Enter your keyword

Navigasi Cerdas dan Terjangkau untuk Pariwisata, Peneliti ITB Kembangkan Inovasi Kendaraan Otonom Berbasis Kamera Ekonomis

Navigasi Cerdas dan Terjangkau untuk Pariwisata, Peneliti ITB Kembangkan Inovasi Kendaraan Otonom Berbasis Kamera Ekonomis

Navigasi Cerdas dan Terjangkau untuk Pariwisata, Peneliti ITB Kembangkan Inovasi Kendaraan Otonom Berbasis Kamera Ekonomis

BANDUNG, dri.itb.ac.id – Menjawab tantangan tingginya biaya instrumen navigasi otonom serta untuk mewujudkan kemandirian teknologi transportasi di Indonesia, tim peneliti dari Fakultas Teknologi Industri (FTI) Institut Teknologi Bandung (ITB) yang dipimpin oleh Augie Widyotriatmo, S.T., M.T., Ph.D., saat ini sedang mengembangkan perangkat lunak kemudi mutakhir. Melalui riset inovasi bertajuk “Inovasi Kendaraan Otonom Adaptif, Andal, dan Ekonomis Sebagai Wujud Kemandirian Teknologi Transportasi Indonesia”, sistem ini dirancang untuk mengubah kendaraan biasa menjadi wahana driverless pintar yang mampu bernavigasi secara mandiri, presisi, dan terjangkau. Direktorat Riset dan Inovasi (DRI) ITB melakukan kunjungan langsung ke lokasi mitra penelitian AVS Simulator di Jalan Cihampelas, Bandung, pada Selasa (10/02/26), untuk meninjau progres pengembangan inovasi sistem navigasi kendaraan tanpa awak (autonomous vehicle).

Berbeda dengan sistem navigasi otonom komersial pada umumnya yang sangat bergantung pada perangkat keras impor dengan biaya fantastis, inovasi ini menggunakan perpaduan kamera dan low-cost lidar. Sistem ini bekerja dengan memproses persepsi visual dari kamera melalui algoritma cerdas yang dirancang khusus untuk adaptif terhadap perubahan pencahayaan lingkungan. Hal ini memecahkan tantangan krusial dalam navigasi visual, di mana intensitas cahaya yang berubah-ubah, seperti cuaca yang tiba-tiba mendung atau sangat cerah kerap menyebabkan persepsi yang keliru pada sensor kamera. Dengan sistem kontrol yang dikembangkan ini, kendaraan dipastikan tetap dapat melaju dengan aman dan konsisten di segala kondisi cuaca.

Saat ini, sistem navigasi kendaraan tanpa awak dari luar negeri masih sangat mahal, yang menjadi hambatan utama implementasinya. Dengan hadirnya inovasi ini, sangat memungkinkan bagi sektor pariwisata di Indonesia untuk mengoperasikan wahana driverless dengan biaya investasi yang jauh lebih kompetitif. Cikal bakal teknologi ini telah dibuktikan melalui sinergi yang solid; tim peneliti ITB berfokus merancang kecerdasan buatan sebagai “otak”, sementara sejumlah mitra industri menyuplai sasis dan low-level electronics yang bertindak layaknya “urat nadi” penggerak mekanis kendaraan.

Ke depannya, pada tahun 2026 ini, Augie Widyotriatmo dan tim merencanakan tahapan hilirisasi dan komersialisasi dengan menggandeng pihak pengelola destinasi wisata, untuk mengimplementasikan kendaraan otonom ini secara langsung sebagai wahana rekreasi yang inovatif bagi masyarakat luas.

 

Kontributor:Nada Raudah Mumtazah