Enter your keyword

PKH ITB Perkuat Perannya sebagai Pusat Halal dengan Kantor Baru

PKH ITB Perkuat Perannya sebagai Pusat Halal dengan Kantor Baru

PKH ITB Perkuat Perannya sebagai Pusat Halal dengan Kantor Baru

BANDUNG – Pusat Kajian Halal (PKH) Institut Teknologi Bandung (ITB) resmi membuka kantor barunya di lantai 2 Gedung CRiMSE ITB (eks. Gedung PAU) pada Jumat, 18 Juli 2025. Peresmian ini menjadi langkah penting dalam memperkuat peran PKH sebagai pusat informasi, kemitraan, serta penelitian terkait produk halal.

Penyerahan ruangan dilakukan secara simbolis oleh Direktur Direktorat Riset dan Inovasi (DRI) ITB, Prof. Dr. apt. Elfahmi, S.Si., M.Si., kepada Ketua PKH ITB, Prof. Dr. Zeily Nurachman, MS. Dalam kesempatan itu, Prof. Zeily menegaskan bahwa kehadiran kantor baru akan mengoptimalkan fungsi PKH dalam mengawal jaminan produk halal di Indonesia.

Komitmen pada Riset dan Pengembangan Halal Science

PKH ITB berdiri sejak 17 Januari 2017 dengan misi utama mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi terkait kehalalan produk. Misi tersebut diwujudkan melalui riset saintifik mengenai jenis, proses, dan distribusi produk halal, serta melalui pembinaan dan sosialisasi sertifikasi halal. Sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (UU JPH), PKH menargetkan diri menjadi simpul utama kemitraan dengan industri dan lembaga terkait dalam menjamin kepastian halal bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Prof. Elfahmi menekankan bahwa penyerahan ruangan ini bukan hanya sekadar urusan administratif, tetapi wujud komitmen strategis ITB dalam membangun ekosistem riset tematik yang selaras dengan isu-isu prioritas nasional.

Ruang Kolaborasi Multidisiplin

Harapan senada disampaikan Dr. Grandprix Kadja yang menilai fasilitas baru ini sebagai tulang punggung penting bagi riset unggulan. “Kami berharap ruang ini dapat menjadi wadah kolaborasi yang produktif, serta membuka peluang kerja sama multidisiplin yang lebih luas,” ujarnya.

Kantor baru PKH memang dirancang untuk mendukung riset halal science lintas bidang, mulai dari teknologi pangan, bioproses, farmasi, hingga analisis kebijakan dan regulasi halal. Serah terima ruang turut dihadiri dua peneliti muda PKH penerima program Talenta Riset Unggul, Nadia Tuada Afnan dan Annida Amani, yang diharapkan menjadi representasi generasi baru peneliti halal di masa depan.

Apresiasi dan Arah ke Depan

Prof. Zeily menyampaikan apresiasi atas dukungan nyata ITB terhadap pengembangan riset halal. “Fasilitas ini akan sangat membantu aktifivitas kolaboratif kami, bukan hanya untuk riset laboratorium, tetapi juga sebagai ruang diskusi lintas keilmuan dalam pengembangan standar halal berbasis sainstifik,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa sinergi antara peneliti senior dan generasi muda akan menjadi kunci dalam membangun ekosistem riset halal yang berkelanjutan. Ke depan, PKH ITB menargetkan peningkatan kontribusi dalam pengembangan kebijakan halal nasional.