Pererat Silaturahmi, DRI Turut Hadir dalam Halal Bihalal WRRI ITB 2026
BANDUNG, dri.itb.ac.id – Segenap pimpinan dan staf Direktorat Riset dan Inovasi (DRI) turut menghadiri acara Halal Bihalal yang diselenggarakan oleh Kantor Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi (WRRI) ITB. Turut hadir pula para pimpinan dan jajaran staf dari unit di bawah naungan WRRI lainnya, yaitu Direktorat Kawasan Sains dan Teknologi (DKST) dan Direktorat Pengabdian Masyarakat Dan Layanan Kepakaran (DPMK).
Acara yang mengusung tema ‘Kembali Suci, Kembali Bersinergi’ ini dilangsungkan di Multipurpose Hall Gedung CRCS Lantai 3, Kampus ITB, Jalan Ganesha No. 10, Coblong, Bandung, pada Selasa (7/4/2026). Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Sdri. Rizka Azizan Nurrahim yang kemudian dilanjutkan dengan sesi sambutan.
Sambutan Acara
Dalam kesempatan ini, Direktur DKST ITB, Ir. R. Sugeng Joko Sarwono, M.T., Ph.D., hadir memberikan sambutan mewakili Prof. Ir. Lavi Rizki Zuhal, Ph.D, Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi ITB yang akan turut hadir pada sesi selanjutnya. Dalam sambutannya Pak Joko menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan dalam terselenggaranya kegiatan Halalbihalal ini.
Menurutnya kegiatan ini memiliki arti penting sebagai bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan mutu, memperkuat kolaborasi, serta memperluas kontribusi di bidang yang digeluti. Tantangan di masa mendatang akan semakin dinamis dan kompleks. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama yang solid antara akademisi, praktisi, dan berbagai pemangku kepentingan. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat terjalin sinergi yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Pak Joko berharap kegiatan ini tidak sekadar menjadi acara formal, melainkan mampu melahirkan ide-ide, inovasi, dan langkah nyata yang memberikan dampak positif bagi masyarakat serta kemajuan ilmu pengetahuan. Sebagai penutup beliau menyampakan semoga kegiatan ini berlangsung dengan baik dan membawa manfaat bagi kita semua.
Tausiyah Ust. Handy Bonny
Usai sambutan acara diisi dengan Tausiyah agama yang disampaikan oleh Ust. Handy Bonny. Dalam paparannya beliau menyampaikan bahwa Halal bihalal sendiri merupakan tradisi khas Indonesia yang lahir dari kearifan ulama terdahulu dalam merespons kondisi sosial-politik bangsa. Maknanya tidak sekadar seremonial, melainkan mengandung filosofi halalun bihalalin, yakni saling menghalalkan dan memaafkan kesalahan satu sama lain. Dengan demikian, kegiatan ini menjadi sarana untuk mengurai persoalan, memperbaiki hubungan, serta membangun kembali harmoni dalam kehidupan bermasyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Ust. Bonny menyampaikan pula pentingnya peran institusi pendidikan seperti ITB dalam melahirkan generasi unggul yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual. Sejarah mencatat bahwa tradisi keilmuan dalam Islam memiliki akar yang kuat, bahkan universitas tertua di dunia, Al-Qarawiyyin di Maroko, didirikan oleh seorang perempuan Muslim. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan dan nilai keimanan berjalan beriringan.
Selain itu, refleksi juga diarahkan pada kehidupan keluarga sebagai fondasi utama masyarakat. Banyak persoalan yang terjadi dalam rumah tangga berakar pada lemahnya komunikasi. Oleh karena itu, diperlukan upaya sadar untuk membangun komunikasi yang sehat, terbuka, dan penuh empati. Keluarga tidak hanya membutuhkan kasih sayang, tetapi juga arah dan tujuan yang jelas agar dapat berkembang secara harmonis.
Lebih jauh, Ust. Bonny menyampaikan bahwa ajaran agama sejatinya hadir untuk menata kehidupan manusia agar tidak kacau. Namun, tantangan terbesar saat ini bukan terletak pada kurangnya ajaran, melainkan pada implementasinya. Nilai-nilai kebaikan yang diajarkan sering kali tidak diwujudkan dalam praktik kehidupan sehari-hari.
Sebagai penutup, Ust. Bonny memberikan kisah inspiratif tentang sahabat Syakban radhiyallahu ‘anhu, yang menunjukkan bagaimana seseorang baru menyadari nilai besar dari amal kebaikan setelah melihat balasannya. Kisah ini menjadi pengingat bahwa setiap pengorbanan dan kebaikan di dunia akan mendapatkan balasan, meskipun tidak selalu terlihat secara langsung.
Setelah sesi ceramah, kegiatan dilanjutkan dengan foto bersama dan prosesi Halal Bihalal untuk mempererat tali silaturahmi. Rangkaian acara ditutup dengan ramah tamah dan makan siang bersama. Melalui partisipasi dalam agenda ini, DRI berharap dapat terus meningkatkan koordinasi dan kolaborasi bersama unit-unit lainnya di bawah naungan WRRI guna memajukan ekosistem riset dan inovasi di ITB.
Kontributor: Nada Raudah Mumtazah
Foto: Awal dan N. Salsabila Rahadatul Aisy
