Enter your keyword

Program IMPACT: Menyiapkan Kolaborasi Riset yang Lebih Jauh dari Sekadar Publikasi

Program IMPACT: Menyiapkan Kolaborasi Riset yang Lebih Jauh dari Sekadar Publikasi

Program IMPACT: Menyiapkan Kolaborasi Riset yang Lebih Jauh dari Sekadar Publikasi

BANDUNG, dri.itb.ac.id  — ITB menjadi tuan rumah pertemuan bersama tim pakar Kemdiktisaintek dalam agenda pembahasan petunjuk teknis Program IMPACT. Pertemuan ini digelar di Ruang Rapat A, Gedung CRCS Lantai 6, Kampus ITB Ganesha, Bandung.

Dari pihak ITB, kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi, Prof. Ir. Lavi Rizki Zuhal, Ph.D.; Direktur Kawasan Sains dan Teknologi Ir. R. Sugeng Joko Sarwono, M.T., Ph.D.; Prof. Ir. Hermawan Kresno Dipojono, M.S.EE, Ph.D.; Prof. Dr. Wawan Gunawan A. Kadir, M.S.; serta Kepala Subdirektorat Program, Monitoring, dan Evaluasi, Noviyanti, A.Md., S.M. Sementara itu, dari Universitas Airlangga hadir Prof. Dr. Ni Nyoman Tri Puspaningsih, M.Si.; Dr. Zuyyina Choirunnisa, S.M., M.S.M.; Iqbal Ramadhan S.; dan Maemunah.

Program IMPACT merupakan inisiatif kerja sama antara Kemdiktisaintek dan Massachusetts Institute of Technology atau MIT. Program ini telah melalui perjalanan panjang sejak sebelum pandemi Covid-19 dan kini kembali dibahas secara lebih detail, terutama terkait bagaimana pelaksanaannya dapat dirancang secara tepat, akuntabel, dan sesuai dengan karakter riset kolaboratif internasional.

Dalam pembukaan diskusi, Prof. Ir. Lavi Rizki Zuhal, Ph.D. menyampaikan bahwa Program IMPACT bukan sekadar program riset biasa. Program ini memiliki posisi strategis karena membawa peluang bagi Indonesia untuk masuk ke dalam ekosistem riset dunia, membangun jejaring dengan peneliti terkemuka, sekaligus memperkuat kapasitas kelompok riset dan laboratorium di dalam negeri.

Ia menuturkan bahwa setelah berdiskusi langsung dengan pihak MIT di Singapura, pandangannya terhadap program ini berubah. Program IMPACT tidak hanya berbicara tentang penelitian atau target publikasi, tetapi tentang bagaimana membangun ekosistem riset yang kuat, berkelanjutan, dan mampu menghasilkan dampak dalam jangka panjang.

Salah satu hal penting yang menjadi perhatian adalah perbedaan budaya riset. Di banyak institusi riset kelas dunia, proses penelitian tidak selalu diukur dari seberapa cepat publikasi dihasilkan. Riset yang berkualitas membutuhkan waktu, mulai dari membangun kecocokan antarpeneliti, menyiapkan tim, melibatkan mahasiswa pascasarjana, hingga memastikan hasil penelitian benar-benar matang sebelum dipublikasikan.

Karena itu, pembahasan juknis Program IMPACT menjadi sangat penting. Juknis perlu dirancang agar tetap memenuhi prinsip akuntabilitas, tetapi tidak terlalu kaku hingga membatasi proses riset yang membutuhkan ruang untuk berkembang. Program ini diharapkan dapat menjadi salah satu pintu masuk bagi perubahan cara pandang terhadap pengelolaan riset di Indonesia.

Melalui pengantar ini, diskusi kemudian diarahkan pada bagaimana merumuskan tata kelola Program IMPACT secara lebih tepat. Bukan hanya agar program dapat berjalan, tetapi juga agar kolaborasi ini benar-benar menjadi kesempatan untuk membangun ekosistem riset Indonesia yang lebih kuat, matang, dan terhubung dengan jaringan ilmiah global