Kunjungi ITB, Tim PPPM PKN STAN Pelajari Tata Kelola Riset dan Standarisasi Reviewer
BANDUNG, dri.itb.ac.id – Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PPPM) Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN) melakukan kunjungan studi banding ke Institut Teknologi Bandung (ITB) pada Selasa (03/02/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman mengenai tata kelola riset, mekanisme pendanaan internal, serta manajemen sumber daya peneliti.
Delegasi PKN STAN yang terdiri dari Erny Arianty, Sri Murwani, dan Sandhyakalaning Jiwatami Ridwan Putri diterima langsung oleh jajaran Direktorat Riset dan Inovasi (DRI) ITB. Dalam pertemuan tersebut, tim PKN STAN menggali berbagai praktik terbaik (best practice) yang diterapkan ITB pasca-transformasi struktur organisasi pada pertengahan 2025, di mana pengelolaan riset kini terpisah dari pengabdian masyarakat.
Salah satu topik utama yang menjadi fokus diskusi adalah mekanisme penjaminan mutu proposal penelitian. Pihak ITB menjelaskan pentingnya penyamaan persepsi reviewer yang rutin digelar sebelum proses seleksi proposal dimulai. Hal ini dilakukan untuk menghindari ketimpangan penilaian (gap) yang ekstrem antar-penilai.
“Di ITB, seleksi dana hibah internal sangat kompetitif. Tahun lalu, dari sekitar 550 proposal yang masuk, hanya sekitar 140 judul yang didanai. Karena itu, objektivitas reviewer sangat krusial,” ujar Nia Nuraeni, S.Pd., Kepala Seksi Monev Program Riset dan Inovasi dalam diskusi tersebut. Hal ini menunjukkan rasio penerimaan yang selektif guna menjaga kualitas luaran penelitian.
Adapun plafon pendanaan internal dipatok maksimal sekitar Rp150 juta per judul penelitian. Proposal yang didanai memiliki target luaran yang tinggi, seperti publikasi di jurnal internasional bereputasi (Q1).
Untuk menjaga objektivitas seleksi, ITB melibatkan reviewer internal maupun eksternal yang memiliki kualifikasi tertentu, seperti jabatan fungsional Lektor Kepala dan H-Index yang memadai. ITB juga rutin mengadakan penyamaan persepsi bagi para reviewer agar standar penilaian tetap konsisten.
Lebih lanjut, ITB juga memaparkan kebijakan wajib pelibatan mahasiswa dalam setiap tim penelitian dosen.
“Proposal tidak akan lolos jika tidak melibatkan mahasiswa. Mahasiswa tersebut akan dianggarkan honorariumnya secara resmi dalam RAB sesuai Standar Biaya Masukan (SBM),”ungkap Bu Nia.
Kunjungan ini dinilai sangat strategis bagi PKN STAN yang tengah menyusun pedoman pengelolaan riset yang lebih komprehensif di awal tahun 2026 ini. Pertemuan diakhiri dengan pertukaran cenderamata dan foto bersama sebagai simbol eratnya hubungan antar-institusi pendidikan tinggi tersebut.
Kontributor: Nada Raudah Mumtazah
