PPNN ITB Perkenalkan FlexAFM sebagai Terobosan Riset Interdisipliner Teknologi Mikroskop Gaya Atom untuk Ilmu Material dan Biologi
Sebagai langkah strategis untuk memperkuat riset interdisipliner di Indonesia, Pusat Penelitian Nano-sains dan Nanoteknologi (PPNN) ITB telah menyelenggarakan seminar hibrida bertajuk “Advancing Research with FlexAFM: Application from Material Science and Biology” pada Kamis, 22 Mei 2025. Kegiatan ini menjadi wadah pertemuan antara peneliti dari berbagai bidang, sekaligus memperkenalkan teknologi mutakhir mikroskop gaya atom berpresisi tinggi: FlexAFM.
Acara ini dibuka oleh Kepala PPNN ITB, Prof. Dr. Veinardi Suendo, yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya membangun ekosistem riset berbasis teknologi tinggi dan kolaborasi antarbidang. “Teknologi seperti FlexAFM memungkinkan peneliti Indonesia untuk melompat lebih jauh dalam riset global, menjembatani ilmu material dan biologi dalam satu perangkat yang presisi dan fleksibel,” tuturnya.
Seminar ini dihadiri oleh lebih dari 50 peserta dari berbagai institusi riset nasional, baik secara luring di fasilitas PPNN ITB maupun daring. Antusiasme tinggi tampak dari keterlibatan peserta dalam sesi diskusi yang intens dan penuh rasa ingin tahu, terutama terhadap potensi penerapan FlexAFM dalam konteks riset lokal.
Teknologi FlexAFM: Presisi Swiss untuk Riset Nanoskala
Sebagai narasumber utama, Dr. Patrick Frederix, Project Manager Industrialization dari Nanosurf AG (Swiss), hadir untuk memaparkan secara mendalam prinsip kerja dan performa FlexAFM. Dalam paparannya, Dr. Frederix menyoroti beberapa aspek utama, seperti:
- Kemampuan analisis permukaan hingga skala nano, menjadikan FlexAFM alat esensial dalam riset material maju.
- Fleksibilitas tinggi untuk berbagai kondisi pengukuran, termasuk pada lingkungan cair maupun kering.
- Aplikasi luas dalam ilmu hayati, khususnya untuk pengamatan sampel biologis yang rapuh dan kompleks, seperti membran sel dan protein.
- Kemampuan untuk digunakan dalam proses nanolitografi, memungkinkan manipulasi dan fabrikasi struktur pada skala nanometer secara presisi.
Keunggulan ini menjadikan FlexAFM sebagai alat vital untuk mendukung riset inter-disipliner yang membutuhkan ketelitian tinggi dan pendekatan lintas ilmu.
Demonstrasi Langsung: Dari Teori ke Aplikasi Nyata
Usai sesi seminar, peserta diajak mengikuti demonstrasi langsung penggunaan FlexAFM di laboratorium PPNN ITB. Mereka menyaksikan seluruh proses: mulai dari persiapan dan pemasangan sampel, pemindaian permukaan dengan resolusi nanometer, hingga analisis data secara real-time. Momen ini tidak hanya memperlihatkan kecanggihan teknologi, tetapi juga menegaskan kesiapan infrastruktur ITB dalam mendukung riset berstandar internasional.
Membangun Fondasi Kolaborasi Riset Masa Depan
Melalui penyelenggaraan seminar ini, PPNN ITB berhasil memperkuat posisinya sebagai pusat riset yang aktif mendorong pertukaran pengetahuan dan teknologi, serta menjembatani kolaborasi antara institusi nasional dan mitra internasional. Di tengah berkembangnya kebutuhan akan riset presisi tinggi, FlexAFM menjadi salah satu contoh nyata bagaimana teknologi dapat mengintegrasikan keilmuan, mempercepat proses penemuan, dan menghasilkan solusi konkret untuk berbagai tantangan ilmu pengetahuan.
Kegiatan ini sekaligus memperli-hatkan komitmen ITB untuk terus berada di garda terdepan dalam riset berbasis teknologi tinggi—sebuah langkah penting menuju riset Indonesia yang lebih unggul dan berdampak global.

SIMPUL INOVASI 3P Vol 26/Edisi Mei-Juni 2025
Penanggung Jawab:
Prof. Dr. apt. Elfahmi, S.Si., M.Si.
Dr. Ir. Grandprix Thomryes Marth Kadja, M.Si.
Editor: Efson Thrismono, S.ST., M.Pd.
Berita terkait: PPNN Selenggarakan Kegiatan Advancing Research with FlexAFM: Application from Material Science and Biology