Pusat Sains Teknologi dan Inovasi Nuklir (PSTIN): Memperkenalkan Era Baru Teknologi Nuklir: Workshop Advance Nuclear Technology bersama Prof. Masahiko Nakase di ITB
Senin, 6 Oktober 2025, Ruang Staff Baru Gedung Fisika ITB terasa lebih padat dari biasanya. Mahasiswa S1, S2, dan S3 dari berbagai program studi berkumpul dalam Workshop Advance Nuclear Technology yang menghadirkan tamu istimewa: Professor Masahiko Nakase dari Institute of Science Tokyo (Zero Carbon Energy Laboratory).
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Departemen Fisika, Departemen Rekayasa Nuklir, Pusat Sains Teknologi dan Inovasi Nuklir (PSTIN), serta Kelompok Keahlian Fisika Nuklir dan Biofisika. Sejumlah akademisi terkemuka ITB turut hadir, di antaranya Prof. Sidik Permana, Prof. Zaki Su’ud, Prof. Abdul Waris, dan Dr. Asril Pramududi, menandai pentingnya acara ini dalam peta pengembangan sains nuklir di ITB.
Nuklir: Bukan Hanya Soal Neutronik
Dalam pemaparannya, Prof. Nakase menekankan bahwa teknologi nuklir tidak bisa lagi dilihat hanya dari sisi neutronic semata. Dengan latar belakang penelitian yang kuat di bidang kimia, ia menggarisbawahi bahwa dasar dari penggunaan nuklir yang aman adalah kimia.
Interaksi antar partikel di dalam reaktor, jelasnya, sangat dipengaruhi oleh temperatur, tekanan, dan material yang terlibat dalam reaksi. Parameterparameter inilah yang menjadi fondasi untuk merancang dan mengoperasikan reaktor nuklir secara aman dan efisien. Pendekatan multidisiplin, menggabungkan fisika, kimia, rekayasa material, hingga ilmu data, menjadi kunci dalam pengembangan teknologi nuklir generasi lanjut.
Ketika Nuklir Bertemu Kecerdasan Buatan
Prof. Nakase juga menyoroti tantangan besar dunia nuklir modern, yaitu data. Sistem nuklir, mulai dari desain reaktor hingga pengolahan limbah, menghasilkan data dalam jumlah sangat besar dan kompleks.
Untuk menjawab tantangan ini, ia memperkenalkan pemanfaatan machine learning, neural network, dan kecerdasan buatan (AI) dalam pengolahan dan analisis data nuklir. Dengan AI, polapola yang sulit terlihat oleh manusia dapat diidentifikasi, sehingga membantu optimasi desain reaktor, peningkatan keselamatan, hingga efisiensi siklus bahan bakar.
Pendekatan ini sejalan dengan tren global menuju industri energi yang cerdas (smart energy systems), di mana teknologi nuklir tidak lagi berdiri sendiri, tetapi terintegrasi dengan sains data dan komputasi canggih.
Nuclear Material Balance 4.0: Simulasi Siklus Bahan Bakar dalam Excel
Salah satu bagian yang paling menarik dari workshop ini adalah pengenalan kode simulasi siklus bahan bakar nuklir yang dikembangkan oleh Prof. Nakase, yaitu Nuclear Material Balance 4.0 (NMB4.0).
Yang unik, NMB4.0 dijalankan menggunakan Microsoft Excel. Keputusan ini bukan tanpa alasan: platform yang sangat umum dan familiar ini membuat NMB4.0 lebih mudah diakses oleh banyak kalangan, termasuk
dalam mahasiswa dan peneliti yang mungkin belum terbiasa dengan lingkungan pemrograman tingkat lanjut. Dengan tampilan antarmuka yang sederhana, konsep yang kompleks dapat dipelajari dengan lebih intuitif.
Dengan kemampuan tersebut, NMB4.0 menjadi alat pembelajaran dan penelitian yang kuat untuk memahami bagaimana material nuklir “berjalan” sepanjang siklus hidupnya, sekaligus menilai skenarioskenario berbeda dalam pengelolaan bahan bakar dan limbah.
Jembatan Kolaborasi ITB – Science Tokyo
Selain sisi teknis, workshop ini juga berfungsi sebagai forum sosialisasi dan penyambutan Prof. Nakase kepada sivitas akademika ITB, khususnya mahasiswa S1, S2, dan S3 yang tertarik pada bidang nuklir.
Melalui forum ini, dijelaskan pula peran Science Tokyo, terutama Zero Carbon Energy Laboratory yang dipimpin oleh Nakasesensei, dalam upaya global menuju energi rendah karbon dan pengembangan teknologi nuklir yang lebih aman dan berkelanjutan. Workshop ini membuka peluang kolaborasi riset, pertukaran pengetahuan, dan mungkin di masa depan, pertukaran mahasiswa dan peneliti antara ITB dan Institute of Science Tokyo.
Menyongsong Masa Depan Energi di Kampus Ganesha
Dengan hadirnya pakar seperti Prof. Masahiko Nakase dan dukungan kuat dari Departemen Fisika, Departemen Rekayasa Nuklir, PSTIN, serta Kelompok Keahlian Fisika Nuklir dan Biofisika, ITB menegaskan komitmennya untuk berada di garis depan pengembangan teknologi nuklir maju di Indonesia.
Workshop ini bukan sekadar kuliah tamu, tetapi tanda bahwa masa depan energi yang cerdas, rendah karbon, dan aman, sedang dibangun dari ruangruang diskusi di kampus, termasuk dari Ruang Staf Baru Gedung Fisika pada pagi hari tanggal 6 Oktober 2025 itu.
Bagi mahasiswa yang hadir, pertemuan dengan Prof. Nakase bukan hanya memberi wawasan baru, tetapi juga membuka perspektif bahwa di balik angkaangka, reaksi, dan simulasi, terdapat tanggung jawab ilmiah dan moral untuk menghadirkan teknologi nuklir yang benarbenar bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
Tentang NMB4.0
Tujuan utama NMB4.0 adalah untuk mensimulasikan seluruh rantai siklus bahan bakar nuklir, mulai dari:
• penambangan uranium,
• fabrikasi bahan bakar,
• operasi reaktor,
• reprocessing (pengolahan kembali bahan bakar bekas),
• hingga pengelolaan limbah industri nuklir.
Meski berbasis Excel, kemampuan NMB4.0 tidak bisa diremehkan. Kode ini mampu mensimulasikan berbagai jenis reaktor, antara lain:
- Light Water Reactor (LWR): reaktor air ringan yang paling banyak digunakan di dunia saat ini,
- Fast Reactor (FBR/FR): reaktor cepat yang berpotensi besar dalam pemanfaatan bahan bakar secara lebih efisien,
- Small Modular Reactor (SMR): reaktor berukuran kecil dan modular yang menjadi salah satu harapan baru untuk penyediaan energi fleksibel,
- Accelerator-driven Systems (ADS) : sistem berbasis akselerator yang menjanjikan untuk transmutasi limbah radioaktif dan aplikasi lanjutan lainnya.
Simpul 3P Vol. 30 Edisi Oktober 2025, halaman 25
Penanggung Jawab: Prof. Dr. apt. Elfahmi, S.Si., M.Si. Dr. Ir. Grandprix Thomryes Marth Kadja, M.Si.
Editor: Efson Thrismono, S.ST, M.Pd.
Creative Lead: Nadia Falasiva
Photographer: Ali Parma, S.Ds.
Kontributor: Prof. Dr. Ir. Melia Laniwati Gunawan, M.S., IPM.; Muhammad Fadlan Raihan, M.Si.; Dhiyaul Auliyah Muslimin, S.T., M.T.; Tania Miranda Sarlie, S.Farm., M.Farm.; Dila Puspita, Ph.D.; Prof. Dr. Zeily Nurachman, M.S.; Hilarius Adiwarna, S.Si.; Prof. Sidik Permana; Noviyanti, A.Md., S.M.; Inda Meidian, S.Kom.
