Rapat Penetapan Dana Riset ITB 2026: Transparansi Reviewer Ditingkatkan, Kuota Proposal Melonjak Tajam
BANDUNG, dri.itb.ac.id – Direktorat Riset dan Inovasi (DRI) Institut Teknologi Bandung (ITB) menggelar Rapat Pembahasan dan Penetapan Penerima Dana Riset dan Inovasi ITB 2026 pada Selasa (24/02/2026). Bertempat di Auditorium CRCS Lantai 2, pertemuan internal ini menyoroti lonjakan antusiasme peneliti, pemerataan pendanaan, serta arah baru kebijakan terkait transparansi evaluasi dan ketegasan terhadap luaran riset.
Tahun ini, animo ekosistem riset ITB mengalami peningkatan eksponensial. Total pendaftar skema riset melonjak tajam menjadi 768 proposal, dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya berkisar di angka 456 proposal.
Untuk mengakomodasi visi ITB menuju peringkat 150 dunia, DRI ITB telah menetapkan sejumlah penyesuaian nilai pendanaan, kuota, serta aturan main yang lebih ketat bagi para pengusul.
Arah kebijakan tahun ini difokuskan pada penguatan ekosistem multidisiplin dan regenerasi peneliti. Berikut adalah rincian skema dan alokasi dana operasional yang disepakati:
- Skema Program Riset ITB
Dana operasional dipatok merata sebesar Rp 150 juta per proposal untuk ketiga skema utama:
- Riset Unggulan ITB: Berfokus pada peningkatan publikasi dengan target luaran jurnal Q1.
- Riset Internasional ITB: Bertujuan memperkuat jaringan riset internasional (IRN).
- Riset Dosen Muda ITB: Skema khusus bagi dosen dengan masa kerja 4-8 tahun untuk mengakselerasi rekam jejak riset tanpa harus bersaing langsung dengan peneliti senior.
- Peningkatan Kapasitas Peneliti: Skema afirmasi yang mensyaratkan pengusul tidak pernah menjadi Ketua Peneliti (PI) dalam 5 tahun terakhir, dengan target luaran jurnal Q2.
- Skema Program Inovasi
Berfokus pada peningkatan Tingkat Kesiapterapan Teknologi (TKT) menuju hilirisasi dan komersialisasi:
- Inovasi Unggul Berdampak
Mendorong riset dari proof of concept (TKT 3) naik menuju TKT 4 dan 5.
- Akselerasi Inovasi Multidisiplin
Mensyaratkan konsorsium lintas fakultas. Tahun ini, skema ini memiliki acceptance rate sebesar 53% (8 proposal didanai dari 15 pengusul).
- Skema Program 3P dan Postdoc
- Meliputi Riset Top Tier 3P, Pengembangan Keunggulan 3P, dan Talenta Unggul 3P.
- Postdoc Fellowship: Kebijakan insentif baru menaikkan standar gaji postdoc guna menarik talenta peneliti unggul ke ITB.
Menjawab tantangan objektivitas dan perbedaan kultur antar-Kelompok Keahlian (KK), DRI merombak sistem penugasan reviewer.
Jumlah reviewer ditingkatkan secara signifikan dari di bawah 100 menjadi lebih dari 175 reviewer. Distribusi penugasan kini terotomatisasi menggunakan algoritma khusus: setiap proposal dinilai oleh 1 reviewer dari fakultas yang sama namun berbeda KK, dan 1 reviewer dari luar fakultas yang serumpun. Jika terdapat gap atau selisih nilai yang ekstrem (terjadi pada sekitar 160 proposal tahun ini), sistem otomatis menugaskan reviewer ketiga untuk memastikan keadilan.
Selain itu, DRI merencanakan pembaruan Kode Etik Penelitian ITB yang terakhir kali direvisi pada tahun 2011. Komisi Riset ditugaskan untuk menyusun pedoman baru yang relevan dengan perkembangan teknologi masa kini, khususnya terkait batasan dan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) generatif dalam penyusunan proposal dan luaran riset.
Salah satu keputusan paling krusial dalam rapat ini adalah penegakan disiplin administrasi luaran riset. Berdasarkan hasil pemantauan, masih terdapat ratusan proposal dari pendanaan tahun 2023 yang menunggak janji publikasi (outstanding debt).
Merespons hal ini, pimpinan rapat menegaskan bahwa sistem punishment akan diimplementasikan secara tegas. Peneliti yang terbukti masih memiliki “hutang luaran” dari periode sebelumnya tidak akan diloloskan sebagai penerima dana riset pada siklus pendanaan berikutnya, terlepas dari seberapa baik skor proposal yang diajukan. Langkah ini diambil untuk menjaga marwah institusi serta memastikan akuntabilitas penggunaan dana riset.
Kontributor: Nada Raudah Mumtazah
