Kunjungan PT ASDP ke DRI ITB: Perkuat Akselerasi Inovasi Transportasi
BANDUNG, dri.itb.ac.id – Institut Teknologi Bandung (ITB) dan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) membahas langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi dalam pengembangan inovasi di sektor transportasi. Pertemuan ini menegaskan bahwa tantangan transportasi masa depan tidak dapat diselesaikan oleh satu institusi saja, melainkan membutuhkan ekosistem kerja sama yang solid, berkelanjutan, dan saling melengkapi antara dunia akademik dan operator layanan transportasi.
Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat A, Lantai 6, Gedung CRCS, Kampus ITB, Jalan Ganesha No. 10, Bandung, pada Kamis, 8 Januari 2026. Dalam pertemuan tersebut hadir perwakilan PT ASDP, yaitu Rio Lasse, M. Nur Rachmat, Katarina Dian P., Ekawati Basir, Andi Kurniawan, Talita Rahmanea, dan Hanif Putra P. Rombongan disambut pimpinan Direktorat Riset dan Inovasi (DRI) ITB, yakni Direktur Riset dan Inovasi ITB Prof. Dr. apt. Elfahmi, S.Si., M.Si.; Deputi Direktur Bidang Riset dan Diseminasi Nur Ahmadi, S.T., M.Eng., Ph.D.; Deputi Direktur Bidang Inovasi Sains dan Teknologi Dr.Eng. Isty Adhitya Purwasena, S.Si., M.Si.; serta Kepala Seksi Pusat/Pusat Penelitian/PUI Efson Thrismono, S.S.T., M.Pd.
Diskusi diarahkan untuk mempertemukan perspektif riset dan pengembangan dari ITB dengan kebutuhan implementasi di lapangan dari PT ASDP, sehingga inovasi yang dihasilkan relevan, aplikatif, dan dapat diterapkan secara bertahap.
Fokus utama pembahasan adalah inovasi teknologi sebagai penggerak transformasi layanan transportasi. Digitalisasi dipandang sebagai fondasi penting untuk meningkatkan efisiensi layanan dan memperbaiki kualitas pengelolaan sistem. Selain itu, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan otomatisasi dinilai semakin krusial untuk mendorong efisiensi operasional, memperkuat pengambilan keputusan berbasis data, serta meningkatkan aspek keselamatan.
Dalam konteks implementasi, PT ASDP dipandang sebagai mitra strategis yang dapat menjadi ruang uji penerapan inovasi, khususnya pada ekosistem transportasi penyeberangan yang menuntut keandalan tinggi.
“Kami ingin memastikan saat integrasi multinasional nanti, ASDP memiliki kekuatan fundamental dalam riset dan inovasi teknologi. ASDP harus memiliki identitas spesifik yang unggul di sektor pelabuhan dan penyeberangan yang berbasis pada konten riset,” ujar Direktur Operasi dan Transportasi PT ASDP, Rio Lasse. “Fokus utamanya adalah transformasi melalui digitalisasi, IT, dan penerapan teknologi Digital Twin baik di laut maupun darat.”
Selain itu, teknologi drone turut dibahas sebagai salah satu peluang pengembangan. Pemanfaatannya dinilai relevan untuk mendukung pemantauan infrastruktur dan kebutuhan operasional spesifik yang sejalan dengan transformasi modern. Agar pengembangan berjalan terarah, para pihak menekankan pentingnya penyusunan roadmap sebagai panduan strategis jangka panjang.
Diskusi juga menyoroti pentingnya peningkatan nilai tambah ekonomi melalui penguasaan sains dan teknologi, bukan sekadar eksplorasi sumber daya alam. Penguatan inovasi dan industrialisasi teknologi dipandang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka peluang penciptaan lapangan kerja yang berkelanjutan.
Guna memastikan inovasi terus berlanjut, pertemuan menegaskan perlunya penguatan riset dan pengembangan (R&D) serta pengembangan produk komersial berbasis teknologi. Kerja sama riset antara akademisi dan operator layanan dipandang sebagai kunci untuk menghasilkan solusi yang kompetitif dan berdampak.
Agar seluruh rencana inovasi tidak terhambat birokrasi, ITB dan ASDP sepakat menerapkan prinsip agile dalam proses legalisasi kerja sama. Kedua belah pihak menargetkan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) segera dilakukan, dengan catatan tegas bahwa dokumen tersebut hanyalah pembuka jalan.
“MoU ini hanya payung besar. Konkretnya, kita akan buat Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan pusat-pusat riset terkait,” tegas Rio Lasse.
Melalui sinergi erat antara ITB dan PT ASDP, transformasi sektor transportasi diharapkan bergerak menuju masa depan yang lebih efisien, inovatif, serta memberikan manfaat nyata bagi layanan publik dan perekonomian.
Kontributor: Nada Raudah Mumtazah
