Enter your keyword

L’Oréal-UNESCO For Women in Science 2026 Kembali Dibuka, Perkuat Peran Perempuan dalam Riset dan Sains

L’Oréal-UNESCO For Women in Science 2026 Kembali Dibuka, Perkuat Peran Perempuan dalam Riset dan Sains

L’Oréal-UNESCO For Women in Science 2026 Kembali Dibuka, Perkuat Peran Perempuan dalam Riset dan Sains

BANDUNG, dri.itb.ac.id – Direktorat Riset dan Inovasi (DRI) Institut Teknologi Bandung (ITB) bekerja sama dengan L’Oréal Indonesia dalam menyelenggarakan kegiatan roadshow dan sosialisasi program L’Oréal-UNESCO For Women in Science (FWIS) National Fellowship 2026 pada Kamis (26/05/26). Kegiatan ini diselenggarakan untuk memperkenalkan peluang pendanaan riset bagi para peneliti perempuan muda, sekaligus mendorong kontribusi nyata mereka dalam kemajuan ilmu pengetahuan di Indonesia.

Dalam sambutannya, Deputi Direktur Bidang Inovasi Sains dan Teknologi, Dr.Eng. Isty Adhitya Purwasena, S.Si., M.Si., yang hadir mewakili Direktur Riset dan Inovasi, Prof. Dr. apt. Elfahmi, S.Si., M.Si., menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada L’Oréal Indonesia yang senantiasa memberikan kepercayaan kepada ITB untuk memfasilitasi program sosialisasi ini. Kerjasama yang terjalin panjang ini menjadi bukti komitmen bersama dalam mendukung ekosistem riset yang inklusif bagi peneliti perempuan. Berdasarkan rekam jejak penyelenggaraan yang telah berjalan selama lebih dari 20 tahun, ITB berhasil tercatat sebagai institusi dengan jumlah peneliti terbanyak yang menerima penghargaan fellowship L’Oréal-UNESCO FWIS di Indonesia.

“Mudah-mudahan melalui acara sosialisasi ini dapat memberikan gambaran dan inspirasi bagi rekan-rekan peneliti perempuan yang hadir. Silakan memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya untuk mulai menuliskan ide dan gagasan riset terbaik Anda,” ujar Dr. IstY dalam sambutannya.

Acara sosialisasi ini menghadirkan jajaran narasumber yang berpengalaman, di antaranya para Dewan Juri FWIS Indonesia yaitu Prof. Fenny Martha Dwivany, S.Si., M.Si., Ph.D. (yang juga merupakan Fellow FWIS tahun 2006 dari SITH ITB), Dr. rer. nat. Neni Sitawardani, dan Dr. Eko Yulianto. Turut hadir Magdalena Rospita selaku Corporate Affairs and Impact Director L’Oréal Indonesia, serta dua peneliti ITB penerima penghargaan tahun sebelumnya, yaitu Rindia Maharani Putri, Ph.D. (FMIPA ITB) dan Dr. Maria Apriliani Gani, S.Farm., M.Farm. (SF ITB).

Magdalena Rospita memaparkan bahwa pada tahun 2026 ini, program L’Oréal-UNESCO FWIS akan kembali memberikan penghargaan kepada empat perempuan peneliti muda Indonesia yang terbagi ke dalam dua kategori besar, yaitu dua pemenang untuk kategori Life Science dan dua pemenang untuk kategori Non-Life Science.

Kriteria utama bagi pendaftar program ini meliputi: perempuan berkewarganegaraan Indonesia, sedang menjalankan atau telah menyelesaikan studi doktoral (PhD), berusia maksimal 45 tahun, serta memiliki proposal riset yang berada dalam ruang lingkup Life Science atau Non-Life Science. Seluruh berkas aplikasi dan dokumen pendukung wajib diunggah secara daring melalui platform resmi forwomeninscience.com. Pendaftaran program ini akan resmi dibuka pada 1 Juni dan ditutup pada 6 September pukul 23.59 WIB.

Melalui pelaksanaan sosialisasi ini, DRI ITB berharap dapat terus mendorong lahirnya ilmuwan-ilmuwan perempuan hebat dari ITB yang mampu berkarya dan memberikan solusi berkelanjutan demi masa depan bangsa.

 

Kontributor: Nada Raudah Mumtazah