Kunjungan Strategis PT ASDP ke ITB: Inovasi AI untuk Optimalisasi Layanan Penyeberangan
BANDUNG, dri.itb.ac.id – Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui Pusat Artificial Intelligence (AI) di bawah naungan Direktorat Riset dan Inovasi (DRI) merumuskan langkah konkret bersama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) untuk memecahkan tantangan operasional penyeberangan laut. Kunjungan strategis yang berlangsung pada Jumat (08/05/26) ini berfokus pada hilirisasi riset kecerdasan buatan dan pemecahan masalah terkait validasi manifest di pelabuhan. Pertemuan ini dihadiri oleh Deputi Direktur Bidang Riset dan Diseminasi Nur Ahmadi, S.T., M.Eng., Ph.D., Prof. Dr. Ir. Bambang Riyanto Trilaksono (STEI ITB), serta Kepala Pusat AI DRI ITB Nugraha Priya Utama, S.T., M.A., Ph.D. Turut hadir perwakilan manajemen PT ASDP, yaitu Katarina Dian P., Ekawati B., dan Annisa Eka, beserta tim Riset AI ITB yang terdiri dari Dwi Rezky Fahlan, Dennis Hubert, Luqman Rahardjo, M. Rizkon F W, Aan Prasana, dan Riski Pebriansyah.
Dalam kunjungan tersebut, perwakilan ASDP memaparkan urgensi peningkatan akurasi pendataan manifestasi penumpang pelabuhan, khususnya penumpang yang berada di dalam kendaraan tertutup. Kesesuaian manifest dengan kondisi aktual menjadi krusial sebagai syarat utama penjaminan asuransi jiwa bagi pengguna jasa. Namun, tantangan terbesar di lapangan adalah bagaimana memvalidasi identitas dan menghitung jumlah individu di dalam bus atau mobil secara cepat, mengingat Service Level Agreement (SLA) operasional waktu sandar kapal sangat ketat, yakni di bawah 30 menit.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Pusat AI ITB mengusulkan integrasi inovasi berbasis Computer Vision. ITB telah dan terus mengembangkan pembaruan algoritma kecerdasan buatan secara komprehensif, mulai dari sistem pengenalan wajah (Face Recognition), pengenalan pelat nomor kendaraan otomatis (Automatic License Plate Recognition/ALPR), pengenalan karakter optik (Optical Character Recognition/OCR), klasifikasi kendaraan (Vehicle Classification), hingga sistem penghitung individu (People Counting).
“Menurut saya ini use case yang menarik dan problem riil. Tantangannya adalah bagaimana kita mengintegrasikan teknologi-teknologi yang sudah dikembangkan, seperti face recognition, optical character recognition (OCR), maupun automatic license plate recognition (ALPR) dengan algoritma terkini, sekaligus harus memenuhi SLA operasional pelabuhan yang sudah ditetapkan,” ujar Prof. Bambang Riyanto Trilaksono.
Hasil kunjungan langsung ditindaklanjuti dengan rencana perumusan purwarupa (Proof of Concept) dan pengujian langsung (use case) di lingkungan operasional pelabuhan. Tim riset ITB akan merancang solusi komputasi untuk mengatasi kendala visual ekstrem yang selama ini menjadi penghalang akurasi sensor di lapangan, seperti pantulan kaca jendela mobil, pencahayaan minim di malam hari, hingga masalah objek visual penumpang yang saling menutupi di dalam bus.
Teknologi dikembangkan nantinya juga akan diintegrasikan langsung dengan Standard Operating Procedure (SOP) ASDP. Implementasinya meliputi penyesuaian titik penempatan kamera pada gerbang tol (toll gate) dan sinkronisasi otomatis pembacaan data plat nomor dengan platform tiket digital.
Melalui kunjungan yang bermuara pada pengembangan aksi nyata ini, ITB diharapkan menjadi katalis dalam mewujudkan standar layanan penyeberangan ASDP yang sangat efisien, cepat, akurat, serta memberikan jaminan perlindungan penuh bagi masyarakat.
Kontributor: Nada Raudah Mumtazah
