Enter your keyword

Rapat Pembahasan Percepatan Produksi PCR dan Reagen Lokal di ITB

Rapat Pembahasan Percepatan Produksi PCR dan Reagen Lokal di ITB

Rapat Pembahasan Percepatan Produksi PCR dan Reagen Lokal di ITB

Bandung, 3 Oktober 2025 – Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui Direktorat Riset dan Inovasi (DRI) menyelenggarakan rapat pembahasan percepatan produksi PCR dan reagen lokal pada Jumat, 3 Oktober 2025. Kegiatan berlangsung pukul 09.00–12.00 WIB di Ruang Rapat A, Lantai 6 Gedung CRCS ITB.

Rapat ini dihadiri oleh para peneliti lintas fakultas dan pusat riset, antara lain:

  • Azzania Fibriani, Ph.D. (SITH)
  • Intan Taufik, S.Si., M.Si., Ph.D. (SITH)
  • Dr. rer. nat. apt. Catur Riani, S.Si., M.Si. (SF)
  • Ahmad Fitriyansah (STEI)
  • Muhammad Iqbal Arsyad, S.T., M.T. (STEI)
  • Dr. Ir. Akhmadi Surawijaya, S.T., M.Eng. (STEI)
  • Dr. Beni Rio Hermanto, S.T., M.M. (STEI)
  • Dr. Hasballah Zakaria, S.T., M.Sc. (STEI)
  • Nur Ahmadi, S.T., M.Eng., Ph.D. (Deputi Direktur Bidang Riset dan Diseminasi DRI)
  • Prof. Dr. Eng. R. Bagus Endar Bachtiar N. (FMIPA)

Fokus Riset PCR dan Reagen Lokal

Dalam rapat gabungan ini, DRI berperan sebagai fasilitator riset di ITB bersama tim pengembang dari berbagai fakultas yang terlibat. Topik utama yang dibahas meliputi strategi percepatan pengembangan alat PCR serta produksi reagen lokal yang dapat mendukung kebutuhan diagnosis penyakit di Indonesia.

Beberapa rencana aksi (action plan) telah dirumuskan, di antaranya:

  1. Dukungan pendanaan dari DRI untuk mempercepat proses riset dan inovasi.
  2. Tim pengembang PCR akan fokus pada peningkatan dan pengembangan tipe/versi terbaru alat PCR.
  3. Tim SITH akan berfokus pada pengembangan reagen lokal untuk mendukung akurasi dan efektivitas penggunaan PCR.

Rencana Tindak Lanjut

Harapannya, pengembangan PCR dan reagen lokal ini dapat digunakan secara luas untuk mendiagnosis berbagai jenis penyakit. Sebagai tindak lanjut, tim akan menyusun roadmap dan rencana detail mengenai jenis penyakit yang menjadi target awal. Selain itu, akan dirancang pula mekanisme “penguncian” pada alat yang dikembangkan agar sesuai standar keamanan dan efektivitas.

Rapat ini menjadi langkah awal dari serangkaian pertemuan yang akan dilaksanakan secara lebih teknis ke depan. Dalam beberapa minggu mendatang, diharapkan sudah tersedia proposal lengkap yang dapat diajukan untuk memperoleh pendanaan resmi sehingga proses riset dan inovasi dapat berjalan lebih cepat dan terarah.