ali Albar Siregar (7x), Amira Rahardiani (5x), Nurdian Ichsan (4x), Intan Prameswari Wibisana (3x), dan Slamet Riyadi (3x).
- FTSL – JTS: Patria Kusumaningrum, S.T., M.T., Ph.D. (7x), Andhika Sahadewa, S.T., MSE., Ph.D. (6x), Prasanti Widyasih Sarli, S.T., M.T., Ph.D. (6x), Dhemi Harlan, S.T., M.T., Ph.D. (5x), Dr. Eng. Febri Zukhruf, S.T., M.T. (5x), Dr. Ir. Iris Mahani, M.T. (5x), dan Dr. Eng. Randy Tenderan, S.T., M.Eng. (3x).
- Lainnya: Hary Devianto (FTI – JETS, 4x), Prof. Dr. Sukrasno (SF – ACTA, 3x), Dr. Cindra Tri Yuniar (SF – ACTA, 3x), Dr. Pratiwi Wikaningtyas (SF – ACTA, 3x), dan Yunieta Anny Nainggolan, Ph.D. (SBM – JMT, 3x).
Sesi dilanjutkan dengan diskusi tanya jawab yang diikuti secara aktif oleh peserta seperti Ir. Astri Handayani, S.T., M.T. dari STEI ITB, Prof. Dr. Lia Dewi Juliawaty, M.S. dari FMIPA ITB, dan Ir. Raden Driejana, M.SCE, Ph.D. dari FTSL ITB. Acara ditutup dengan pembagian suvenir untuk semua peserta diskusi.

