Enter your keyword

Optimalisasi Titik Dasar Batas Negara, Peneliti ITB Gunakan Teknologi Satellite Derived Bathymetry yang Lebih Ekonomis

Optimalisasi Titik Dasar Batas Negara, Peneliti ITB Gunakan Teknologi Satellite Derived Bathymetry yang Lebih Ekonomis

Optimalisasi Titik Dasar Batas Negara, Peneliti ITB Gunakan Teknologi Satellite Derived Bathymetry yang Lebih Ekonomis

BANDUNG, dri.itb.ac.id – Direktorat Riset dan Inovasi (DRI) ITB mengunjungi Kelompok Keahlian (KK) Hidrografi di Labtek VI, Rabu (04/02/26), guna meninjau riset “Aplikasi Satellite Derived Bathymetry (SDB) untuk Perbaikan Titik-Titik Dasar Batas NKRI”. Tim peneliti dari Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) yang dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Eka Djunarsjah, M.T., tengah mengoptimalkan penggunaan data satelit untuk memetakan kembali batas laut Indonesia dengan akurasi tinggi namun biaya yang lebih efisien.

Teknologi Satellite Derived Bathymetry (SDB) menjadi inovasi kunci dalam menentukan kedalaman laut di wilayah dangkal tanpa harus mengerahkan kapal survei ke seluruh titik. Berbeda dengan metode konvensional yang mengandalkan teknologi akustik echosounder yang memakan waktu dan biaya besar, SDB memanfaatkan citra satelit untuk mengekstraksi informasi kedalaman air. Data ini kemudian digunakan untuk menetapkan titik dasar (titik nol kedalaman) sebagai acuan penarikan garis pangkal wilayah laut Indonesia, mulai dari Laut Teritorial (12 mil), Zona Ekonomi Eksklusif (200 mil), hingga Landas Kontinen.

Urgensi riset ini didasari oleh temuan tim peneliti bahwa dari 195 titik dasar yang telah didepositkan Indonesia ke PBB sejak 2009, terdapat sekitar 50 titik yang perlu ditinjau ulang atau diperbaiki. Perubahan kondisi alam dan dinamika pesisir menyebabkan titik-titik dasar lama tidak lagi akurat. Dengan kehadiran SDB, proses pembaruan data di lokasi-lokasi sulit seperti di daerah Gorontalo dan wilayah terluar lainnya dapat dilakukan secara jauh lebih ekonomis dan cepat dibandingkan survei hidrografi tradisional.

Inovasi ini memiliki dampak strategis bagi kedaulatan nasional. Keberhasilan validasi titik dasar menggunakan SDB memastikan klaim batas laut Indonesia di mata internasional memiliki dasar ilmiah yang kuat dan mutakhir. Kedepannya, riset ini diharapkan menjadi standar baru dalam efisiensi pemetaan batas maritim NKRI, mendukung penguatan kedaulatan laut secara berkelanjutan.

 

Kontributor: Nada Raudah Mumtazah