Kejar Target Penyerapan Anggaran, DRI Siapkan Insentif Sitasi dan Perketat Monitoring Luaran Riset 2026
BANDUNG, dri.itb.ac.id – Direktorat Riset dan Inovasi (DRI) menggelar rapat koordinasi internal pada Kamis pagi (15/1/26) di Ruang Rapat A Gedung CRCS Lantai 6. Rapat yang dihadiri oleh:
- Grandprix Thomryes Marth Kadja, Deputi Direktur Bidang Pengembangan Pusat/Pusat Penelitian/PUI
- Efson Thrismono, Kepala Seksi Pusat/Pusat Penelitian/PUI
- Raditya Panji Birama, Kepala Subdirektorat Keuangan dan Anggaran
- Sri Noviani, Kepala Seksi Administrasi Anggaran
- Suyanto, Kepala Seksi Data dan Sistem Informasi
- Inda Meidian, Perwakilan Pusat/Pusat Penelitian/PUI
- Nadia Falasiva, Perwakilan Pusat/Pusat Penelitian/PUI
Jajaran pimpinan dan tim manajemen DRI ini membahas agenda strategis awal tahun, mulai dari percepatan penyerapan anggaran melalui insentif sitasi, persiapan peluncuran Buku Tahunan, hingga pengetatan monitoring luaran program riset.
Salah satu poin utama dalam pertemuan tersebut adalah optimalisasi penyerapan anggaran yang ditargetkan mencapai 80% sebelum Maret 2026. Untuk mencapai target tersebut, DRI tengah memfinalisasi data untuk pencairan insentif sitasi bagi dosen dan peneliti.
Berdasarkan data yang dihimpun tim pengolah data, saat ini terdapat sekitar 5.000 makalah (paper) periode 2020–2024 yang akan dihitung sitasinya pada tahun 2025. Proses pengolahan data, termasuk pencarian kode ITB dan perhitungan nominal, dijadwalkan rampung pada Senin, 19 Januari 2026, untuk kemudian ditetapkan melalui surat keputusan.
“Target kami Senin depan data perhitungan sitasi sudah tersedia rapi. Insentif ini diprioritaskan bagi dosen yang berstatus aktif di HRIS,” ungkap perwakilan tim data dalam rapat tersebut.
Selain insentif, DRI juga tengah merampungkan Buku Tahunan Pusat/Pusat Penelitian (P/PP) dengan desain dan konsep baru. Buku yang memuat profil, produk, dan riset dari seluruh pusat penelitian ini akan mengusung tema visual VGOS dengan nuansa yang lebih elegan.
Buku tahunan ini tidak hanya menampilkan capaian riset, tetapi juga rubrik edukasi “Tahukah Kamu”. Publikasi versi digital ditargetkan rilis pada akhir Januari 2026 dan akan dapat diakses melalui situs web serta media sosial DRI.
Dalam upaya menjaga akuntabilitas, DRI menekankan pentingnya disiplin pelaporan luaran program riset tahun sebelumnya (DTTP, RK3P, dan Talenta Unggul). Mekanisme monitoring akan dilakukan secara ketat setiap triwulan.
Bapak Grandprix Thomryes Marth Kadja, yang memimpin jalannya rapat, menegaskan kebijakan baru terkait seleksi proposal program 3P (Pusat/Pusat Penelitian/Pusat Unggulan Iptek). Penilaian proposal tahun ini tidak hanya didasarkan pada kualitas riset semata, melainkan juga rekam jejak kepatuhan peneliti.
“Ranking proposal baru nantinya tidak hanya dilihat dari nilai reviewer, tetapi juga akan membandingkan capaian program tahun lalu. Kepatuhan keuangan yang buruk akan mempengaruhi penilaian proposal, meskipun proposal tersebut bagus,” tegas Pak Grandprix.
Bagi peneliti yang belum melengkapi luaran tahun lalu, diwajibkan menyertakan acknowledgement dengan kode file yang jelas pada publikasi tahun ini sebagai syarat pelunasan kewajiban.
Rapat juga membahas pemberian apresiasi bagi Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer (PSTIA) yang dinobatkan sebagai P/PP terbaik tahun lalu. Sebagai bentuk penghargaan, PSTIA diberikan keleluasaan memilih satu skema hibah untuk tahun 2026, dengan opsi antara Riset Pengembangan Unggulan, Riset Top Tier, atau Postdoctoral.
Dengan adanya langkah-langkah strategis ini, DRI berharap ekosistem riset di lingkungan institut dapat berjalan lebih produktif, tertib administrasi, dan memberikan dampak luas bagi pengembangan ilmu pengetahuan.
Kontributor: Nada Raudah Mumtazah
