Enter your keyword

Substitusi Impor Pepton, Peneliti dan Mahasiswa ITB Olah Larva Lalat Tentara Hitam Jadi Nutrisi Mikroba

Substitusi Impor Pepton, Peneliti dan Mahasiswa ITB Olah Larva Lalat Tentara Hitam Jadi Nutrisi Mikroba

Substitusi Impor Pepton, Peneliti dan Mahasiswa ITB Olah Larva Lalat Tentara Hitam Jadi Nutrisi Mikroba

BANDUNG, dri.itb.ac.id   Direktorat Riset dan Inovasi (DRI) ITB mengunjungi laboratorium Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) di Kampus ITB Jatinangor, pada Jumat (19/06/26), guna meninjau riset inovatif berjudul “Produksi Hidrolisat Protein dari Lalat Tentara Hitam Sebagai Alternatif Pepton Komersial”. Riset yang dipimpin oleh Dr. Ir. Muhammad Yusuf Abduh, M.T. dari Kelompok Keahlian (KK) Agroteknologi dan Teknologi Bioproduk ini bertujuan menciptakan pepton alternatif, nutrisi penting untuk pertumbuhan mikroba, dari biomassa larva lalat tentara hitam atau Black Soldier Fly (BSF).

Kunjungan wawancara dan demonstrasi alat di laboratorium ini disambut antusias oleh para mahasiswa serta alumni yang terlibat langsung dalam penelitian. Muhammad Jihan Fauzi, alumni program studi Bioteknologi yang baru saja lulus, memandu penjelasan awal mengenai tahapan produksi. Menurut Jihan, proses pembuatan pepton BSF ini dimulai dari penghilangan lemak pada larva agar proses pengambilan protein bisa berjalan lebih efektif.

Selanjutnya, proses ekstraksi protein diperagakan oleh Irfan, mahasiswa program studi Teknik Kimia angkatan 2021. Irfan menjelaskan secara sederhana bahwa bahan baku dicampur dengan larutan khusus dan dimasukkan ke dalam mesin pengaduk bersuhu hangat (shaker incubator). Tujuannya adalah untuk memecah sel-sel bahan baku sehingga kandungan protein di dalamnya terlepas dan mudah diambil.

Tahapan pemisahan dan penyempurnaan produk kemudian dijelaskan oleh Samuel, mahasiswa yang bertugas mendemonstrasikan tahapan akhir laboratorium. Ekstrak protein yang telah didapat dipisahkan antara cairan dan padatannya menggunakan mesin pemutar berkecepatan tinggi (sentrifugasi). Agar protein tidak rusak akibat panas, pengeringan dilakukan menggunakan metode suhu sangat dingin (freeze drying). Produk kering inilah yang kemudian dipecah kembali menggunakan bantuan enzim agar siap diaplikasikan sebagai media mikroba.

Urgensi pengembangan riset ini sangat besar mengingat Indonesia masih sangat bergantung pada pepton impor dengan kebutuhan mencapai 13,9 juta kilogram per tahun. Jihan menuturkan, tantangan terbesar saat ini ada pada skala produksi massal (scale-up). Meski perolehan akhir pepton hanya sekitar 2,6% dari total bahan baku, angka ini dinilai sudah jauh melebihi keberhasilan riset pepton alternatif lain di Indonesia, seperti pemanfaatan limbah ikan.

Ke depannya, inovasi kolaborasi lintas keilmuan ini diharapkan mampu memberikan dampak strategis. Selain mendukung kemandirian industri bioteknologi nasional dan menurunkan biaya produksi pupuk organik cair (Liquid Organic Biofertilizer), pemanfaatan larva BSF ini menjadi langkah nyata dari ITB untuk mereduksi permasalahan limbah organik di lingkungan masyarakat secara berkelanjutan.

 

Kontributor: Nada Raudah Mumtazah
Youtube: SITE VISIT_Dr. Muhammad Yusuf Abduh, M.T. – Pepton Berbahan Black Soldier Fly (BSF)