Enter your keyword

Prof. Elfahmi Terpilih sebagai Rektor ITERA Periode 2026–2030

Prof. Elfahmi Terpilih sebagai Rektor ITERA Periode 2026–2030

Prof. Elfahmi Terpilih sebagai Rektor ITERA Periode 2026–2030

Institut Teknologi Sumatera (ITERA) resmi menetapkan Prof. Dr. Elfahmi, S.Si., M.Si., sebagai Rektor ITERA periode 2026–2030. Penetapan tersebut dilakukan melalui rapat senat tertutup dalam rangka Pemilihan Rektor ITERA yang berlangsung di Kampus ITERA, Lampung.

Ketua Senat ITERA menjelaskan bahwa proses pemilihan rektor telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Dalam mekanisme pemilihan tersebut, suara Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi memiliki porsi 35 persen, sedangkan suara anggota senat memiliki porsi 65 persen.

Pada pelaksanaan pemilihan, sebanyak 15 anggota senat hadir dan menggunakan hak suaranya. Sementara itu, suara menteri diwakili oleh Staf Ahli Menteri Bidang Penguatan Ekosistem Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Dr. Muhammad Hasan Habibi.

Berdasarkan hasil penghitungan suara, Prof. Elfahmi memperoleh dukungan sebesar 91,30 persen. Sementara itu, dua kandidat lainnya, Prof. Aswan dan Prof. Muhammad Faiz, masing-masing memperoleh 4,35 persen suara. Dengan hasil tersebut, Senat ITERA menetapkan Prof. Elfahmi sebagai Rektor ITERA terpilih periode 2026–2030.

Dalam sambutannya, Rektor ITERA saat ini, Prof. I Nyoman Pugeg Aryantha, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung jalannya proses pemilihan. Ia menilai seluruh tahapan pemilihan berlangsung dengan baik, lancar, dan penuh integritas.

Prof. Nyoman juga menyampaikan ucapan selamat kepada Prof. Elfahmi atas amanah yang diberikan untuk memimpin ITERA pada periode berikutnya. Ia berharap kepemimpinan baru dapat membawa ITERA semakin maju dan mampu melanjutkan berbagai capaian yang telah diraih selama ini.

“Atas nama pimpinan dan civitas akademika Institut Teknologi Sumatera, kami menyampaikan selamat kepada Prof. Elfahmi atas amanah yang dipercayakan. Kami mendoakan kesehatan, kekuatan, kemudahan, dan kelancaran dalam mengemban tugas sebagai Rektor ITERA,” ujarnya.

Sementara itu, Prof. Elfahmi menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh anggota senat dan seluruh pihak yang terlibat dalam proses pemilihan. Ia menegaskan bahwa jabatan rektor merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Menurutnya, kepemimpinan ITERA sebelumnya telah berhasil membangun fondasi yang kuat bagi perkembangan institusi. Oleh karena itu, tantangan ke depan bukan hanya mempertahankan capaian yang telah diraih, tetapi juga meningkatkan kualitas dan daya saing ITERA sebagai perguruan tinggi teknologi yang unggul.

“ITERA yang masih berusia relatif muda telah menunjukkan berbagai prestasi yang membanggakan. Tugas kita bersama adalah menjaga dan meningkatkan capaian tersebut agar ITERA terus berkembang menjadi perguruan tinggi unggul yang memberikan kontribusi nyata bagi bangsa,” katanya.

Prof. Elfahmi juga menekankan pentingnya membangun suasana kampus yang nyaman dan kolaboratif bagi seluruh civitas akademika. Ia mengajak dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama membesarkan ITERA.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah menjadi faktor penting dalam mendukung pembangunan daerah melalui pengembangan sumber daya manusia, riset, inovasi, dan pemanfaatan potensi sumber daya alam yang dimiliki Lampung dan Sumatra.

“Perguruan tinggi harus hadir sebagai mitra strategis pemerintah daerah. Melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, ITERA dapat memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan daerah maupun nasional,” ujarnya.

Terkait pelantikan, Senat ITERA menjelaskan bahwa proses selanjutnya akan berada di bawah kewenangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Senat akan segera mengirimkan hasil pemilihan kepada kementerian untuk penerbitan surat keputusan pengangkatan rektor. Masa jabatan rektor saat ini akan berakhir pada 30 Juni 2026, sehingga pelantikan rektor baru diperkirakan dilaksanakan sebelum masa jabatan tersebut berakhir.

Dengan terpilihnya Prof. Elfahmi, ITERA memasuki babak baru kepemimpinan yang diharapkan mampu memperkuat peran perguruan tinggi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, serta pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

 

Pesan Kehangatan Pak Elfahmi untuk Keluarga Besar DRI ITB

Suasana haru dan penuh keakraban mewarnai pertemuan bersama keluarga besar Direktorat Riset dan Inovasi (DRI) ITB saat Prof. Dr. Elfahmi menyampaikan pesan dan kesan usai melakukan Konferensi Pers Rektor ITERA Terpilih Periode 2026-2030 pada 20 Mei 2026 yang dilakukan secara streaming melalui kanal Youtube Institut Teknologi Sumatera.

Dalam kesempatan tersebut, beliau tidak hanya menyampaikan ucapan terima kasih, tetapi juga berbagi refleksi tentang kepemimpinan, kerja sama tim, serta nilai-nilai yang selama ini menjadi pegangan dalam menjalankan amanah.

Pelayanan Berawal dari Hati

Mengawali sambutannya, Prof. Elfahmi mengenang pengalaman saat masih terlibat dalam berbagai kegiatan pengembangan sumber daya manusia. Salah satu hal yang paling membekas baginya adalah pemahaman bahwa pelayanan prima bukan sekadar hasil pelatihan atau keterampilan teknis.

Menurutnya, pelayanan yang baik lahir dari hati dan cara pandang seseorang terhadap orang lain.

“Kita semua pernah berada pada situasi ketika merasa disalahkan padahal tidak bersalah. Tidak mudah menahan emosi dalam kondisi seperti itu. Namun, ketika seseorang mampu menahan amarah dan tetap bersikap baik, itulah sesuatu yang luar biasa.”

Beliau menekankan bahwa hubungan antarmanusia dalam dunia kerja selalu menghadirkan tantangan. Oleh karena itu, kemampuan mengelola emosi menjadi salah satu kunci penting dalam membangun lingkungan kerja yang sehat.

Mengawal Program yang Telah Dibangun

Selama memimpin DRI ITB, berbagai program dan terobosan telah dijalankan. Beberapa di antaranya, menurut beliau, masih perlu terus dikawal agar dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan.

Beliau berharap berbagai inisiatif yang telah dirintis tidak berhenti di tengah jalan, melainkan terus dikembangkan oleh seluruh jajaran DRI bersama pimpinan yang akan datang.

Baginya, keberhasilan sebuah program tidak terletak pada siapa yang memulai, melainkan pada kemampuan organisasi untuk menjaga keberlanjutan dan memastikan manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Bersabar dalam Menjalani Proses

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Elfahmi juga berbagi pengalaman pribadi mengenai perjalanan karier yang tidak selalu berjalan sesuai harapan.

Ia mengisahkan bahwa berbagai amanah dan jabatan yang diterimanya merupakan hasil dari proses panjang yang tidak selalu mudah. Karena itu, ia mengajak seluruh pegawai untuk tetap bersabar dan percaya bahwa setiap orang memiliki waktu terbaiknya masing-masing. Beliau bahkan menyampaikan doa bagi rekan-rekan yang masih berjuang mencapai cita-cita dan target hidupnya.

 

Apresiasi untuk Tim DRI yang Solid

Salah satu bagian yang paling menonjol dalam sambutannya adalah apresiasi terhadap seluruh tim DRI ITB.

Menurut Prof. Elfahmi, berbagai capaian yang diraih selama ini tidak mungkin terwujud tanpa kerja sama dan dedikasi seluruh pegawai. Ia menyebut DRI sebagai salah satu unit strategis yang menjadi motor penggerak aktivitas penelitian dan inovasi di ITB.

Beliau menyoroti bagaimana beban kerja yang terus meningkat mampu dihadapi dengan baik berkat kekompakan dan semangat kerja tim.

“Secara pribadi, saya sangat mengapresiasi karena tim ini sangat solid. Banyak capaian yang tidak mungkin terwujud tanpa kerja keras seluruh rekan-rekan di DRI.”

Ia juga mengingatkan bahwa dalam organisasi yang besar, dinamika dan perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar. Yang terpenting adalah bagaimana setiap individu mampu menyikapinya secara dewasa dan profesional.

Menahan Emosi dan Memperbanyak Kebaikan

Dalam nuansa reflektif, Prof. Elfahmi mengutip nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an, khususnya mengenai ciri-ciri orang bertakwa.

Menurutnya, salah satu sifat yang paling sulit dilakukan adalah menahan amarah ketika menghadapi situasi yang tidak menyenangkan.

Beliau menjelaskan bahwa orang yang bertakwa adalah mereka yang mampu:

  • Berinfak dalam keadaan lapang maupun sempit.
  • Menahan amarah.
  • Memaafkan kesalahan orang lain.
  • Terus berbuat baik.

“Berbuat baiklah terus, meskipun tidak selalu terlihat atau diapresiasi oleh orang lain. Allah memiliki cara-Nya sendiri untuk membalas setiap kebaikan.”

Pesan tersebut menjadi salah satu bagian yang paling menyentuh dalam sambutannya karena menggambarkan nilai-nilai yang selama ini menjadi prinsip dalam menjalankan kepemimpinan.

Jabatan Hanyalah Sarana untuk Berbuat Baik

Prof. Elfahmi juga menegaskan bahwa jabatan bukanlah tujuan akhir. Baginya, jabatan hanyalah sarana untuk memberikan manfaat yang lebih luas kepada orang lain.

Ia mengaku tidak terlalu mempersoalkan posisi atau fasilitas yang melekat pada suatu jabatan. Yang terpenting adalah kesempatan untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi.

“Di mana pun kita berada, apa pun jabatan kita, semuanya hanyalah sarana untuk berbuat baik.”

Pandangan tersebut menjadi refleksi bahwa nilai pengabdian jauh lebih penting daripada status ataupun posisi formal yang dimiliki seseorang.

Permohonan Maaf dan Harapan untuk Masa Depan DRI

Menjelang akhir sambutannya, Prof. Elfahmi menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh keluarga besar DRI ITB apabila selama masa kepemimpinannya terdapat sikap, perkataan, maupun keputusan yang kurang berkenan.

Dengan gaya khas yang lugas dan penuh kehangatan, beliau mengakui bahwa dirinya sering berbicara dengan nada yang tegas dan bersemangat. Namun, semua itu semata-mata didorong oleh keinginan untuk meyakinkan dan membawa organisasi mencapai tujuan yang lebih baik.

Beliau berharap DRI ITB dapat terus berkembang, menghasilkan capaian yang lebih besar, serta menjadi tempat lahirnya berbagai inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Siapa pun nanti yang melanjutkan kepemimpinan, saya yakin DRI sudah memiliki fondasi yang kuat. Semoga capaian dan kinerjanya semakin baik dari waktu ke waktu.”

Pertemuan tersebut ditutup dengan suasana hangat, penuh rasa syukur, serta harapan agar tali silaturahmi yang telah terjalin selama ini tetap terjaga. Bagi keluarga besar DRI ITB, Prof. Elfahmi tidak hanya meninggalkan berbagai program dan capaian, tetapi juga teladan tentang kepemimpinan yang berlandaskan ketulusan, kerja keras, dan semangat untuk terus berbuat baik.

Berita terkait: Guru Besar SF ITB Prof. Elfahmi Terpilih sebagai Rektor Itera Periode 2026–2030